ANALISIS BAHAN AJAR FIQIH
A.
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Menurut
Syaiful Sagala (2009:61) pembelajaran merupakan membelajarkan
siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar yang merupakan penentu
utama keberhasilan pendidikan. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003
menyatakan pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik
dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Dari pendapat para ahli
bahwasannya pembelajaran merupakan proses transformasi ilmu pengetahuan antara
pendidik kepada peserta didik secara sadar dan terencana untuk mencapai tujuan
tertentu. Dalam fokus pembelajaran ini, lebih fokus pada pembelajaran Fiqh
jenjang Madrasah Ibtidaiyah. Mengorek pembelajaran Fiqh tentunya sangat banyak
strategi, pendekatan, metode, teknik, taktik, bahan ajar/ sumber ajar, dll.
Pada
pembelajaran Fiqh ini, akan meranah pada bahan ajar pembelajaran Fiqh di
Madrasah Ibtidaiyah. Widodo dan Jasmadi dalam Ika Lestari (2013: 1) menyatakan
bahwa bahan ajar adalah seperangkat sarana atau alat pembelajaran yang
berisikan materi pembelajaran, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi
yang didesain secara sistematis dan menarik dalam rangka mencapai tujuan yang
diharapkan, yaitu mencapai kompetensi dan sub kompetensi dengan segala
kompleksitasnya. Dan juga suatu perangkat sarana yang dapat membantu pendidik
untuk menyampaikan materi secara sistematis kepada peserta didik.
Membahas
bahan ajar pembelajaran Fiqh, dalam makalah ini akan menyinggung
komentar-komentar tentang bahan ajar LKS dan buku paket Fiqh Kelas 1 MI. Juga
selain berkomentar, penulis juga akan mencoba memberi saran yang baik untuk
perkembangan dan kemajuan bahan ajar Fiqh. Fokus bahan ajar ini adalah materi
Thaharah.
2. Rumusan Masalah
1. Apakah dalam materi Thaharah sub-materi
Thaharah sistematis?
2. Apakah ayat/ hadits pada materi Thaharah
mendukung siswa untuk memahami?
3. Apakah ada gambar yang variatif dalam
materi Thaharah?
4. Apakah ada penegasan/ rangkuman setelah
pembahasan materi pada bahan ajar Fiqh?
5. Bagaimana bobot dan kejelasan soal
materi Thaharah?
3. Tujuan Masalah
1. Memahami sub- materi Thaharah yang
sistematis
2. Mengetahui ayat/ hadits pada materi
Thaharah yang mendukung siswa untuk memahami
3. Memperjelas adanya gambar yang variatif
pada materi Thaharah
4. Menyatakan adanya penegasan/ rangkuman
setelah pembahasan materi pada bahan ajar Fiqh
5. Mengevaluasi bobot dan kejelasan soal
materi Thaharah
B.
PEMBAHASAN
1. Sistematika sub- materi Thaharah
a) Buku Siswa Fiqh Kurikulum 13
Membahas yang pertama, pada buku
paket siswa MI kelas 1 sudah sistematis. Penjelasan sistematis disini adalah
urutan yang sudah benar, dengan pemberian motivasi dengan bernyanyi bersama
“Bangun Tidur”, adanya motivasi dengan langkah bernyanyi akan membangunkan
spirit anak untuk memulai pembelajaran. Kemudian, apersepi yang terdapat
kalimat perintah bersifat mengajak seperti “ayo mengamati”, dalam gambar 1.1
ini mendorong untuk peserta didik masuk kedalam materi, sehingga tidak ada
kebingungan siswa dalam menangkap materi secara jelas.
Gambar 1.1

Dalam tahap ini guru sudah dapat
memasuki kegiatan inti jika menggunakan bahan ajar ini, yakni memasuki tahap
menjelaskan poin pertama, arti Thaharah kemudian memberikan suatu pengalaman
(diutarakan dengan bercerita) pada siswa dengan ajakan “aku bisa” yang mengajak
siswa untuk mampu mandi sendiri, yang selanjutnya ada warning “hati-hati” untuk menjaga kebersihannya. Jika dalam
pembelajaran dapat menghubungkan setelah membahas mandi dengan bersih lalu “ayo
menjawab” yang dimana siswa setelah mengetahui mandi bersih, guru mengajak
mengetahui tentang kebersihan sebagian dari iman. Ada “tugasku” yakni sebuah
penjelasan untuk mengingatkan, jika istinja’ menggunakan tangan kiri dan tidak
buang air sembarangan. Kata perintah mengajak setelah materi merupakan paduan
untuk memperdalam materi.
Kemudian poin kedua, macam-macam
najis, runtutannya hampir sama dengan poin pertama. Ada “aku bisa” –
“hati-hati” – “ayo menjawab” – “tugasku”. Setelah itu ada “ayo mengamati”
dengan gambar kemudian menjelaskan tata cara yang baik jika akan membuang air
besar dengan dijelaskan pula doa masuk kamar mandi dan keluar kamar mandi.
Dalam session ini sebaiknya sebelum
”ayo mengamati" di berikan judul yang tepat sesuai pembahasan, karena
ketika poin kedua masih menjelaskan macam-macam najis. Kemudian ada evaluasi
yakni dengan ada kolom “tugasku” dilanjutkan dengan “ayo berlatih” yang
mencakup materi ajar.
Sistematika materi sudah baik jika
diaplikasikan pada peserta didik, apersepsi pada buku ini sangat bagus untuk
mengawali masuk dalam materi, juga adanya ayo mengamati, ayo menjawab, aku
bisa, dll nya merupakan gambaran dari K13 yakni student center. Membahas
ayat-ayat yang ada, hadis untuk memperjelas materi tidak ada, namun buku Paket
ini menyuguhkan doa masuk dan keluar kamar mandi yang memang harus dihafal
peserta didik.
b) LKS Fokus Fikih Kurikulum 13
Pada
LKS Fokus Fikih ini tetap ada apersepsi, kemudian dijelaskan pula pada kotak
tujuan pembelajarannya. Kemudian langsung pada pendalaman materi, 1) memahamai
arti suci dijelaskan dengan menggunakan hadits-hadits pendek dan juga pada
memahami ini terdapat kolom kecil “diajarkan” ajakan untuk hidup bertanggung
jawab 2) Hadas dan Najis, menjelaskan dengan macam-macamnya saja, terdapat pula
kolom kecil “dibiasakan” untuk mengajak dalam membiasakan melaksanakan tugas
yang diemban 3) Alat untuk Bersuci, menjelaskan macam-macamnya dan contoh
dikehidupan sehari-hari, juga ada kolom kecil “dilatih konsisten” yang mengajak
senantiasa melaksanakan tugas secara konsisten. Setelah pendalaman materi, ada
1) tadrib, 2) muhimmah, 3) khulasah 4) imtihan tahriri, 5) imtihan ‘amali, 6)
tahsin, 7) tazdid. Pada paling akhir terdpat eksplorasi nilai keteladanan,
dimana yang bermakna nilai keteladanan anak muslim.
Pada
LKS ini sistematika penjelasan materinya sudah runtut namun apersepsinya kurang
pada tempat yang baik, jadi pembaca juga bingung. Menurut saya, ada kalimat
Tanya dan penegasannya. Namun kalimat Tanya nya pun tidak menggunakan tanda
Tanya sesuai penggunaannya. Juga dalam kolom-kolom kecil sperti “diajarkan”
mungkin sebaiknya “Ayo belajar”, kemudian “dilatih konsistensi” sebaiknya “ayo
mengamati”. Kata yang digunakan terlalu tinggi untuk siswa seusia kelas rendah.
2. Gambar yang variatif pada materi
Thaharah
a) Buku Siswa Fiqh Kurikulum 13
Gambar
yang ada sudah bagus, materi-materinya dipenuhi dengan gambar sesuai kebutuhan
peserta didik kelas 1 MI. Karena karakteristik peserta didik kelas 1 MI ini
salah satunya, belajar dengan fun, masih banyak bermain, dsb. Jika anak kelas 1
MI diberikan banyak tulisan materi namun jarang gambar maka siswa akan malas
untuk membuka bukunya. Juga gambar pada paket ini terstruktur, dalam arti
bentuk gambar yang ada merupakan materi langkah-langkah, contohnya
langkah-langkah masuk kamar mandi.
b) LKS Fokus Fikih Kurikulum 13
Gambar
pada LKS Fokus Fikih Kurikulum 13 ini sudah baik ada gambarnya, namun pemberian
gambar masih monoton. Adanya gambar jika di setip submateri nya saja. Contoh:
1) pada penjelasan memahami arti najis terdapat gambar, 2) Hadas dan najis,
yang dimana penjelasannya tidak ada namun ada gambar ketika dipenjelasan macam
hadas, dan selanjutnya sama seperti itu. Sehingga monoton, gambar satu mewakili
sub-materi tersebut.
Juga
pada kolom-kolom kecil tidak ada gambarnya. Sebaiknya seperti pembenaran di
atas kolom “Ayo Belajar” ada gambar kecil siswa belajar.
3. Penegasan/ Rangkuman materi Thaharah
a) Buku Siswa Fiqh Kurikulum 13
Penegasan/
rangkuman pada buku paket ini terdapat disetiap submateri. Contoh: 1) Thaharah/
bersuci dengan berbagai penjelasan, kemudian ada “aku bisa”, “ayo
menjawab”,”hati-hati” dan “tugasku”. Dari kolom-kolom tersebut mengajak siswa
untuk menyimpulkan lebih dalam dengan langsung terjun ke lingkungan penjelasan
thaharah ini. Seperti pada gambar 1.2
Gambar 1.2

b) LKS Fokus Fikih Kurikulum 13
Pada
LKS Fokus ini penegasan/ pemantapan materi diberikan ditahap terakhir, ketika
semua pendalaman materi telah dipaparkan. Pemantapan materi pun tidak se detail apa-apa yang disampaikan. Hanya
mengutip sedikit kalimat lalu dicopas.
4. Evaluasi soal
a) Buku Siswa Fiqh Kurikulum 13
Dalam
buku ini soal-soal yang disampaikan pada peserta didik itu mengikuti penjelasan
yang telah disampaikan setelah sub-materi. Juga ada soal setelah semua
penjelasan dipaparkan tentang “Allah mencintai yang suci” dengan soal mencocokkan.
Hakikatnya buku paket ini tidak kaya soal seperti di LKS pada layaknya, tapi
soal-soal yang disampaikan pada buku ini mengajak peserta didik lebih
mengetahui dan menggali materi dengan tidak memaparkan soal yang banyak namun
mampu membantu peserta didik untuk menalar dalam memperdalam materi.
b) LKS Fokus Fikih Kurikulum 13
Pada
LKS Fokus ini sangat kaya soal-soal yang ada. Penyampaian soal dipaparkan
setelah semua pendalaman materi. Ada 1) tadrib, muhimmah, imtihan tahriri,
imtihan ‘amali, tahsin, tazdida. Dalam soal-soal yang ada sudah sangat
mednukung untuk memperdalam materi yang tadinya telah diterima.
C.
PENUTUP
1. Kesimpulan
Bahwasannya
pada semua bahan ajar terdapat kelebihan dan kekurangan. Sehingga saya dalam
makalah ini lebih memfokuskan pada sistematika materi, kebervariatifan bahan
ajar, penegasan/ rangkuman materi dan evaluasi soal pada bahan ajar.
2. Saran
Apabaila
didalam makalah dinilai sangatlah kurang oleh pembaca, maka kami sangat memohon
bantuan koreksi dari pembaca untuk membenahi makalah menjadi lebih baik lagi
demi adanya estafet ilmu pada dunia pendidikan.
Daftar
Pustaka
1. Syaiful Sagala. 2009. Konsep dan
Makna Pembelajaran. Bandung : CV. ALFABETA
2. Ika Lestari. 2013. Pengembangan Bahan
Ajar Berbasis Kompetensi. Padang:Akademia Permata.
3. Prihwanto, Puji. 2013. Buku Pengayaan Fikih Kurikulum 2013.
Sukoharjo:CV Sindunata
4. Fikih
: Buku Siswa / Kementerian Agama Republik Indonesia. Jakarta: Kementerian Agama
Republik Indonesia, 2014.



Komentar
Posting Komentar