PENERAPAN METODE DRILL
MEMBUAT PROPOSAL untuk memenuhi tugas
UJIAN AKHIR SEMESTER mata kuliah METODELOGI PENELITIAN
Dosen Pengampu : Ika Ratih Sulistiani,
S.P
OLEH
Eka Wahyu Setyo Rini (21501013050)
Junari Yulianti (21501013046)
JURUSAN
PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS AGAMA
ISLAM
UNIVERSITAS
ISLAM MALANG
2018
PENERAPAN METODE DRILL DALAM
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHAFAL SURAT-SURAT PENDEK MATAPELAJARAN AL-QURAN
HADIS KELAS 3 DI SD IT KOTA DOMPU
PROPOSAL
OLEH
Eka Wahyu Setyo Rini (21501013050)
Junari Yulianti (21501013046)
JURUSAN
PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS AGAMA
ISLAM
UNIVERSITAS
ISLAM MALANG
2018
KATA
PENGANTAR
Dengan segala puji dan syukur saya
panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat yang diberikan kepada saya,
sehingga saya dapat menyelesaikan Proposal dengan Judul :
“PENERAPAN METODE DRILL DALAM
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHAFAL SURAT-SURAT PENDEK MATAPELAJARAN AL-QURAN
HADIST KELAS 3 DI SD IT KOTA DOMPU”
Penyusunan Proposal ini dimaksudkan untuk memenuhi
salah satu persyaratan guna menyelesaikan tugas akhir semester mata kuliah
metodelogi penelitian. Pada kesempatan ini saya menyampaikan ucapan terima
kasih.
Segala kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki
penulis, yang telah mengerahkan semua kemampuan untuk lebih teliti, tepat, dan
kritis dalam pelaksanaan penelitian hingga saya masih banyak kekurangan di
segala sisi, oleh karena itu saya mengharapkan saran yang membangun agar
tulisan ini bermanfaat bagi yang membutuhkan.
Malang, 12 Juli 2018
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR .......................................................................................... i
Daftar
Isi ................................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Konteks Penelitian ........................................................................ 1
1.2 Fokus Penelitian............................................................................. 4
1.3 Tujuan Penelitian ........................................................................... 4
1.4 Manfaat Penelitian ........................................................................ 4
1.5 Definisi Operasional ...................................................................... 5
BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1
Pengertian Penerapan Al-Qur’an Hadits......................................... 6
2.2
Pengertian Kemampuan Menghafal Al-Qur’an Hadits................... 8
2.3
Penerapan Metode Drill.................................................................. 9
BAB III METODE
PENELITIAN
3.1
Pendekatan dan Jenis Penelitian .................................................. 13
3.2
Lokasi Penelitian .......................................................................... 15
3.3
Subjek Penelitian........................................................................... 15
3.4
Sumber Data................................................................................. 16
3.5Prosedur
Penelitian................................................................... ..... 16
3.6
Teknik Pengumpulan Data ........................................................... 16
3.7
Instrumen Penelitian ............................................................... ..... 18
3.8Teknik
Analisis Data ............................................................... ..... 19
3.9
Teknik Pengecekan Data ........................................................ ..... 20
Daftar
Pustaka ................................................................................................. ..... 22
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Konteks Penelitian
Pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi
dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, Ahklak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, dan Negara Negara
(Wina Sanjana 2006:2)
Sumber daya manusia salah satu faktor
penting dalam keberhasilan pembangunan segala bidang. Hingga kini pendidikan masih
diyakini sebagai wadah dalam sumber daya manusia, maka peningkatan mutu
pendidikan merupakan hal yang wajib dilakukan secara berkesinambungan guna
menjawab perubahan jaman.
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan
dapat dicapai melalui penataan pendidikan dengan baik “Dalam konteks
pembaharuan pendidikan ada tiga isu utama yang perlu disoroti, yaitu
pembaharuan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, dan efektifitas
metode pembelajaran” (Nurhadi dkk, 2003:1)
Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang
sistem pendidikan Nasional (Depak, 2012:6) menegaskan bahwa
Pendidikan
nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan bentuk watak serta peradapan
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan
mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Sumber
daya manusia salah satu faktor penting dalam keberhasilan pembangunan segala
bidang. Hingga kini pendidikan masih diyakini sebagai wadah dalam sumber daya
manusia, maka peningkatan mutu pendidikan merupakan hal yang wajib dilakukan
secara berkesinambungan guna menjawab perubahan jaman.
Untuk
meningkatkan kualitas pendidikan dapat dicapai melalui penataan pendidikan
dengan baik “Dalam konteks pembaharuan pendidikan ada tiga isu utama yang perlu
disoroti, yaitu pembaharuan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, dan
efektifitas metode pembelajaran” (Nurhadi dkk, 2003:1)
Pendidikan
Agama islam merupakan bidang studi yang penekanan pembelajarannya bertujuan membentuk peserta didik menjadi
manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berahlah
mulia. Diharapkan siswa setelah melalui proses pembelajaran dapat mencapai
kompetensi tersebut. Faktanya capaian tersebut masih belum dapat terealisasi.
Secara
mendasar pendidikan Agama Islam diberikan dengan menekankan kesimbangan,
keselarasan dan keserasian antara hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan
manusia dengan sesama, hubungan manusia dengan dirinya dan hubungan manusia
dengan alam sekitar, hal ini dapat dilihat dari segi isi, materi pendidikan
agama islam dan tidak dapat dipisah-pisahkan dari tiga kerangka dasar ajaran
islam yaitu: Akidah, syariah dan juga akhlak.
Ajaran
islam sampai saat ini berkembang dalam berbagai macam kajian keislaman seperti
Fiqih, Aqidah Akhlak, Alquran Hadis, serta ilmu-ilmu lain berdasarkan suatu
objek dari kajian masing-masing. Demikian dengan anak-anak yang menghafal
surat-surat pendek yang terdapat dalam Al-Qur’an, untuk memudahkan anak dalam
menghafal surat-surat pendek diperlukan metode yang tepat. Karena pendidikan
membaca Al-Qur’an secara baik dan benar sangat diperlukan untuk ditanamkan untuk
anak diusia dini.
Tidak
hanya anak diusia dini yang mengalami kesulitan menghafal surat-surat pendek.
Sebuah hasil yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas 3 belum
seluruhnya menguasai surat-surat pendek hanya beberapa siswa yang dapat
menghafal surat-surat pendek dengan lancar.
Siswa
mengalami kesulitan dalam melafalkan dan menghafal bacaan surat-surat pendek.
Terdapat dua faktor permasalahan yaitu faktor metode, metode yang digunakan
guru kurang tepat dalam pembelajaran dan ditambah lagi faktor lingkungan yang
kurang mendukung. Misalnya acara televise, smarphone dan playstation ini lebih
menarik minat siswa seperti dan dapat menyita waktu siswa sehingga siswa
mengulur ulur waktunya dalam membaca atau mengahaf surat-surat pendek.
Didalam
upaya untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menghafal surat-surat pendek,
untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal terdapat banyak metode yang bisa
menjadi pilihan para guru, seperti metode ceramah, metode Tanya jawab, metode
diskusi, metode jigjaw, metode informasi, metode pemberian tugas, metode
demonstrasi, metode drill dan masih banyak lagi metode yang lainnya yang dapat
digunakan.
Dengan
demikian untuk lebih meningkatkan kemampuan menghafal surat-surat pendek
peneliti melakukan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan metode Drill.
Peneliti menggunakan metode drill disebabkan karena menghafal merupakan keterampilan
dan masuk pada rana psikomotorik.
Dalam
pembelajaran pendidikan agama islam materi yang bisa diajarkan dengan metode
drill ini diantaranya yaitu materi yang bersifat pembiasaan, seperti yang
terdapat dalam bacaan sholat, mengkafani jenajah dan baca tulis Al-Qur’an.
Metode
Drill atau latihan ulang sangat tepat dan efektif untuk meningkatkan
keterampilan melafalkan dan menghafalkan bacaan surat-surat pendek sebagaimana
dinyatakan oleh Dra.Zuhairini (2003:106) bahwasannya metode drill atau latihan
biasa digunakan pada pelajaran yang bersifat motoris dan pelajaran yang
bersifat kecakapan mental dalam arti melatih peserta didik untuk dapat berpikir
cepat, aktif.
Metode
Drill tidak berdiri sendiri, biasanya dilaksanakan pada pertengahan guru
mengajar, diawali dengan metode ceramah untuk menekankan butir-butir penting
dan apersepsi kepada siswa atau Tanya jawab yang membimbing dan mengarahkan siswa
kea rah materi yang akan diarahkan (Suryono dan hariyanto, 2015:110)
Metode drill merupakan metode yang tepat untuk diterapkan
dalam menghafal surat-surat pendek sehingga peneliti termotivasi untuk
melakukan Penelitian Tindakan Kelas yang berjudul: Penerapan Metode Drill
Dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal Surat Surat Pendek Matapelajaran
Al-Quran Hadis Kelas 3 di SD IT KOTA DOMPU
1.2
Fokus Penelitian
Dari penjelasan di atas dapat
disimpulkan rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana
penerapan metode drill dalam meningkatkan kemampuan menghafal surat-surat
pendek matapelajaran Al-Quran Hadis kelas 3 di SD IT ?
2. Bagaimana hasil
penerapan metode drill dalam meningkatkan kemampuan menghafal surat-surat
pendek matapelajaran Al-Quran Hadis kelas 3 di SD IT ?
1.3Tujuan Penelitian
Adapaun tujuan dari penelitian ini diantaranya
yaitu:
1. Mendeskripsikan
dan menganalisis penerapa metode drill dalam meningkatkan kemampuan menghafal
surat-surat pendek matapelajaran Al-Quran Hadis kelas 3 di SD IT .
2. Mendeskripsikan
hasil penerapan metode drill dalam meningkatkan kemampuan menghafal surat-surat
pendek matapelajaran Al-Quran Hadis kelas 3 di SD IT .
1.4Manfaat Penelitian
Berdasarkan konteks peneliti diatas
dilakukan guna untuk mendapatkan hasil yang maksimal, hal ini maka terdapat
manfaat diantaranya secara teoritis dan praktis sebagai berikut:
1.
Secara teoritis
a. Hasil penelitian
ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan atau dasar dalam melakukan
pembahasan mengenai metode drill khususnya yang berkaitan dengan melafalkan dan
menghafal bacaan surat-surat pendek.
b. Hasil penelitian
ini diharapkan bagi para peneliti lain sebagai informasi dalam pengembangan
rencana penelitian lanjutan terhadap permasalahan yang sama.
2. Secara praktis
a. Hasil penelitian
ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi peneliti dalam
bidang pendidikan, khususnya bagi guru atau peserta didik.
b. Hasil penelitian
ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan kepada guru dalam menerapkan
metode drill untuk meningkatkan kemampuan menghafal bacaan surat-surat pendek.
c. Hasil penelitian
diharapkan secara nyata mampu meningkatkan kemampuan menghafal bacaan
surat-surat pendek.
d. Hasil penelitian
ini diharapkan menjadi tolak ukur keberhasilan serta kualitas yang unggul untuk
sekolah secara umum
1.5Definisi Operasional
Merunjuk
pada variabel yang diteliti, maka dianggap perlu untuk mendefinisikan beberapa
istilah sebagai berikut:
1. Penerapan adalah
suatu perbuatan mempraktekan suatu teori, metode, dan hal lain untuk mencapai
tujuan tertentu dan untuk suatu kepentingan yang diinginkan oleh suatu kelompok
atau golongan yang telah terencana dan tersusun sebelumnya.
2. Kemampuan
menghafal bacaan surat-surat pendek adalah “Kecakapan atau keahlian didalam
mengucapkan lafadz-lafadz dalam bacaan surat-surat tersebut tampa melihat dari
sumber yang ada”
3. Al-Qur’an Hadits
adalah salah satu mata pelajaran di MI yang menekankan pada lafadz terhadap
surat-surat pendek dalam Al-Qur’an, dan pengenalan makna atau arti terhadap
surat-surat pendek dan hadits-hadits terhadap akhlak terpuji untuk di amalkan
dalam kehidupan sehari-hari melalui keteladatan dan pembiasaan.
4. Metode Drill
adalah suatu kegiatan melakukan hal yang sama, berulang-ulang secara
sungguh-sungguh dengan tujuan untuk memperikuat suatu asosiasi atau
menyempurnakan suatu kertampilan agar menjadi bersifat permanen.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1
Pengertian Penerapan Al-Qur’an Hadits
a. Pengertian
Penerapan
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) oleh Alwi (2005:2043) Pengertian penerapan
adalah perbuatan menerapkan.
Sedangkan
menurut Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengenbangan Bahasa (2005:333)
penerapan adalah suatau perbuatan mempraktekan suatu teori, metode dan hal lain
untuk mencapai tujuan tertentu dan untuk kepentingan yang diinginkan oleh suatu
kelompok atau golongan yang telah terencana dan tersusun sebelumnya.
b. Pengertian
Al-Qur’an
Secara Etimilogi, lafazh Alqur’an (القُرأَÙ†ُ)
merupakan bentuk masbdar dari qara’a (قرَØ£َ) yang
bermakna Tala (تَللآ),
yakni membaca. Kemudian
makna yang mashdariyah ini dijadikan nama untuk firman Allah SWT. Dengan
mengubahnya menjadi makna maf’ul, yakni maqru’un artinya yang
dibaca (M.Sayyid
Thanthawi, 2013:23)
Adapun secara terminology, Al-Quran
ialah firman Allah SWT, yang
mu’jiz (dapat melemahkan orang orang-orang yang menentangnya),
diturunkan kepada Rasulullah SAW, tertulis dalam mushaf, disampaikan secara
mutawatir, dan membaanya dinilai ibadah (M.Sayyid Thanthawi, 2013:24)
Qur’an mempunyai
arti mengumpulkan dan menghimpun, dan qir’ah berarti menghimpun
huruf-huruf dan kata-kata satu dengan yang lainnya dalam suatu ucapan yang
tersusun rapi (Mudzakir, 2015:15)
c. Pengertian
Hadits
Hadits merupakan sumber hukum yang kedua
setelah Al-Qur’an. Adapun definisi Hadits sebagaimana dikemukakan oleh
jumhurul-muhadadditsi yang artinya:
“Ialah
sesuatu yang disadarkan kepada Nabi Muhammad SAW, baik berupa perkataan,
pernuatan, pernyataan (Taqrir), dan yang sebagainnya.”(Fatchur Rahman:20)
Jadi definisi hadits adalah sesuatu yang
didasarkan kepada Nabi Muhammad, baik yang berupa perkataan, pernyataan, atau
yang lainnya.
Dari berbagai penjelasan diatas dapat
disimpulkan bahwa Alqur’an Hadits itu
mengandung empat macam unsur diantaranya yaitu: Perkataan, perbuatan, pernyaan
atau sifat atau keadaan yang disandarkan pada Nabi.
Adapun
Hadits itu harus ada tiga unsur, diantaranya yaitu:
a. Sanad atau
Thoriq
b. Matan Hadits
c. Rawi adalah
orang yang menyampaikan atau menuliskan dalam bentuk kitab apa-apa yang pernah
didengar dan diterimanya dari seseorang atau Gurunya (Fatchur Rahman:29
2.2
Pengertian Kemampuan Menghafal Al-Qur’an Hadits
Tim penyusun kamus pusat pembinaan dan
pengembangan bahasa (2005:333) kemampuan menghafal adalah kemampuan untuk
meresapkan kedalam fikiran agar selalu ingat. Sedangkan kata bacaan dapat
diartikan dibaca (di ucapkan). Dalam konteks bacaan surat-surat pendek yang
harus diucapkan beberapa lafadz dari tulisan surat-surat Al-Qur’an dalam habasa
Indonesia maupun bahasa Arab.
Dari
uraian diatas dapat disimpulkan bahwa “Kemampuan menhafal bacaan surat-s urat
pendek” mengandung arti “Kecakapan atau keahlian didalam mengucapkan
lafadz-lafadz dalam bacaan surat-surat pendek
tampa melihat dari sumber yang ada”.
2.3
Penerapan Metode Drill
1. Definisi Metode
Drill
Sebelum membahas apa itu metode drill
terlebih dahulu mengetahui apa itu metode pembelajaran dan metode pengajar.
Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guru untuk menyampaikan pelajaran kepada siswa. Karena penyampaian itu
berlangsung dalam interaksi edukatif. Mengajar pada hakekatnya merupakan upaya
guru dalam menciptakan situasi belajar, metode yang digunakan guru harus mampu
menumbuhkan berbagai kegiatan belajar bagi siswa sehubungan dengan kegiatan
mengajar. Dengan kata lain, proses belajar mengajar merupakan proses interaksi
edukatif antara guru yang menciptakan suasana belajar dan siswa yang memberi
respons terhadap usaha guru tersebut.
Metode
pembelajaran yang ditetapkan guru memungkinkan banyak belajar proses (learning
by process), bukan hanya belajar produk (learning by product).
Belajar produk pada umumnya hanya menekankan pada segi kognitif, sedangkan
belajar proses dapat memungkinkan tercapainya tujuan belajar dari segi
kognitif, efektif (sikap) maupun psikomotorik (keterampilan). Oleh karena itu,
pembelajaran harus diarahkan untuk mencapai sasaran tersebut, yaitu lebih
banyak menekankan pembelajaran melalui proses. Gagne dan Riggs dalam hal ini
melihat pentingnya proses belajar siswa secara aktif dalam pembelajaran.
Metode mengajar adalah cara guru
memberikan pelajaran dan cara murud menerima pelajaran pada waktu pelajaran
berlangsung, baik itu dalam bentuk bentuk pemberitahuan atau motivasi. Karena
metode merupakan untuk menciptakan proses belajar mengajar yang kondusif.
Dalam hal ini interaksi antara guru dan
siswa sangat diperlukan karena guru berperan sebagai penggerak atau pembimbing,
sedangkan siswa berperan sebagai penerima atau pembimbing. Proses interaksi ini
akan berjalan dengan baik jika siswa lebih aktif ketika pembelajaran
berlangsung dibandingkan guru.
Untuk mendapatkan hasil belajar yang
optimal guru harus mampu menentukan metode yang tepat dalam pembelajaran. Dalam
hal ini metode Drill adalah suatu cara yang tepat dimana siswa melaksanankan
kegiatan atau latihan dengan sendirinya dan guru hanya mengontrol, mengarahkan,
hal ini bertujuan agar siswa memiliki ketangkasan atau keterampilan yang lebih
tinggi dari apa yang dipelajari.
Metode Drill atau latihan digunakan
untuk memperoleh sesuatu ketrampilan apa yang telah dipelajari dalam pendidikan
dan pengajaran dengan melatih sisw terhadap bahan pelajaran yang sudah
diberikan. Adapun pengertian lainnya (Winarno Surachmad, 1979:76) Dimaksudkan
untuk memperoleh suatu ketangkasan atau keterampilan latihan dari apa yang
telah dipekajari, karena dengan melakukannya secara praktis suatu pengetahuan
dapat disempurnakan dan disiap-siagakan.
Dalam pembelajaran pendidikan agama
islam, materi yang bisa diajarakan dengan metode drill merupakan materi yang bersifat
pembiasaan, mengulang, seperti sholat, menghafani jenajah baca tulis Al-Qur’an
dan lain-lain yang membutuhkan waktu yang lama.
Menurut Zahairini dkk, (2003:106),
metode drill adalah satu kegiatan melakukan hal yang sama berulang-ulang secara sungguh-sungguh dengan
tujuan untuk memperkuat suatu asosiasi atau menyempurnakan suatu kegiatan
keterampilan agar menjadi bersifat permanen.
Dari berbagai penjelasan di atas dapat
disimpulkan bahwa Metode Drill adalah metode pengajaran dengan cara membiasakan
anak-anak untuk dapat memiliki kemampuan yang diharapkan baik perbuatan maupun
ucapan dengan demikian dapat membentuk kemampuan daya ingat yang kuat serta
pengucapan yang fasih.
Adapun langkah-langkah penggunaan metode
drill, lebih lanjut Dra. Zuhairini dkk (2003: 106) memaparkan bahwa penggunaan
metode drill dapat diatur sedemikian
rupa sehingga bersifat menarik dan dapat menimbulkan motivasi be;ajar anak.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan
langkah-langkah penggunaan metode drill
a.
Siswa harus diberi pengertian yang mendalam sehingga
siswa paham dengan apa yang dipelajari
b.
Latihan yang diberikan tidak mempersulit siswa dan
hendaknya bersikap diagnostik
c.
Pada taraf permulaan jangan diharapkan reproduksi
yang sempurna.
d.
Dalam percobaan kembali harus diteliti kesulitan
yang timbul.
e.
Respon yang benar harus diperkuat.
f.
Baru diadakan variasi, perkembagan arti dan control.
g.
Masa latihan secara relative singkat, tetapi harus
sering dilakukan sehingga mempermudah siswa.
h.
Dalam latihan harus memperhatikan kedua faktor yaitu
ketepatan, kecepatan jika keduanya diterapkan maka dapat tercapai tujuan tsb.
i.
Sebelum melaksanakan, siswa harus mengetahui
terlebih dahulu apa arti dari latihan itu sendiri.
j.
Ia perlu menyadari latihan tersebut dapat bermanfaat
untuk dirinya sendiri di kehidupan selanjutnya.
k.
Ia perlu mempunyai sikap bahwa latihan-latihan itu
diperlukan untuk melengkapi belajar (Surakhmad, 2004:89)
2. Keuntungan atau
kelebihan metode drill
a.
Bahan pelajaran yang diberikan dalam suasana yang
sungguh-sungguh dan berulang akan lebih kokoh dalam ingatan murid, karena
seluruh pikiran, perasaan, kemauan, dikonsentrasikan pada pelajaran yang
dilatihnya.
b.
Anak didik akan dapat mempergunakan daya fikirnya
dengan bertambah baik, karena dengan pengajaran yang baik maka anak didik akan
menjadi lebih teratur, teliti dan mendorong daya ingatnya.
c.
Adanya pengawasan, bmbingan dan koreksi yang segera
serta langsung dari guru, memungkinkan murid untuk melakukan perbaikan
kesalahan saat itu juga. Hal ini dapat menghemat waktu belajar disamping itu
juga murid langsung mengetahui prestasinya (Djajadisastra, 2007:22)
1. Kelemahan metode
Drill
a. Latihan yang
dilakukan dibawah pengawasan yang ketat dan suasana serius serta berulang-ulang
mudah sekali menimbulkan kebosanan.
b. Tekanan yang
lebih berat yang diberikan setelah murid merasa bosan atau jengkel tidak akan
menambahkan gairah belajar dan menimbulkan keadaan psikis berupa mogok
belajar/latihan.
c. Latihan yang
terlampau berat dapat menimbulkan perasaan benci dalam diri murid, baik
terhadap pelajaran maupun terhadap guru.
d. Latihan yang
selalu diberikan guru dibawah bimbingan dapat melemhkan inisiatif maupun
kreatif siswa.
2. Mengurangi
kelemahan metode drill
a. Seorang guru
menuntut dari murid suatu respons yang sempurna, reaksi yang tepat.
b. Jika terdapat
kesulitan pada murid saat-saat merespon, mereaksi hendaknya guru segera
meneliti sebab yang menimbulkan kesulitan.
c. Berikan
penjelasan-penjelasan baik bagi reaksi atau respon yang benar maupun salah. Hal
ii perlu dilakukan agar murid dapat mengevaluasi kemajuan dari latihanya.
d. Usaha murid
memiliki ketepatan merespon kemudian kecepatan merespon.
e. Istilah-istilah
baik berupa kata-kata maupun kalimat-kalimat yang digunakan dalam latihan hendaknya
dimengerti oleh murid
BAB III
METODE
PENELITIAN
3.1
Pendekatan Dan Jenis Penelitian
Berdasarkan pada judul penelitian yaitu:
Penerapan Metode Drill Dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal Surat Surat
Pendek Matapelajaran Al-Quran Hadis
Kelas 3 di SD IT KOTA DOMPU.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). PTK
adalah sebuah bentuk kegiatan refleksi diri yang dilakukan oleh para pelaku
pendidikan dalam saat situasi kependidikan untuk memperbaiki rasionalitas dan
keadilan tentang: a) Praktik-praktik kependidikan, b) pemahaman tentang
praktik-praktik tersebut, dan c) situasi dimana praktik-praktik tersebut
dilaksanakan (Kunandar, 2008:46).
Penelitian
Tindakan Kelas (PTK) adalah upaya untuk meningkatkan mutu pembelajaran yang
dilakukan oleh guru untuk mencoba dengan sadar mengembangkan kemampuan dalam
mendeteksi dan memecahkan masalah-masalah yang terjadi dalam pembelajaran
dikelas melalui tindakan bermakna yang diperhitungkan dapat memecahkan masalah
atau memperbaiki situasi dan kemudian secara cermat mengamati pelaksanaan untuk
mengukur tingkat keberhasilannya (Kunandar, 2008:41)
Penelitian
Tindakan Kelas merupakan rangkaian tiga buah kata yang masing-masing dapat
dijelaskan sebagai berikut:
a.
Penelitian menunjukan pada suatu kegiatan yang
mencermati suatu objek dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu
untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu
suatu hal yang menarik minat dan pentingting bagi peneliti
b.
Tindakan menunjuk pada suatu gerak kegiatan yang
dengan sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Dalam hal ini, gerak kegiatan
adalah adanya siklus yang terjadi secara berulang-ulang untuk siswa yang
dikenai suatu tindakan.
c.
Kelas dalam hal ini tidk terikat pada pengertian ruang
kelas, tetapi mempunyai makna yang lain. Seperti sudah lama dikenal sejak
jamannya, pendidikan Johann Amos Comenius pada abad ke-18, yang dimaksud dengan
“Kelas” dalam konsep pendidikan dan pengajaran adalah sekelompok peserta didik
yang dalam waktu yang sama, belajar hal yang sama dari pendidikan yang sama
(Suharismi dkk, 2015:2 )
Menurut
Kemmis dan Mc Taggart desain penelitian tindakan kelas terdiri dari empat tahap
yaitu: perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observasing), dan
refleksi (reflecting) (Suharsimi, Arikunto 2006:16). Untuk lebih jelasnya
mengenai tahap-tahap desain penelitian tersebut, berikut penjelasannya
![]() |
|||||||
![]() |
|||||||
|
|||||||
Pendekatan yang digunakan peneliti
yaitu menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan analisis data
dengan menata dan menelaah secara sistematis semua data yang diperoleh, dan
bukan angka-angka karena penelitian kualitatif lebih meningkatkan segi proses proses
daripada hasil. Peneliti mengamatiny dalam hubungan sehari-hari, kemudia
menjelaskan tentang sikap yang diteliti (Lexy J, Moleong 2000:3)
Dari
pengertian di atas dapat disimpulkan kualitatif adalah suatu prosedur
penelitian yang mendeskripsikan perilaku orang, peristiwa atau tempat tertentu
secara rinci dan mendalam.
3.2
Seting Penelitian
Lokasi penelitian dalah tempat yang
digunakan dalam melakukan peneliti untuk mendapatkan data yang diinginkan.
Penelitian ini bertempat di SD IT KOTA
DOMPU. Dalam pemilihan lokasi ini peneliti mempunyai beberapa alasan dan
pertimbangan diantaranya yaitu: a) disamping letak SD IT KOTA DOMPU letaknnya dekat, peneliti juga juga
sudah pernah melakukan observer di tempat tersebut.
3.3
Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah siswa
kelas 3 SD IT . Adapun pelaksanaan tindakan adalah guru mata pelajaranAl-Qur’an
Hadits dengan peneliti sendiri. Penelitian ini dilakukan di SD IT pada siswa kelas 3 dengan jumlah 36 siswa yang
terdiri dari 10 siswa perempuan dan 26 siswa laki-laki. Penelitian ini
dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung.
Objek
penelitian merupakan patokan yang menjadi perhatian dalam suatu penelitian,
adapun objek penelitian menjadi sasaran dalam penelitian yaitu untuk mendapatkan jawaban atau solusi dari
pemasalahan yang sedang terjadi. Menurut Sugiyono (2010:41) mendefinisikan
bahwa yang dimaksud dengan objek penelitian adalah sebagai berikut:
“Objek
penelitian adalah sasaran ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan
tertentu tentang sesuatu hal objektif, valid dan reliable tentang suatu hal
(variabel tertentu)”. Objek dalam penelitian ini adalah mengenai Good Corporate
Governance, Earning Power dan Manajemen Laba Perusahaan Peserta CGPI yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
3.4
Sumber Data
Sumber data menurut laflond dan lofland
(1987:47) sumber data utama dalam meneliti kualitatif adalah kata-kata dan
tindakan, selebihnya yaitu data tambahan seperti dokumen dan lain-lain (Luxy J,
moelong 2010:157), dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa sumber data
ada dua macam diantaranya yaitu: sumber data primer dan sumber data sekunder
3.5
Prosedur Penelitian
1.
Perencanaan
a. Membuat Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pembelajaran Al-Qur’an Hadits dengan menggunakan
Metode Drill
b. Membuat insrumen
penilaian untuk mengetahui kemampuan siswa dalam aspek kognitif, psikomotorik
selama proses pembelajaran
2.
Pelaksanaan tindakan
a. Melaksanakan
pembelajaran seperti yang telah direncanakan
b. Melaksanakan
observasi terhadap proses pembelajaran berlangsung di kelas 3
3.6
Teknik Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data yang objektif dan
akurat, peneliti menggunakan metode penggumpulan data sebagai berikut:
1. Interview
(Wawancara)
Wawancara adalah instrument pengumpulan data yang
digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya (Subana dkk,
2000:29)
wawancara yaitu percakapan dengan
maksud tertentu dan percakapan itu dilakukan oleh dua pihak yang terkaid yaitu interviewer
(pewawancara) yang mengajukan pertanyaan dan interviewer (yang
diwawancarai) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Lexy. J dan Moleong,
2000:186)
2.
Observasi
Dalam penelitian ini peneliti
menggunakan pengamatan tidak berperan serta atau Observasi non partisipan (Lexy
J dan Moleong, 2000:216)
Observasi adalah suasana proses
pengamatan dan perencanaan secara sistematis, logis, objektif dan rasional
mengenai berbagai fenomena, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam
situasi buatan untuk mencapai tujuan tertentu. Observasi tidak hanya digunakan
dalam kegiatan evaluasi, tetapi juga dalam bidang penelitian terutama
penelitian kualitatif (Kualitatif research) (Zainal Arifin, 2013:153)
Tujuan utama dalam Observasi adalah
(1) untuk mengumpulkan data dan informasi mengenai suatu fenomena, baik berupa
peristiwa maupun tindakan, baik dalam situasi yang sesungguhnya maupun dalam
situasi buatan, (2) untuk mengukur perilaku kelas (baik perilaku guru maupun
perilaku peserta didik) (Zainal Arifin, 2013:153)
Observasi mempunyai beberapa
karakter, antara lain (1) mempunyai arah dan tujuan yang jelas (2) bersifat
ilmiah, yaitu dilakukan secara sistematis, logis, kritis, objektif dan rasional
(3) terdapat berbagai aspek yang akan diobservasi (4) praktik penggunaannnya
(Zainal Arifin, 2013:154)
Sutrisno Hadi (1986) mengemukakan
bahwa, observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang
tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantara yang
terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan.
Dari segi proses pelaksanaan
pengumpulan data, observasi dapat dibedakan menjadi participant observation (Observasi
berperan serta) dan non participant observation, maka observasi dapat
dibedakan menjadi observasi tersruktur dan tidak terstruktur (Sugiyono,
2014:145)
3.
Tes Lisan
S.
Hamid Hasan (1988) menjelaskan “Tes adalah alat pengumpulan data yang dirancang
secara khusus Sedangkan Conny Semiawan S. (1986) mengemukakan “Tes adalah alat
pengukur (Zainal Arifin, 2013:3)
Tes
lisan adalah tes yang menuntut jawaban dari peserta didik dalam bentuk lisan
(Zainal Arifin, 2013:148).
Kelebihan
tes lisan antara lain: 1) dapat mengetahui langsung kemampuan peserta didik
dalam mengemukakan pendapatnnya secara lisan 2) tidak perlu menyusun soal-soal
secara terurai, tetapi cukup mencatat pokok-pokok permasalahannya saja 3)
kemungkinan peserta didik akan menerka-nerka jawaban yang berspekulasi dapat
dihindari. Sedangkan Kelemahannya adalah: memakan waktu yang cukup banyak,
apalagi jumlah peserta didiknya banyak (Zainal Arifin, 2013:149).
3. Dokumentasi
Dokumentasi
yaitu pengambilan data dengan menggunakan dokumen-dokumen yang ada di lokasi.
Menurut Grub dan Lincoln dokemen adalah setiap pernyataan tertulis yang sisusun
oleh seseorang atau lembaga untuk keperluan pengujian suatu peristiwa atau
penyajian akuntik (Lexy, J dan Moleong 2000:161)
3.7 Instrumen
Penelitian
Pada prinsipnya peneliti adalah
melakukan pengukuran terhadap fenomena sosial maupun alam. Peneliti dengan data
yang sudah ada lebih tepat kalau
dinamakan membuat laporan dari pada melakukan penenlitian. Namun demikian dalam skala yang
paling rendah laporan juga dapat dinyatakan sebagai bentuk penelitian (Emory,
1985).
Jadi
instrument adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun
sosial yang diamati secara spesifik semua fenomena itu disebut variabel
peneliti (Sugiyono, 2014:102)
Instrumen
penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam
mengumpulkan data agar lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih
cermat, lengkap, dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Instrumen yang
digunakan dalam peneliti ini adalah sebagai berikut:
a.
Peneliti
Dalam
penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah
peneliti itu sendiri, yang berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan
sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data,
analisis data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas temuannya
(Sugiyono, 2009:222)
b.
Lembar Observasi
Lembar
observasi yang digunakan adalah lembar observasi pembelajaran yang berisi
pedoman dalam melaksanakan pengamatan proses pembelajaran matematika. Data yang
dikumpulkan adalah data mengenai pelaksanaan pembelajaran dan aktivitas siswa
selama mengikuti pembelajaran. Lembar observasi digunakan sebagai pedoman
ketika melakukan pengamatan untuk mendapatkan data yang akurat dalam
pengamatan.
c.
Pedoman Wawancara
Wawancara
dilakukan secara alami dan acak kepada siswa dan guru mengenai aktivitas,
tanggapan selama proses pembelajaran. Selain itu wawancara disusun untuk
menerangkan dan mengetahui hal-hal yang tidak dapat atau kurang jelas diamati
pada saat observasi.
d.
Dokumentasi
Dokumentasi
merupakan media untuk memperoleh gambar visualisasi mengenai aktivitas siswa
selama proses pembelajaran berlangsung. Dokumentasi yang digunakan meliputi
data-data yang terkait dengan siswa, baik berupa nilai maupun foto yang
menggambarkan aktivitas siswa pada saat mengikuti pembelajaran.
e.
Tes
Tes
digunakan untuk menggali data berupa hasil skor tes.
3.8 Teknis Analisis
Data
Menurut beberapa pakar pendidikan bahwa
analisis data sangat berperan penting dalam sebuah penelitian. Adapun yang
dimaksud dengan analisis data adalah sebagaimana yang diuraikan oleh beberapa
pakar berikut ini:
Menurut
patton adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya kedalam suatu
pola, kategori dan suatu uraian dasar, sedangkan menurut bagdan Taylor (1975:79)
mendefinisikan analisis data sebagai proses
yang merinci usaha formal untuk menemukan tema dan menentukan hipotesis
(ide) seperti yang disarankan oleh data sebagai usaha untuk memberikan bantuan
pada tema dan hipotesis kerja itu (Luxy, J dan Moleong, 2000:216)
a.
Reduksi data
Reduksi
data yaitu proses penelitian penyederhanaan data yang masih kasar. Hal ini
dapat dilakukan peneliti dengan membuat ringkasan atau memilih hal-hal yang
sesuai dengan bentuk uraian yang lengkap dengan cara dirangkum.
b.
Penyajian data
Setelah
data direduksi, maka langkah selanjutnya yaitu dengan melakukan penyajian data.
Menurut sugiyono (2007:95), penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian
singkat.
c.
Verifikasi
Setelah
data disajikan maka dapat disimpulkan. Pada kesimpulan awal masih bersifat sementara
dan akan berubah bila ditemukan bukti-bukti yang mendukung pada tahap
pengumpulan data berikutnnya. Akan berbeda jika kesimpulan dikemukakan pada
tahap pada tahap awal, hal ini di dukung oleh bukti-bukti yang valid dan
konsisten saat penelitian kembali kelapangan menggumpulkan data, jadi
kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang real.
d.
Pengumpulan Data
Peneliti
mencata semua data secara obyektif dan apa adanya sesuai dengan observasi dan
wawancara dilapangan.
3.9 Teknis
Pengecekan Ke Absahan Data
Dalam rangka memperoleh kesimpulan yang
tepat dan obyektif diperlukan krebilitas data untuk membuktikan bahwa apa yang
berhasil dikumpulkan sesuai dengan kenyataan apa yang dalam setting penelitian.
Untuk
mendapatkan hasil yang obtimal data tentang penggunaan metode drill dalam
meningkatkan kemampuan menghafal surat-surat pendek pada matapelajaran
Al-Qur’an Hadits.
DAFTAR PUSTAKA
Sanjaya, Wina. 2006. Strategi
Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group
Undang-Undang Republik
Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta:
Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Pasal 3:9
Khoiri, Ilham. 1999 Al-Quran dan Kaligrafi Arab. Jakarta: PT Logos
Wacana ilmu
Al Munawar Husain Said Agil. 2005.
Aktualisasi Nilai-Nilai Qur’an Dalam Sistem Pendidikan Islam. Ciputat:
PT Ciputat Press
Suyono dan Hariyanto. 2015. Implementasi Belajar dan Pembelajaran.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset
Arikunto,
Suharsimi dkk. 2015. Penelitian Tindakan Kelas Edisi Revisi.Jakarta: PT
Bumi Aksara
Tanthawi, Sayyid Muhammad. 2013. Ulumul Qur’an.Jogjakarta:
IRCiSoD
Mudzakir. 2015. Studi Ilmu-Ilmu Qur’an.
Bogor: Pustaka Litera Antar Nusa
Fatchur Rahman. Ikhtiar Mustalakhul Hadits.
Bandung: Al Mu’arif
Arifin, Zainal. 2013. Evaluasi Pembelajaran.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Sugiyono. 2014. Metode
Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta CV
Lexy J, Moleong.
2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda karya
![]() |





Komentar
Posting Komentar