PENELITIAN MI BUSTANUL ULUM KOTA BATU



PENGGUNAAN MEDIA EX REGION BRIDGE                                                    UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN SISWA KELAS VI A MI BUSTANUL ULUM KOTA BATU TENTANG MATERI DASAR NEGARA


Disusun Oleh :
1.      EKA WAHYU SETYO RINI                           NPM 21501013050
2.      JUNARI YULIANTI                                         NPM 21501013045



Description: H:\logo unisma malang.png.jpg



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM MALANG
2018


LEMBAR PENGESAHAN


Laporan Pembelajaran ini telah disetujui dan disahkan pada tanggal 14 September 2018,


   Mengetahui
Guru Pamong,                                                                   Dosen Pembimbing Lapangan,



(..................................)                                                         (............................................)

Mengesahkan,
Kepala Madrasah



(..................................)









ABSTRAK
Rini, Eka Wahyu Setyo, dan yulianti, junari. 2018. Penggunaan Media Ex Region Bridge untuk Meningkatkan Pembelajaran Siswa Kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu tentang Materi Dasar Negara. Penelitian Tindakan Kelas, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang.
Kata Kunci : Pemahaman tentang Materi Dasar Negara, Media Ex Region Bridge
            Sering dijumpai di Madrasah Ibtidaiyah atau Sekolah Dasar bahwa kualitas pemahaman pembelajaran pendidikan kewarganegaraan terutama tentang materi Dasar Negara semakin rendah. Rendahnya kualitas pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ini biasanya dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang monoton, yang hanya fokus dengan satu metode saja. Sehingga pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang seharusnya berlangsung secara menyenangkan dan membuat siswa aktif menjadi kegiatan belajar mengajar yang pasif dan tidak melibatkan siswa, seringkali membuat siswa bosan dan menjadi tidak suka akan pembelajaran tersebut. Menanggapi hal itu, Guru dituntut aktif, kreatif, dan berinovatif untuk menciptakan lingkungan kelas yang kondusif dan menyenangkan sehingga siswa yang dulunya pasif bisa ikut serta aktif dalam kegiatan belajar mengajaryang nantinya akan berdampak positif pada siswa yaitu peningkatan proses maupun hasil belajar dan pemahaman siswa.
            Dalam konteks ini, maka upaya peningkatan kualitas pemahaman harus dilakukan. Adapun upaya yang dimaksud diantaranya melalui penggunaan media ex region bridge dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tentang materi Dasar Negara di kelas VI A Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka digunakan rancangan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dan jenis penelitian yang dipilih adalah penelitian tindakan kelas (PTK) . Tahapan penelitiannya mengikuti model Lewin menurut Elliot, yaitu meliputi mengidentifikasi masalah, memeriksa lapangan, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi serta revisi perencanaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengukuran hasil tes belajar. Terdiri dari data kualitatif dan kuantitatif.
            Hasil penelitian menunjukkan 1. Perencanaan pembelajaran menggunakan media ex region bridge dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas VI A Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota. Batu diawali dengan : a. Menjabarkan Kompetensi Dasar dalam silabus kedalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), b. Menentukan media dan metode yang akan diterapkan. 2. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media ex region bridge dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas VI A Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu tentang Materi Dasar Negara, guru menggunakan beberapa metode pembelajaran seperti kerja kelompok/ team quis, diskusi, ceramah, dan tanya jawab guna membantu dalam penyampaian pesan dan meningkatkan partisipasi siswa di kelas. 3. Penilaian proses dan hasil penggunaan media ex region bridge dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa kelas VI A Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu menunjukkan bahwa; siswa terlihat lebih bersemangat;  suasana kelas menjadi hidup; berani dalam mengemukakan pendapat; percaya diri, perasaan malu dan takut sudah hilang, serta menumbuhkan minat baca siswa. Secara kuantitatif hasil tes juga menunjukkan tingkat keberhasilan yang tinggi. Yaitu 90 % siswa dinyatakan tuntas, sedangkan sebelum adanya tindakan terdapat 50 % saja yang nilainya tuntas dari KKM yang ditentukan. Berdasarkan data ini menunjukkan bahwa penggunaan media ex region bridge dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Indonesia mengalami peningkatan sebesar 40%.












KATA PENGANTAR
Alhamdulillah kami panjatkan puji syukur kami kehadirat Alloh SWT. Sehingga penulis telah menyelesaikan Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum ini dengan tepat waktu.
            Salah satu tujuan penulis dalam menulis laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah sebagai dokumentasi dan juga bentuk evaluasi Penelitian Tindakan Kelas. Laporan yang penulis buat ini berdasarkan data-data yang valid yang telah dikumpulkan dalam berbagai metode.
            Penulis menyampaikan terima kasih kepada beberapa pihak yang ikut mendukung proses pembuatan laporan ini hingga selesai. Yaitu :
1.      Bapak H.S.R. Fauzi, S.pd, selaku Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota. Batu yang sudah mengizinkan penulis melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
2.      Bapak Ibu Guru Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum yang telah membimbing penulis selama Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berlangsung.
3.      Bapak Yoyok Amirudin, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) selama Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini berlangsung.
4.      Orang tua penulis sebagai pendukung utama segala kegiatan yang penulis lakukan.
Penulis menyadari atas ketidaksempurnaan penyusunan Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)  ini. Tak ada yang penulis bisa berikan selain do’a dan rasa terima kasih yang tulus kepada para pendukung. Namun tidak lupa juga masukan yang berguna seperti saran atau kritik dari para pembaca sangat diharapkan oleh penulis. Penulis tetap berharap laporan ini akan memberikan manfaat bagi para pembaca. Demi kemajuan penulis, penulis juga mengharapkan adanya masukan beberapa kritik atau saran yang berguna. Terima kasih.

            Malang, 13 Agustus 2018

            Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL i
LEMBAR PERSETUJUAN ii
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI iv
                                                                                                          
BAB I PENDAHULUAN 1
A.    Konteks Penelitian 1
B.     Fokus Penelitian 3
C.    Tujuan Penelitian 4
D.    Manfaat Penelitian 4
BAB II KAJIAN PUSTAKA 5
A.    Kajian Teori 5
B.     Hasil Penelitian Terdahulu 7
BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN 8
A.    Subjek Penelitian 9
B.     Deskripsi Persiklus Kegiatan 10
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.................................................11
A.    Deskripsi Persiklus...................................................................................................21
1.      Pra Siklus............................................................................................................23
2.      Siklus 1................................................................................................................26
3.      Siklus 2................................................................................................................29
4.      Siklus 3 ...............................................................................................................33
B.     Pembahasan dari Setiap Siklus ..............................................................................36
BAB V PENUTUP..............................................................................................................41
A.    Kesimpulan ............................................................................................................43
B.     Saran ......................................................................................................................43
DAFTAR RUJUKAN
LAMPIRAN-LAMPIRAN


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Konteks Penelitian
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif  mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, Ahklak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, dan Negara  Negara (Wina Sanjana 2006:2)
Sumber daya manusia salah satu faktor penting dalam keberhasilan pembangunan segala bidang. Hingga kini pendidikan masih diyakini sebagai wadah dalam sumber daya manusia, maka peningkatan mutu pendidikan merupakan hal yang wajib dilakukan secara berkesinambungan guna menjawab perubahan jaman.
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan dapat dicapai melalui penataan pendidikan dengan baik “Dalam konteks pembaharuan pendidikan ada tiga isu utama yang perlu disoroti, yaitu pembaharuan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, dan efektifitas metode pembelajaran” (Nurhadi dkk, 2003:1)
Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional (Depak, 2012:6) menegaskan bahwa Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan bentuk watak serta peradapan bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Sumber daya manusia salah satu faktor penting dalam keberhasilan pembangunan segala bidang. Hingga kini pendidikan masih diyakini sebagai wadah dalam sumber daya manusia, maka peningkatan mutu pendidikan merupakan hal yang wajib dilakukan secara berkesinambungan guna menjawab perubahan jaman.
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan dapat dicapai melalui penataan pendidikan dengan baik “Dalam konteks pembaharuan pendidikan ada tiga isu utama yang perlu disoroti, yaitu pembaharuan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, dan efektifitas metode pembelajaran” (Nurhadi dkk, 2003:1)
Pendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan yang mengingatkan kita akan pentingnya nilai-nilai hak dan kewajiban suatu warga negara agar setiap hal yang dikerjakan sesuai dengan tujuan dan cita-cita bangsa dan tidak melenceng dari apa yang diharapkan. Karena dinilai penting, pendidikan ini sudah diterapkan sejak usia dini di setiap jenjang pendidikan mulai dari yang paaling dini hingga pada perguruan tinggi agar menghasilkan penerus-penerus bangsa yang berompeten dan siap menjalankan hidup berbangsa dan bernegara. Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan bangsa, wawasan nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri para calon-calon penerus bangsa yang sedang mengkaji dan akan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni.
Sering dijumpai dibanyak Madrasah Ibtidaiyah atau Sekolah Dasar pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan banyak tak diminati oleh siswa, dikarenakan banyak faktor yang mempengaruhi misalkan dari cara penyampaian guru mengajar atau pun siswa yang memang tidak minat akan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Terkadang ada juga yang memiliki minat besar terhadap pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tetapi mereka sangat sulit untuk memahami materi yang disampaikan oleh guru pembimbing mereka. Oleh karena itu untuk meningkatkan minata ataupun pemahaman siswa dalam proses penyampaian mataeri Pendidikan Kewarganegaraan ini, guru harus aktif dan berinovasi untuk menciptakan lingkungan atau kondisi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang kondusif, serta membuat siswa aktif, senang, dan tertarik dengan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Disini peneliti mendapatkan tips untuk itu yaitu dengan adanya ide kreatif membuat media, yaitu yang peneliti beri nama media Ex Region Bridge.
Media Ex Region Bridge merupakan media yang tepat untuk diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tentang materi Dasar Negara sehingga peneliti termotivasi untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas yang berjudul : Penggunaan Media Ex Region Bridge Untuk Meningkatkan Pembelajaran Siswa Kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu Tentang Materi Dasar Negara


B.     Fokus Penelitian
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan fokus dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.    Bagaimana penggunaan media Ex Region Bridge dalam meningkatkan pembelajaran siswa kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu tentang materi Dasar Negara ?
2.    Bagaimana hasil penggunaan media Ex Region Bridge dalam meningkatkan pembelajaran siswa kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu tentang materi Dasar Negara ?

C.    Tujuan Penelitian
Adapaun tujuan dari penelitian ini diantaranya yaitu:
1.         Mendeskripsikan dan menganalisis penggunaan media Ex Region Bridge dalam meningkatkan pembelajaran siswa kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu tentang materi Dasar Negara ?
2.         Mendeskripsikan hasil penggunaan media Ex Region Bridge dalam meningkatkan pembelajaran siswa kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu tentang materi Dasar Negara ?

D.    Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan bisa memberikan konstribusi dalam upaya meningkatkan pembelajaran siswa kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu, khususnya pada kegiatan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tentang Materi Dasar Negara di kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu, adapun secara rinci kegunaan tersebut diantaranya:
1.      Siswa
ü  Dengan media Ex Region Bridge, siswa dapat dengan mudah memahami materi terkait Dasar Negara
ü  Dengan media Ex Region Bridge, siswa dapat lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar

ü  Dengan media Ex Region Bridge, akan menumbuhkan keberanian siswa untuk menjawab pertanyaan dari media Ex Region Bridge
ü  Dengan media Ex Region Bridge, akan menumbuhkan keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat
2.      Guru
ü  Dengan media Ex Region Bridge, akan mempermudah guru dalam mengajar Pendidikan Kewarganegaraan tentang Materi Dasar Negara
ü  Dengan media Ex Region Bridge, guru akan menarik perhatian siswa dalam kegiatan belajar Pendidikan Kewarganegaraan
ü  Dengan media Ex Region Bridge, akan membantu guru dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh guru
ü  Mengembangkan kreativitas guru dalam melaksanakan pembelajaran
3.      Lembaga
ü  Dengan media Ex Region Bridge, akan menjadi pijakan dasar untuk lembaga atau sekolah dalam kaitannya menentukan Kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan yang lebih baik
ü  Untuk meningkatkan kualitas Madrasah atau Sekolah














BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.    Kajian Teori
1.      Hakikat Media
a.    Media
Secara harafiah kata “media” berasal dari bahasa Latin, yang merupakan bentuk jamak dari “medium” yang berarti perantara atau alat (sarana) untuk mencapai sesuatu. Association for Education and Communication Technology (AECT) mendefinisikan media adalah segala bentuk yang dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi.
Dalam kamus ilmuah popular, media berarti perantara (informasi); penengah, wahana ; wadah. Media juga disebut sebagai alat peraga, audio visual, instruksional material atau sekarang ini media lebih dikenal dengan media pembelajaran atau media instruksional. Menurut Ibrahim (19 : 4) media adalah segalah sesuatu yang dapat dipakai untuk memberikan rangsangan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Media pengajaran menurut Hamalik (1989 : 23) adalah alat, method edan tehnik yang digunakan dalam rangka mengaktifkan komunikasi dan interaksi guru dan siswa dalam proses belajar mengajar disekolah. Menurut Abu, Ahmad. (1986:152)
Sedangkan Education Association (NEA) dalam Bahan Ajar Cetak Pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan SD oleh Ruminiati mendefinisikan media sebagai benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga dapat mempengaruhi efektifitas program instruksional.
Lebih jelas lagi Koyo K dan Zulkarimen Nst (1983) dalam Bahan Ajar Cetak Pengembangan Pendidikan PKn SD oleh Ruminiati mendefinisikan media sebagai berikut : “Media adalah sesuatu yang dapat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan seseorang sehingga dapat mendorong tercapainya proses belajar pada dirinya.
Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan siswa, sehingga dapat terjadi proses belajar pada dirinya. Penggunaan media secara efektif memungkinkan siswa dapat belajar lebih baik dan dapat meningkatkan performan mereka sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.

ü   Fungsi Media
Media Pembelajaran memiliki beberapa peran yang meliputi :
1.         Berperan sebagai komponen yang membantu mempermudah / memperjelas materi atau pesan pembelajaran dalam proses pembelajaran
2.         Membuat pembelajaran menjadi menarik
3.         Membuat pembelajaran lebih realistis / obyektif
4.         Menjangkau sasaran yang luas
5.         Menghilangkan verbalisme yang hanya bersifat kata-kata
6.         Memperbesar perhatian siswa
7.         Meletakkan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajara karena akan membuat pembelajaran menjadi mantap meletakkan dasar-dasar yang kongkrit untuk berfikir dan mengurangi verbalisme
8.         Memberikan pengalaman yang nyata yang dapat menimbulkan kegiatan berusaha sendiri dikalangan siswa
9.         Membantu tumbuhnya pengertian dan kemampuan berbahasa
10.     Memberikan pengalaman-pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain serta keragaman dalam belajar
Manfaat pengguanaan media didalam kelas sangatlah jelas. Media tidak hanya populer dan menarik pada kalanagan semua mumur utnuk meningkatakan minat dalam mempelajari bahasa, namun juga memunculkan variasi dalam situasi proses belajar mengajar. Dalam menggunakan media guru harus mempertimbangkan usia siswa yang akan disjar. Demikian juga tingkat intelektual, tingkat kemampuan berbahasa, dan latar belakang sosial budayanya. Isi materi pada media tersebut juga harus sesuai dan relevan denagn minat siswa (Yunus, 1981:1). Sadiman juga mengungkapkan bahwa penggunaan media perlu memperhatikan penempatannya agar dapat diamati dengan baik oleh seluruh siswa (1986:203)
ü   Peran Media
Peranan media pembelajaran menurut Sadiman (1986:203) adalah antara lain:
1.    Menghemat waktu proses belajar mengajar
2.    Memudahkan pemahaman
3.    Meningkatkan perhatian siswa
4.    Mempertinggi daya ingat siswa

ü   Syarat Pembuatan Media
Dalam pembuatan media pembelajaran juga diperlukan beberapa pertimbangan yang dimana bisa meliputi : Media pembelajaran yang dibuat harus bisa menarik perhatian siswa saat belajar, pembuatan media pembelajaran harus terjangkau harganya, membutuhkan uang seminimal mungkin, serta media pembelajaran yang dibuat harus bisa tahan lama.

ü   Media Ex Region Bridge
Media terbagi atas tiga macam, antara lain: Audio, Visual, Audio-visual :
Secara harafiah kata “Ex Region” berasal dari bahasa Latin, yang artinya Dasar Negara sedangkan akat Bridge adalah berasal dari nama kartu main yang sering digunakan di lingkungan permainan Indonesia. Karena menurut peneliti, tidak semua kartu bridge memilikoi nilai negatif dan sangat berdampak negatif di lingkungan atau masyarakat Indonesia. Disini peneliti berfikir agar bisa membuat nilai positif dari kartu bridge ini melalui media pembelajaran yang peneliti beri nama “Ex Region Bridge”. Media Ex Region Bridge ini artinya Media Kartu Dasar Negara, Peneliti memilih nama Dasar Negara karena Media ini dikhususkan untuk meningkatkan pembelajaran dan pemahaman pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dikhususkan tentang materi Dasar Negara.
Media kartu dengan nama Ex Region Bridge ini termasuk media visual seperti halnya media gambar dan materi-materi lain yang dapat dilihat. Media kartu dengan nama Ex Region Bridge termasuk salah satu media sederhana yang dapat dengan efektif membantu proses belajar. Dimana dengan adanya kartu yang berisikan tulisan atau gambar-gambar akan meningkatkan minat dan motifasi siswa dalam belajar.
Pada penggunaan media kartu dengan nama Ex Region Bridge ini, kita mengenal salah satu model kartu yang populer yaitu “Flashcards”. Flashcard adalah kartu yang berisikan gambar, kata, phrase dan lain-lain,. Kartu ini dikenal dengan nama flash yang berarti secepat kilat, karena penggunaan kartu ini adalah dengan cara memperlihatkan apa yang ada diatas kartu dengan cepat (flash).
Di media kartu dengan nama Ex Region Bridge ini bertuliskan tentang materi-materi tentang pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, ada yang berisi seputar pertanyaan, dan ada juga yang berisi tentang penjelasan tentang materi Dasar Negara. Penggunaan media kartu dengan nama Media ex Region Bridge ini dilakukan bisa dengan kelompok kecil atau krlompok kecil.
   Media Ex Region Bridge ini dalam proses pembuatannya sangat meminimalis uang, selain itu juga bisa dibawa kemana-mana karena media berukuran kecil. Disisi lain media Ex Region Bridge ini juga dalam pembuatannya sangat hemat waktu karena hanya menulis, memotong, dan mengunting kertas saja.
Cara penggunaan Media Ex Region Bridge ini yaitu ketika dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tentang materi Dasar Negara yaitu : Dalam awal pembelajaran diperlukan metode ceramah untuk menjelaskan materi tersebut serta dilakukan metode diskusi dan tanya jawab terkait materi Dasar Negara, lalu untuk lebih memahamkan materi Dasar Negara guru mengajak bermain poin dengan menggunakan Media Ex Region Bridge ini. Peneliti menerapkan di siswa kelas VI A MI Bustanul Ulum dengan cara terlebih dahulu dibentuk kelompok Besar di dalam kelas, lalu cara pertama dengan 5 kartu bridge pertama dilakukan secara kuis dengan exstafet penjelasan materi dasar Negara, setelah itu yang namanya ditunjuk akan memjelaskan kepada teman-temannya di depan kelas tentang apa yang ada ditulis dalam media Ex Region Bridge. Diputaran keduasalah satu perwakilan kelas akan memilih Media Ex Region Bridge dengan salah satu warna dimana itu berisi soal, lalu akan menjawab soal tersebut kalau tidak bisa akan dilakukan estafet soal kepada teman-teman kelas lainnya, begitu terus berlangsung sampai 10 soal. Penggunaan Media Ex Region Bridge ini memiliki aturan permainan sebagai berikut :
1.      Memiliki satu Leader
2.      Memiliki satu wakil Leader
3.      Memiliki anggota
4.      Sebelum ditunjuk nama tidak boleh asal bicara
5.      Setiap pertanyaan kalau tidak bisa menjawab akan diestafet
6.      Siapapun yang bisa menjawab akan mendapatkan Poin (+)
7.      Siapapun yang berhasil menjawab pertama akan mendapat reword
8.      Harus berani mengungkapkan pendapatnya masing-masing
9.      Dilarang berbicara diluar konteks
Kelebihan Media Ex Region Bridge :
a)      Bisa menarik perhatian siswa
b)      Membuat siswa menjadi aktif
c)      Membuat guru lebih mudah dalam menyampaikan materi
d)     Membuat siswa berani dalam menyampaikan pendapatnya
e)      Media yang mudah dibuat
f)       Media yang hemat biaya
g)      Membuat anak semain percaya diri
h)      Meningkatkan daya ingat siswa
i)        Meningkatkan perhatian siswa

Kelemahan Media Ex Region Bridge :
a)             Kurang awet apabila tidak di laminating
b)            Proses pembuatannya agak lama
c)             Membutuhkan ketelitian yang sangat besar

2.      Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Materi Dasar Negara
Pendidikan Kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang digunakan sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia. Pendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan yang mengingatkan kita akan pentingnya nilai-nilai hak dan kewajiban suatu warga negara agar setiap hal yang dikerjakan sesuai dengan tujuan dan cita-cita bangsa dan tidak melenceng dari apa yang diharapkan. Karena dinilai penting, pendidikan ini sudah diterapkan sejak usia dini di setiap jenjang pendidikan mulai dari yang paling dini hingga pada perguruan tinggi agar menghasilkan penerus-penerus bangsa yang berompeten dan siap menjalankan hidup berbangsa dan bernegara.
Tujuan utama Pendidikan Kewarganegaran adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan bangsa, wawasan nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri para calon-calon penerus bangsa yang sedang dan mengkaji dan akan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni. Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang berbudi luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, profesional, bertanggung jawab, dan produktif serta sehat jasmani dan rohani.
Pendidikan Kewarganegaraan yang berhasil akan membuahkan sikap mental yang cerdas, penuh rasa tanggung jawab dari peserta didik. Sikap ini disertai perilaku yang :
1.      Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa serta menghayati nilai-nilai falsafah bangsa.
2.      Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam masyarakat berbangsa dan bernegara.
3.      Rasional, dinamis, dan sabar akan hak dan kewajiban warga negara.
4.      Bersifat profesional yang dijiwai oleh kesadaran bela negara.
5.      Aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni untuk kepentingan manusia, bangsa, dan negara.
Melalui Pendidikan Kewarganegaraan, warga negara Republik Indonesia diharapkan mampu “memahami”, menganalisa, dan menjawab masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa dan menjawab masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa dan negaranya secara konsisten dan berkesinambungan dalam cita-cita dan tujuan nasional seperti yang digariskan dalam pembukaan UUD 1945.
   Belajar merupakan peristiwa sehari-hari disekolah. Belajar merupakan hal yang kompleks. Kompleksitas belajar tersebut dapat dipandang dari dua subjek, yaitu dari guru dan dari segi siswa. Belajar dialami sebagai suatu proses. Siswa mengalami proses mental dalam menghadapi bahan belajar. Segala sesuatu harus memiliki tujuan, karena dengan adanya tujuan maka hal yang kita inginkan akan bisa atercapai meskipun kadang sulit untuk  mencapainya.
   Menurut Suprijono (2009:5), tujuan belajar yang eksplisit diusahakan untuk dicapai dengan tindakan instruksional yang dinamakan instructional effects, yang biasanya berbentuk pengetahuan dan keterampilan. Sedangkan tujuan belajar sebagai hasil yang menyertai tujuan belajar instruksional disebut nurturant effect. Bentuknya berupa kemampuan berpikir kritis dan kreatif, sikap terbuka dan demokratis, menerima orang lain, dan sebagainya. Tujuan ini merupakan konsekuensi logis dari peserta didik menghidupi suatu system lingkungan belajar tertentu.
Dalam tujuan pembelajaran peserta didik diharapkan bisa merubah dirinya dengan acuan pelajaran yang baru saja didapatkan. Belajar disini mempunyai maksud agar sesuatu yang belum diketahui akan didapat didalamnya. Tujuan pengajaran sebagaimana diungkapkan Oemar Hamalik adalah “suatu deskripsi mengenai tingkah laku yang diharapkan tercapai oleh siswa setelah berlangsung pengajaran.” Jadi, tujuan pembelajaran adalah harapan perubahan yang dicapai oleh peserta didik dari adanya proses pembelajaran.
Dasar Negara adalah suatu prinsip yang dimiliki oleh setiap negara. Selain itu dasar negara juga menjadi sebuah pondasi besar dari setiap negara untuk mengembangkan negaranya. Dasar Negara sangat penting sebab apabila suatu negara tidak akan mempunyai pegangan atau pedoman. Maka negara tersebut akan kehilangan arah dan tujuan sehingga dapat menimbulkan kekacauan dengan mudah. Di Indonesia dasar negara yang digunakan adalah Pancasila yang juga sebagai Ideologi Nasional.
Fungsi dasar negara adalah sebagai berikut :
1.      Sebagai Dasar berdirinya dan tegaknya suatu negara
2.      Sebagai Dasar kegiatan penyelengaraan negara
3.      Dasar partisipasi dasar negara
4.      Dasar pergaulan antara warga negara
5.      Dasar dan sumber hukum nasional
Kerangka Pemikiran
Media pembelajaran mempunyai kegunaan yang besar dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran dapat mempermudah guru dalam menyampaikan materi kepada siswa. Dengan media siswa dapat aktif bertanya, mengemukakan pendapat dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.
Dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan media pembelajaran sangat membantu siswa dalam memahami suatu materi. Masih banyak guru yang menggunakan metode ceramah pemberian tugas saja sehingga siswa masih pasif dalam pembelajaran khususnya pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Guru harus memilih cara / strategi yang tepat agar siswa menjadi lebih aktif dan kreatif dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Madrasah Ibtidaiyah atau Sekolah Dasar.
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Madrasah Ibtidaiyah dimaksudkan pada suatu proses belajar mengajar dalam rangka membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik dan membentuk manusia Indonesia seutuhnya dalam pembentukan karakter bangsa yang diharapkan mengarah pada penciptaan suatu masyarakat yang menempatkan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang berlandaskan pada Pancasila, UUD, dan norma-norma yang berlaku di masyarakat yang diselenggarakan selama 6 tahun.
Guru menggunakan media pembelajaran dengan nama Media Ex Region Bridge karena media Ex Region Bridge adalah media yang paling mudah dimengerti dan paling umum digunakan di bangku Madrasah Ibtidaiyah atau Sekolah Dasar.
Dengan demikian diharapkan dengan penggunaan media pembelajaran kartu atau Media Ex Region Bridge secara benar dan tepat dapat lebih aktif menumbuhkan keaktifan siswa dan meningkatkan pemahaman siswa pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
Evaluasi pembelajaran
Setelah serangkaian pengajaran terlaksanakan, maka suatu evaluasi perlu diberikan untuk mengetahui hasil kegiatan pengajaran tersebut. Slamemto (1991) merumuskan adanya tiga tujuan dari evaluasi, yaitu:
a)         Untuk memberikan umpan balik kepada guru sebagai dasar memperbaiki proses belajar mengajar dan mengadakan program perbaikan bagi murid
b)        Untuk menentukan angka kemajuan atau hasil masing-masingmurid yang dipakai sebagai pemberian laporan kepada kedua orang tua, penentuan kenaikan tingkat atau status, dan penentuan lulus tidaknya
c)         Untuk menempatkan murid dalam situasi belajar mengajar yang tepat
Adapun evaluasi yang bisa dilakukan, khususnya terkait dengan pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan adalah:
A.        Tehnik Tes, yang mencangkup:
a.          Tes Verbal
b.         Tes non Verbal
B.         Tes Verbal, yang mencangkup:
a.          Tes Tertulis
b.         Tes Lisan
Selain itu juga kegiatan pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan yaitu :
Menyimak
Yaitu dengan melihat kemampuan siswa dalam  menafsirkan berbagai nuasa makna dalam berbagai teks lisan dengan berbagai variasi tujuan komunikasi dan konteks.
Berbicara
Melihat kemampuan siswa dalam mengungkapkan berbagai nuansa makna dalam berbagai teks lisan dengan berbagai variasi tujuan komunikasi dan konteks.
Membaca
Melihat kemampuan siswa dalam memahami berbagai nuansa makna yang di jumpai dalam berbagai teks tertulis dengan variasi tujuan komunikasi, struktur teks dan ciri-ciri bahasanya.
Menulis
Melihat kemampuan siswa dalam mengungkapkan makna secara tertulis sesuai dengan tujuan komunikasinya dengan struktur wacana dan fitur-fitur bahasa yang lazim digunakan dalam budaya bahasa yang digunakan.
Memahami
Melihat kemampuan menjellaskan atau menganlisis materi yang telah dipaparkan.
B.     Hasil Penelitian Terdahulu
Uraian berikut adalah salah satu upaya untuk mendeskripsikan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan. Dengan demikian kita akan mengetahui bahwa penggunaan media kartu dengan nama Ex Region Bridge dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dapat meningkatkan pemahaman Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu.
Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 1 Agustus 2018 sampai dengan tanggal 15 September 2018 selama 16 kali pertemuan, tiap hari Jum’at jam 2-3 di kelas VI A Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu. Dengan demikian, praktek untuk mengajar yang dilakukan peneliti hanya berlangsung 6 kali pertemuan (6 pertemuan, observasi kelas, dan 5 pertemuan untuk praktek mengajar) dengan beberapa pokok bahasan yaitu Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara.
Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada hari jum’at tanggal 3 Agustus 2018. Kegiatan penelitian terdahulu ini dilakukan dengan mengambil data tentang kondisi awal siswa.. Pada saat peneliti melakukan observasi pada hari itu, peneliti melihat bahwa penyampaian muatan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu, Berikut data nilai siswa kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu :
Daftar Nilai PKN Kelas 6A MI Bustanul Ulum Kota. Batu
No Ur.
NAMA MURID
NILAI
1
Ananda Nabila Izakia
61
2
Andhien Ramadhani
76
3
Arinda Chamamila Yansi
82
4
Arya Dwi Cahyono
76
5
Ayla Catur Luvena
73
6
Claudiya Umifatul Afida
76
7
Denis Dwi Pramadani
40
8
Diah Afidoh
85
9
Dwi Ayu Pratiwi
55
10
Eka Putra
67
11
Elsya Widya Andini
96
12
Fadjrin Arya Do’an
61
13
Farel Ardhiansyah
58
14
Gabriel Tegar Wijaya
70
15
Hafiz Maulana Al Ghifari
55
16
Imelda Sekar Ayunadi Ratna
67
17
Judith Fe Athalarik Perdana
67
18
Karima Zahro Wardania
76
19
M. Abdullah Wilhan
67
20
Milla Maulidiyatuz Zuhriyah
82
21
M. Arsyaluh Desta Maulana
67
22
M. Rizki Chaironi
0
23
M. Tsaqif Ziven Alwaliya
82
24
Nabila Syifa Irwansyah
76
25
Navil Muhammad Nasikhun Alami
91
26
Nilna Izza Billah
82
27
Nor Vira Alliyyi
40
28
Rayhan Bahijnaswa Ramadani A
85
29
Sabrina Hanun Damayanti
0
30
Sephbrian Iqbal Dwi Cahyo
0
31
Vino Eric Ardiwinata
61
32
Yasmine Ayudhia Davina Izafy
76
33
Muhajir Darojat Akbar
64
34
M. Dzaki Rafi Abdillah
85

                                                 Tabel 1.1

Jumlah                                                             1591
Nilai tertinggi                                                  96
Nilai terendah                                                 0
Nilai rata-rata                                                  46,7 %
Jumlah siswa nilai diatas KKM                      14
Jumlah siswa nilai dibawah KKM                  20
Persentase siswa tuntas                                   41,1 %
Persentase siswa belum tuntas                        58,8 %

Hasil Evaluasi Penelitian Terdahulu
Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa selisih antara nilai tertinggi dengan nilai nilai terendah adalah 17 %. Siswa yang memiliki nilai terendah masih jauh dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu sebesar 0. Untuk mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), sebanyak 20 anak atau sekitar 58,8 % harus ditingkatkan kemampuannya dalam memahami materi Pendidikan Kewarganegaraan tentang Dasar Negara. Selain hal tersebut dapat diketahui juga bahwa siswa yang belum mencapai KKM lebih banyak dari pada siswa yang sudah mencapai KKM. Berikut tabel siswa yang belum memenuhi KKM.
Ananda
Andhien
Arinda
Arya
Ayla
Claudia
Denis
Diah
Dwi
Eka
Elsya
Fadjrin
Farel
Gabriel
Hafiz
Imelda
Judith
Karima
Wilhan
Milla
Arsya
Rizky
Tsaqif
Nabila
Navil
Nilna
Nor
Rayhan
Sabrina
Sephbrian
Vino
Yasmine
Muhajir
Dzaki



*) nama yang di blok kuning adalah siswa yang memenuhi KKM
                                         
                                             Tabel 2.1
















BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN
A.    Subjek Penelitian
a.      Pendekatan dan Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini digunakan metodologi dengan pendekatan kualitatif, yang memiliki karakteristik alami (natural setting) sebagai sumber data langsung, deskriptif, proses lebih dipentingkan dari pada hasil, analisis dalam penelitian kualitatif cenderung dilakukan secara analisa induktif dan makna merupakan hal yang esensial.
Ada 6 (enam) macam metodologi penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu: etnografis, studi kasus, grounded theory, interaktif, partisipatories, dan penelitian tindakan kelas.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan di kelas dengan tujuan memperbaiki atau meningkatkan mutu praktik pembelajaran. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang dilakukan oleh seorang guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat.

b.      Setting Penelitian
Lokasi penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan penelitian untuk mendapatkan data yang diinginkan oleh peneliti. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu. Dimana lokasi penelitian ini sudah ditentukan oleh pihak kampus Universitas Islam Malang (UNISMA) srsuai dengan kegiatan pelaksanaan PPL atau Praktik Pengalaman Lapangan. Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu ini  merupakan salah satu Sekolah yang berada di kota Batu di bawah naungan Departemen Agama dan merupakan salah satu sekolah MI yang unggulan di Kota Batu. Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu ini didukung oleh sumber daya manusia yang cukup memadai dan profesional, dimana Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum ini memiliki 34 tenaga pendidik dengan kepala sekolah. Pegawai di Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum sebagian besar mereka adalah alumni dan penduduk sekitar Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu yang berlokasi di Jalan. Cempaka 25 Desa Pesanggrahan Kota Batu.
Dan untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas, Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu ini menyediakan berbagai macam fasilitas yang mendukung proses pendidikan, diantaranya adalah ruang belajar (kelas) yang berjumlah sekitar 20 kelas, yaitu masing-masing jenjang kelas berjumlah 4 ruang kelas. Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu juga dilengkapi dengan laboratorium komputer, UKS, perpustakaan, masjid, ruang guru, ruang tata usaha, ruang kepala sekolah, gudang alat Drum band, Koperasi Sekolah, dan kamar mandi.
Penelitian ini difokuskan pada peserta didik kelas VI A Madrasah Ibtidaiyah Kota Batu yang berjumlah 34 siswa (24 siswa dan 10 siswi) pada saat mengikuti kegiatan proses belajar-mengajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian ini dilaksanakan oleh guru praktikan selaku penulis laporan ini. Penelti mencoba menerapkan cara yang dianggap mampu untuk meningkatkan pemahaman mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tentang materi Dasar Negara pada kegiatan belajar siswa. Salah satu cara pengajarannya adalah dengan cara penggunaan media kartu yang peneliti beri nama “Media Ex Region Bridge” Penelitian ini juga dimaksudkan untuk mengubah system pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang selama ini monoton agar menjadi menarik dan diminati oleh siswa.

c.       Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan mulai tangal 1 Agustus 2016- 15 September 2018.

d.      Mata Pelajaran
Penelitian ini lebih difokuskan pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas IV A Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu di Jalan Cempaka No. 25 Desa Pesanggrahan Kota Batu.




e.       Sumber Data
Sumber data yang diperoleh peneliti dalam penelitian tindakan kelas ini berasal dari dua sumber, yaitu dari sumber data primer berupa hasil lembar kerja siswa dan ulangan harian yang diberikan oleh guru. Sumber lainnya berasal dari pengamatan yang dilakukan oleh peneliti sendiri.

f.       Karakter Siswa
Menurut Thornborg (1984) anak sekolah dasar adalah individu ysng sedang berkembang, barang kali tidak perlu lagi diragukan keberaniannya. Nasution (1992) mengatakan bahwa masa kelas tinggi sekolah dasar mempunyai beberapa sifat khas sebagai berikut : adanya minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang konkrit, amat realistis, ingin tahu dan ingin belajar, menjelang akhir masa ini telah ada minat terhadap hal-hal dan mata pelajaran khusus, oleh ahli yang mengikuti teori faktor ditaksirkan sebagai mulai menonjolkan faktor-faktor, pada umumnya anak menghadap tugas-tugasnya dengan bebas dan berusaha menyelesaikan sendiri, pada masa ini anak memandang nilai sebagai ukuran yang tepat mengenai prestasi sekolah, anak pada masa ini gemar membentuk kelompok sebaya.
Di tempat penelitian penulis yaitu Madrasah Ibtodaiyah Bustanul Ulum Kota Batu ini terutama di kelas VI A yang berlokasi di Jalan Cempaka Desa Pesanggrahan Kota Batu ini ditemukan berbagai macam karakter siswa. Karakteristik siswa sekolah dasar meliputi :
1.      Senang bermain
2.      Senang bergerak
3.      Senang bekerja dalam kelompok
4.      Senang merasakan atau melakukan sesuatu secara langsung
5.      Anak cengeng
6.      Anak sulit memahami isi pembicaraan orang lain
7.      Senang diperhatikan
8.      Senang meniru



g.      Prosedur Penelitian
Penelitian ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart. Dalam setiap siklus meliputi tahapan planning (perencanaan), action (pelaksanaan), observation (observasi), dan reflection (refleksi). Siklus akan diulangi apabila hasil penelitian yang diperoleh belum mencapai target. Berikut adalah alur dalam penelitian tindakan kelas yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart
                                               
                                                                               Gambar 1.
Model Penelitian Tindakan Kelas
      Kemmis dan Mc Taggart

Empat tahapan penting dalam penelitian tindakan kelas diantaranya adalah:
1.  Perencanaan (planning)
Dalam tahap ini peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Perencanaan adalah kegiatan awal yang dilakukan setelah diketahui bagaimana situasi dan kondisi pembelajaran di dalam kelas.



2.  Pelaksanaan (action)
Dalam tahap pelaksanaan, peneliti berperan sebagai guru menggunakan panduan perencanaan yang telah dibuat dan pelaksanaannya bersifat fleksibel dan terbuka terhadap perubahan-perubahan yang akan mucul pada saat penelitian berlangsung. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, guru (peneliti sebagai guru) mengajar siswa atau melaksanakan tindakan sesuai dengan RPP yang telah dibuat. Sedangkan kolaborator mengamati aktivitas guru dalam proses pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi yang sebelumnya telah dibuat.

3.  Observasi (observation)
Observasi adalah kegiatan pengamatan (pengambilan data) untuk melihat seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran. Observasi dilakukan untuk melihat langsung pelaksanaan tindakan yang sudah direncanakan.
.
4.  Refleksi (reflection)
Reflection adalah kegiatan mengulas secara kritis (reflective) tentang perubahan yang terjadi (a) pada siswa, (b) suasana kelas, dan (c) guru. Pada tahap ini, guru sebagai peneliti menjawab pertanyaan mengapa (why), bagaimana (how), dan seberapa jauh (to what extent) intervensi telah menghasilkan perubahan secara signifikan. Tahapan ini merupakan tahapan untuk menganalisis data yang didapat dari lembar observasi, kemudian dilakukan refleksi. Diskusi ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada persoalan penting yang muncul saat pelaksanaan tindakan sedang berlangsung serta mengevaluasi hasil tindakan yang telah dilakukan dengan cara melakukan penilaian terhadap proses yang terjadi dan segala hal yang berkaitan dengan tindakan yang 28 dilakukan pada saat pembelajaran. Apabila hasil yang diharapkan belumtercapai maka tahap-tahap siklus diulang dengan tindakan yang berbeda.


h.            Teknik Pengumpulan Data
                             Untuk mendapatkan data yang objektif dan akurat, peneliti menggunakan metode penggumpulan data sebagai berikut:
1.                   Interview (Wawancara)
   Wawancara adalah instrument pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya (Subana dkk, 2000:29) wawancara yaitu percakapan dengan maksud tertentu dan percakapan itu dilakukan oleh dua pihak yang terkaid yaitu interviewer (pewawancara) yang mengajukan pertanyaan dan interviewer (yang diwawancarai) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Lexy. J dan Moleong, 2000:186)
2.                   Observasi
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pengamatan tidak berperan serta atau Observasi non partisipan (Lexy J dan Moleong, 2000:216) Observasi adalah suasana proses pengamatan dan perencanaan secara sistematis, logis, objektif dan rasional mengenai berbagai fenomena, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan untuk mencapai tujuan tertentu. Observasi tidak hanya digunakan dalam kegiatan evaluasi, tetapi juga dalam bidang penelitian terutama penelitian kualitatif (Kualitatif research) (Zainal Arifin, 2013:153)
Tujuan utama dalam Observasi adalah (1) untuk mengumpulkan data dan informasi mengenai suatu fenomena, baik berupa peristiwa maupun tindakan, baik dalam situasi yang sesungguhnya maupun dalam situasi buatan, (2) untuk mengukur perilaku kelas (baik perilaku guru maupun perilaku peserta didik) (Zainal Arifin, 2013:153)
Observasi mempunyai beberapa karakter, antara lain (1) mempunyai arah dan tujuan yang jelas (2) bersifat ilmiah, yaitu dilakukan secara sistematis, logis, kritis, objektif dan rasional (3) terdapat berbagai aspek yang akan diobservasi (4) praktik penggunaannnya (Zainal Arifin, 2013:154)
Hadi (1986) mengemukakan bahwa, observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan.
Dari segi proses pelaksanaan pengumpulan data, observasi dapat dibedakan menjadi participant observation (Observasi berperan serta) dan non participant observation, maka observasi dapat dibedakan menjadi observasi tersruktur dan tidak terstruktur (Sugiyono, 2014:145)
3.         Tes Lisan
                                         S. Hamid Hasan (1988) menjelaskan “Tes adalah alat pengumpulan data yang dirancang secara khusus Sedangkan Conny Semiawan S. (1986) mengemukakan “Tes adalah alat pengukur (Zainal Arifin, 2013:3) Tes lisan adalah tes yang menuntut jawaban dari peserta didik dalam bentuk lisan (Zainal Arifin, 2013:148).
                                         Kelebihan tes lisan antara lain: 1) dapat mengetahui langsung kemampuan peserta didik dalam mengemukakan pendapatnnya secara lisan 2) tidak perlu menyusun soal-soal secara terurai, tetapi cukup mencatat pokok-pokok permasalahannya saja 3) kemungkinan peserta didik akan menerka-nerka jawaban yang berspekulasi dapat dihindari. Sedangkan Kelemahannya adalah: memakan waktu yang cukup banyak, apalagi jumlah peserta didiknya banyak (Zainal Arifin, 2013:149).
3.                   Dokumentasi
Dokumentasi yaitu pengambilan data dengan menggunakan dokumen-dokumen yang ada di lokasi. Menurut Grub dan Lincoln dokemen adalah setiap pernyataan tertulis yang sisusun oleh seseorang atau lembaga untuk keperluan pengujian suatu peristiwa atau penyajian akuntik (Lexy, J dan Moleong 2000:161)

i.          Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1.  Tes hasil belajar
Tes ini dilakukan secara tertulis yaitu tes hasil belajar yang berpedoman pada materi menyelesaikan soal cerita. Soal tes berbentuk esai yang akan dikerjakan secara individu oleh siswa tiap akhir siklus. Tes ini digunakan untuk  mengetahui ada tidaknya peningkatan pemahaman soal Pendidikan Kewarganegaraan  tentang Dasar Negara.
2.  Lembar Observasi
Pada penelitian ini  lembar observasi berupa rubric yang memuat beberapa kriteria. Lembaran ini digunakan untuk memantau apakah penelitian tindakan sudah sesuai dengan karakteristik dalam penggunaan Media Ex Region Bridge.

j.                    Indikator Kinerja
Indikator keberhasilan penelitian ini ditandai dengan adanya perubahan yang ditunjukkan dengan meningkatnya hasil belajar siswa terhadap pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan setelah menggunakan media Ex Region Bridge. Kriteria Ketuntasan Minimal di Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan adalah 76.  Pembelajaran berhasil jika persentase siswa yang tuntas minimal mencapai 75% dari jumlah siswa dan rata-rata kelas mencapai 76. 

B.     Deskripsi Persiklus Kegiatan
Disiklus pertama peneliti mengambil nilai tanpa ada penjelasan terkait materi. Disini murni mendapat hasil nilai dari sebelum peneliti menjelaskan dengan menggunakan medi Ex Region Bridge.
Disiklus Kedua peneliti menjelaskan materi Pendidikan Kewarganegaraan dengan menggunakan media Ex Region Bridge dikaitkan dengan metode ceramah dan didapatkan hasil hampir dari setengah kelas mendapatkan nilai diatas KKM karena para siswa kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu ini sudah hampir semua terlibat aktif dalam proses belajar mengajar dan sudah memahami materi terkait Dasar Negara.
Disiklus Ketiga peneliti menggunakan metode ceramah, serta memantapkan pembelajaran dengan menggunakan metode tanya jawab dan diskusi, Disini karena siswa MI Bustanul Ulum Kota Batu terlihat kurang aktif maka juga digunakan media Ex Region Bridge, sehingga proses pembelajaran semakin aktif dan siswa kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu ini lebih aktif dan lebih mudah memahami materi tentang Dasar Negara dan hampir setengah isi kelas mulai percaya diri dan bisa menjabarkan materi tersebut.



















BAB IV
PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.    Deskripsi Persiklus
1.      Pra Siklus
Sebagai upaya untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan optimal, peneliti penggunaan media kartu yang peneliti beri nama Ex Region Bridge sebagai salah satu cara  yang dapat melibatkan antara guru dan siswa untuk dapat berperan aktif dalam proses kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Karena jika hanya menggunakan metode-metode klasik seperti metode ceramah ataupun yang lainnya dirasakan kurang diminati jika diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tentang materi Dasar Negara di kelas VI A Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu.
Siklus ini terdiri dari satu pokok bahasan, yaitu bab Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara (4 x 35 menit dengan 2 kali pertemuan). Sebelum pelaksanaan penyampaian materi Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dengan menggunakan Media dengan nama Ex Region Bridge, peneliti melakukan perencanaan melalui beberapa tahap persiapan yaitu:
a)      Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran
b)      Membagi materi menjadi 2 bagian, yaitu: Proses Perumusan pancasila dan Nilai-nilai juang yang dapat diteladani dari para Para Pahlawan
c)      Peneliti membagaikan kepada siswa kelas ٍٍVI A Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu  cartu dengan nama Ex Region Bridge yang berisi gambar dengan pertanyaan-pertanyaan dan penjelasan sesuai materi Dasar Negara
d)     Setelah siswa mengetahui materi pelajaran kemudian siswa memahami dan menjawab sesuai apa yang ada di Media Ex Region Bridge
e)      Dengan begitu peniliti dapat melihat kemampuan siswa dalam memahami materi tentang Dasar Negara dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang disertai dengan gambar. Dan ternyata mereka lebih cepat dalam memahami materi dengan cara estafet media Ex Region Bridge


2.      Siklus I
1.      Tahap Persiapan Tindakan, meliputi langkah-langkah sebagai berikut :
a)             Meminta ijin kepada kepala sekolah
b)             Membuat RPP mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
c)             Menyiapkan soal tes setelah dilaksanakan pembelajaran
d)            Menyiapkan lembar penilaian
e)             Membuat lembar observasi
2.      Tahap Pelaksanaan Tindakan
Peneliti melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan RPP mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
a)             Menggunakan gambar-gambar yang sesuai dengan materi pelajaran
b)             Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran
3.      Tahap Observasi dan Interpretasi
Kegiatan observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan yaitu pada proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan menggunakan media Ex Region Bridge. Kegiatan yang dilakukan peneliti adalah :
a)             Peneliti memonitor siswa selama proses pembelajaran
b)             Peneliti menilai hasil yang dicapai setelah pelaksanaan pembelajaran
c)             Membuat lembar pengamatan ( pemahaman siswa)
4.      Tahap Analisis dan Refleksi
Guru dan kepala sekolah secara bersama-sama membahas hasil pembelajaran. Hasil akan menentukan perlu atau tidaknya melaksanakan siklus berikutnya. Apabila dalam siklus pertama peneliti belum berhasil maka peneliti melaksanakan siklus kedua.
Di Siklus kedua ini berbeda dengan siklus pertama, di Siklus kedua ini didapat bahwa Siswa kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu ini leih paham dan lebih aktif dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Dibawah ini didapat daftar nilai pada siklus kedua :



Daftar Nilai PKN Kelas 6A MI Bustanul Ulum Kota. Batu
No Ur.
NAMA MURID
NILAI
1
Ananda Nabila Izakia
61
2
Andhien Ramadhani
76
3
Arinda Chamamila Yansi
82
4
Arya Dwi Cahyono
76
5
Ayla Catur Luvena
73
6
Claudiya Umifatul Afida
76
7
Denis Dwi Pramadani
40
8
Diah Afidoh
85
9
Dwi Ayu Pratiwi
55
10
Eka Putra
67
11
Elsya Widya Andini
96
12
Fadjrin Arya Do’an
61
13
Farel Ardhiansyah
58
14
Gabriel Tegar Wijaya
70
15
Hafiz Maulana Al Ghifari
55
16
Imelda Sekar Ayunadi Ratna
67
17
Judith Fe Athalarik Perdana
67
18
Karima Zahro Wardania
76
19
M. Abdullah Wilhan
67
20
Milla Maulidiyatuz Zuhriyah
82
21
M. Arsyaluh Desta Maulana
67
22
M. Rizki Chaironi
0
23
M. Tsaqif Ziven Alwaliya
82
24
Nabila Syifa Irwansyah
76
25
Navil Muhammad Nasikhun Alami
91
26
Nilna Izza Billah
82
27
Nor Vira Alliyyi
40
28
Rayhan Bahijnaswa Ramadani A
85
29
Sabrina Hanun Damayanti
0
30
Sephbrian Iqbal Dwi Cahyo
0
31
Vino Eric Ardiwinata
61
32
Yasmine Ayudhia Davina Izafy
76
33
Muhajir Darojat Akbar
64
34
M. Dzaki Rafi Abdillah
85

                                                 Tabel 3.1


Jumlah                                                             1591
Nilai tertinggi                                                  96
Nilai terendah                                                 0
Nilai rata-rata                                                  46,7 %
Jumlah siswa nilai diatas KKM                      14
Jumlah siswa nilai dibawah KKM                  20
Persentase siswa tuntas                                   41,1 %
Persentase siswa belum tuntas                        58,8 %            

Ananda
Andhien
Arinda
Arya
Ayla
Claudia
Denis
Diah
Dwi
Eka
Elsya
Fadjrin
Farel
Gabriel
Hafiz
Imelda
Judith
Karima
Wilhan
Milla
Arsya
Rizky
Tsaqif
Nabila
Navil
Nilna
Nor
Rayhan
Sabrina
Sephbrian
Vino
Yasmine
Muhajir
Dzaki



*) nama yang di blok kuning adalah siswa yang memenuhi KKM
                                         
                                             Tabel 4.1

3.      Siklus II
1.      Tahap Persiapan Tindakan, meliputi langkah-langkah sebagai berikut :
a)         Membuat RPP mata pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan  yang berkaitan dengan temuan yang ada di siklus I
b)        Menyiapkan media pembelajaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki siklus I
c)         Menyiapkan soal tes setelah dilaksanakan pembelajaran
d)        Menyiapkan lembar penilaian
e)         Membuat lembar observasi
2.      Tahap Pelaksanaan Tindakan
Peneliti melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan RPP pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tentang materi Dasar Negara dengan menggunakan media yang peneliti beri nama Ex Region Bridge.
3.      Tahap Observasi dan Interpretasi
Kegiatan observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan yaitu pada proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
Kegiatan yang dilakukan peneliti adalah :
a.      Peneliti memonitor siswa selama proses pembelajaran.
b.      Peneliti menilai hasil yang dicapai setelah proses pembelajaran.
4.      Tahap Analisis dan Refleksi
Guru dan kepala sekolah bersama-sama membahas hasil pembelajaran. Hasil akan menentukan perlu tidaknya melaksanakan siklus  berikutnya. Apabila pada siklus kedua ini siswa sudah menjadi aktif dan paham dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan maka siklus dihentikan.
Daftar Nilai PKN Kelas 6A MI Bustanul Ulum Kota. Batu
No Ur.
NAMA MURID
NILAI
1
Ananda Nabila Izakia
80
2
Andhien Ramadhani
88
3
Arinda Chamamila Yansi
88
4
Arya Dwi Cahyono
76
5
Ayla Catur Luvena
84
6
Claudiya Umifatul Afida
76
7
Denis Dwi Pramadani
76
8
Diah Afidoh
76
9
Dwi Ayu Pratiwi
76
10
Eka Putra
88
11
Elsya Widya Andini
80
12
Fadjrin Arya Do’an
76
13
Farel Ardhiansyah
84
14
Gabriel Tegar Wijaya
76
15
Hafiz Maulana Al Ghifari
80
16
Imelda Sekar Ayunadi Ratna
80
17
Judith Fe Athalarik Perdana
76
18
Karima Zahro Wardania
76
19
M. Abdullah Wilhan
84
20
Milla Maulidiyatuz Zuhriyah
84
21
M. Arsyaluh Desta Maulana
76
22
M. Rizki Chaironi
80
23
M. Tsaqif Ziven Alwaliya
92
24
Nabila Syifa Irwansyah
80
25
Navil Muhammad Nasikhun Alami
88
26
Nilna Izza Billah
76
27
Nor Vira Alliyyi
76
28
Rayhan Bahijnaswa Ramadani A
92
29
Sabrina Hanun Damayanti
80
30
Sephbrian Iqbal Dwi Cahyo
80
31
Vino Eric Ardiwinata
76
32
Yasmine Ayudhia Davina Izafy
80
33
Muhajir Darojat Akbar
88
34
M. Dzaki Rafi Abdillah
80

                                                 Tabel 5.1

Jumlah                                                             2748
Nilai tertinggi                                                  88
Nilai terendah                                                 76
Nilai rata-rata                                                  80,8 %
Jumlah siswa nilai diatas KKM                      34
Jumlah siswa nilai dibawah KKM                  0
Persentase siswa tuntas                                   80,8 %
Persentase siswa belum tuntas                        19,2 %            

Ananda
Andhien
Arinda
Arya
Ayla
Claudia
Denis
Diah
Dwi
Eka
Elsya
Fadjrin
Farel
Gabriel
Hafiz
Imelda
Judith
Karima
Wilhan
Milla
Arsya
Rizky
Tsaqif
Nabila
Navil
Nilna
Nor
Rayhan
Sabrina
Sephbrian
Vino
Yasmine
Muhajir
Dzaki



*) nama yang di blok kuning adalah siswa yang mendapat KKM
                                         
                                             Tabel 6.1

4.      Siklus III
1.      Tahap Persiapan Tindakan, meliputi langkah-langkah sebagai berikut :
a)        Membuat RPP mata pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan  yang berkaitan dengan temuan yang ada di siklus II
b)        Menyiapkan media pembelajaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki siklus II
c)        Menyiapkan soal tes setelah dilaksanakan pembelajaran
d)       Menyiapkan lembar penilaian
e)        Membuat lembar observasi
2.      Tahap Pelaksanaan Tindakan
Peneliti melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan RPP pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tentang materi Dasar Negara dengan menggunakan media yang peneliti beri nama Ex Region Bridge.
3.      Tahap Observasi dan Interpretasi
Kegiatan observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan yaitu pada proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
Kegiatan yang dilakukan peneliti adalah :
a.      Peneliti memonitor siswa selama proses pembelajaran.
b.      Peneliti menilai hasil yang dicapai setelah proses pembelajaran.
4.      Tahap Analisis dan Refleksi
Guru dan kepala sekolah bersama-sama membahas hasil pembelajaran. Hasil akan menentukan perlu tidaknya melaksanakan siklus  berikutnya. Apabila pada siklus kedua ini siswa sudah menjadi aktif dan paham dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan maka siklus dihentikan.
Setelah pengunaan Media Ex Region Bridge semakin efektif maka, Di siklus ketiga ini peneliti mengambil nilai dari Ulangan Harian yang dilaksanakan pada minggu ke 4 kegiatan belajar mengajar Pendidikan Kewarganegaraan. Berikut data yang didapat :
Daftar Nilai PKN Kelas 6A MI Bustanul Ulum Kota. Batu
No Ur.
NAMA MURID
NILAI
1
Ananda Nabila Izakia
76
2
Andhien Ramadhani
93
3
Arinda Chamamila Yansi
95
4
Arya Dwi Cahyono
85
5
Ayla Catur Luvena
95
6
Claudiya Umifatul Afida
85
7
Denis Dwi Pramadani
76
8
Diah Afidoh
76
9
Dwi Ayu Pratiwi
76
10
Eka Putra
76
11
Elsya Widya Andini
100
12
Fadjrin Arya Do’an
76
13
Farel Ardhiansyah
80
14
Gabriel Tegar Wijaya
76
15
Hafiz Maulana Al Ghifari
76
16
Imelda Sekar Ayunadi Ratna
88
17
Judith Fe Athalarik Perdana
70
18
Karima Zahro Wardania
95
19
M. Abdullah Wilhan
95
20
Milla Maulidiyatuz Zuhriyah
100
21
M. Arsyaluh Desta Maulana
85
22
M. Rizki Chaironi
80
23
M. Tsaqif Ziven Alwaliya
95
24
Nabila Syifa Irwansyah
80
25
Navil Muhammad Nasikhun Alami
100
26
Nilna Izza Billah
90
27
Nor Vira Alliyyi
76
28
Rayhan Bahijnaswa Ramadani A
90
29
Sabrina Hanun Damayanti
76
30
Sephbrian Iqbal Dwi Cahyo
60
31
Vino Eric Ardiwinata
55
32
Yasmine Ayudhia Davina Izafy
80
33
Muhajir Darojat Akbar
80
34
M. Dzaki Rafi Abdillah
80

                                                 Tabel 7.1

Jumlah                                                             2892
Nilai tertinggi                                                  100
Nilai terendah                                                 55
Nilai rata-rata                                                  85,05 %
Jumlah siswa nilai diatas KKM                      34
Jumlah siswa nilai dibawah KKM                  3
Persentase siswa tuntas                                   85,05 %
Persentase siswa belum tuntas                        14,9 %            

Ananda
Andhien
Arinda
Arya
Ayla
Claudia
Denis
Diah
Dwi
Eka
Elsya
Fadjrin
Farel
Gabriel
Hafiz
Imelda
Judith
Karima
Wilhan
Milla
Arsya
Rizky
Tsaqif
Nabila
Navil
Nilna
Nor
Rayhan
Sabrina
Sephbrian
Vino
Yasmine
Muhajir
Dzaki



*) nama yang di blok kuning adalah siswa yang mendapat dibawah KKM
                                         
                                             Tabel 8.1
B.     Pembahasan dari Setiap Siklus
Seperti kegiatan mengajar biasanya, peneliti memulai pembelajaran seperti apa yang tertulis atau seperti yang direncanakan di RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Disiklus pertama peneliti mengambil nilai tanpa ada penjelasan terkait materi. Disini murni mendapat hasil nilai dari sebelum peneliti menjelaskan dengan menggunakan media Ex Region Bridge. Lalu didapatkan nilai tes yang kurang lebih 41 % tuntas siswa yang paham terkait materi Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tentang materi Dasar Negara.
Disiklus Kedua peneliti menjelaskan materi Pendidikan Kewarganegaraan dengan menggunakan media Ex Region Bridge dikaitkan dengan metode ceramah dan didapatkan hasil hampir dari setengah kelas mendapatkan nilai diatas KKM karena para siswa kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu ini sudah hampir semua terlibat aktif dalam proses belajar mengajar dan sudah memahami materi terkait Dasar Negara. Dengan jumlah nilai keseluruhan nilai 2748, nilai tertinggi dikelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu ini yaitu 88 dan nilai terendah 76. Di siklus ini tidaka ada siswa dengan nilai dibawah KKM, presentase siswa yang tuntas sudah mencapai 80 %, sudah lebih besar dari siklus I yang hanya mencapai 41 %.
Disiklus Ketiga peneliti menggunakan metode ceramah, serta memantapkan pembelajaran dengan menggunakan metode tanya jawab dan diskusi, Disini karena siswa MI Bustanul Ulum Kota Batu terlihat kurang aktif maka juga digunakan media Ex Region Bridge, sehingga proses pembelajaran semakin aktif dan siswa kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu ini lebih aktif dan lebih mudah memahami materi tentang Dasar Negara dan hampir setengah isi kelas mulai percaya diri dan bisa menjabarkan materi tersebut. Siswa kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu ini sudah hampir semua terlibat aktif dalam proses belajar mengajar dan sudah memahami materi terkait Dasar Negara. Dengan jumlah nilai keseluruhan nilai 2892, nilai tertinggi dikelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu ini yaitu 100 dan nilai terendah 55. Di siklus ini ada sejumlah siswa dengan nilai dibawah KKM, yang berjumlah 3 siswa dari 34 siswa. Presentase siswa yang tuntas sudah mencapai 85 %, sudah lebih besar dari siklus I yang hanya mencapai 41 %. Peningkatan nilai dari Siklus I sampai siklus III ini mencapai 100 %, hal ini bisa disebabkan karena dalam penyampaian materi pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tentang materi Dasar Negara menggunakan media yang dibuat sendiri dan diberi nama media Ex Region Bridge. Jadi, dapat disimpulkan Dengan adanya media Ex Region Bridge ini bisa meningkatkan pemahaman dan keaktifan siswa kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu. Disisi lain juga banyak peningkatan kepercayaan diri siswa, yang dulunya tidak berani berbicara menyampaikan pendapat atau aspirasi dari apa yang mereka ketahui , disini saya jumpai sudah banyak anak yang memiliki pemahaman tinggi tentang materi ini. Menurut peneliti media Ex Region Bridge ini sangat bagus untuk digunakan.


















BAB V
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari paparan data diatas dapat diketahui bahwa, efektifitas penggunaan media pembelajaran berupa Ex Region Bridge dapat meningkatkan pemahaman siswa Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu. Hal ini dapat diketahui dengan adanya peningkatan terhadap nilai pre-test dan post-test, selanjutnya diambil benang merah kesimpulan yang dapat meringkas penjelasan diatas, diantaranya adalah:
1.    Untuk dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tentang materi Dasar Negara diperlukan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif
2.    Media Ex Region Bridge, adalah salah satu media kreatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan daya tangkap siswa dalam memahami materi tentang Dasar Negara mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
3.    Respon atau minat siswa terhadap bidang study Pendidikan Kewarganegaraan bisa dirangsang dengan beberapa metptedo yang digunakan guru dan media embelajaran yang menarik dan efisien

B.     Saran
Selaku penulis sekaligus peneliti dalam hal ini, ada beberapa saran yang sifatnya konstruktif yang bisa kami berikan demi kemajuan dan perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan dilembaga pendidikan ini. Adapun saran-saran yang dapat diberikan adalah :
1.    Agar guru mempersiapkan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan yang kreatif, agar siswa tidak merasa monoton dalam belajar bahasa arab. Akan tetapi merasa bersemangat dan senang terhadap metode atau cara yang disampaikan.
2.    Agar para staf pendidik khususnya pengajar dilembaga pendidikan terkait dapat meyakinkan para siswa didiknya khususnya dalam belajar bahasa arab bukanlah pembelajaran yang sangat melelahkan dan membosankan




DAFTAR RUJUKAN
Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group

Dr. Dimyati, Drs. Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Aneka Cipta.

S. Shoimatul Ula. 2004. Manajemen Pendidikan Efektif. Probolinggo: Berlian.

Sadiman Arif S. 2002. Media Pendidikan. Pustekkom Dikbud dan PT. Raja Grafindo Persada.

Aris Shoimin. 2013. Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Ar-ruzz Media.

Sunaryo. 1989. Strategi Belajar Mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial. Malang: IKIP Malang.

Arifin, Zainal. 2013. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta CV

Fathurrohman, Muhammad dan Sulistyorini. 2012. Belajar & Pembelajaran. Yogyakarta: Teras
























LAMPIRAN-LAMPIRAN















Lampiran 1
LEMBAR PENGAMATAN SISWA
No Ur.
NAMA MURID
Pemahaman
Keaktifan
1
Ananda Nabila Izakia


2
Andhien Ramadhani


3
Arinda Chamamila Yansi


4
Arya Dwi Cahyono


5
Ayla Catur Luvena


6
Claudiya Umifatul Afida


7
Denis Dwi Pramadani


8
Diah Afidoh


9
Dwi Ayu Pratiwi


10
Eka Putra


11
Elsya Widya Andini


12
Fadjrin Arya Do’an


13
Farel Ardhiansyah


14
Gabriel Tegar Wijaya


15
Hafiz Maulana Al Ghifari


16
Imelda Sekar Ayunadi Ratna


17
Judith Fe Athalarik Perdana


18
Karima Zahro Wardania


19
M. Abdullah Wilhan


20
Milla Maulidiyatuz Zuhriyah


21
M. Arsyaluh Desta Maulana


22
M. Rizki Chaironi


23
M. Tsaqif Ziven Alwaliya


24
Nabila Syifa Irwansyah


25
Navil Muhammad Nasikhun Alami


26
Nilna Izza Billah


27
Nor Vira Alliyyi


28
Rayhan Bahijnaswa Ramadani A


29
Sabrina Hanun Damayanti


30
Sephbrian Iqbal Dwi Cahyo


31
Vino Eric Ardiwinata


32
Yasmine Ayudhia Davina Izafy


33
Muhajir Darojat Akbar


34
M. Dzaki Rafi Abdillah




Catatan :
1                                            : Sangat Baik
2                                            : Baik
3                                            : Cukup Baik
4                                            : Kurang Baik
5                                            : Sangat Kurang
































Lampiran 2


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah                                   :        Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum
Mata Pelajaran                      :        Pendidikan. Kewarganegaraan
Kelas / Semester                    :        VI / 1
Pembelajaran Ke                  :        1
Alokasi Waktu                       :        2x 35 menit

A.     STANDAR KOMPETENSI (SK)
1.   Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara.

B.    KOMPETENSI DASAR (KD) & INDIKATOR
Kompetensi Dasar (KD)
1.1  Mendeskripsikan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara.

Indikator:
·        Menjelaskan nilai-nilai juang dalam proses perumusan pancasila sebagai Dasar Negara

C.     TUJUAN PEMBELAJARAN
·        Setelah mendengarkan penjelasan dari guru, Siswa mampu menjelaskan proses perjuangan meraih kemerdekaan
·        Setelah mendengarkan penjelasan dari guru, Siswa mampu mendeskripsikan nilai-nilai juang para pahlawan
·        Siswa mampu menyebutkan macam-macam perlawanan di daerah pada masa penjajahan
·        Siswa mampu menceritakan arti dan nilai Kebangkitan Nasional
·        Siswa mampu menceritakan arti dan nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda
          
D.     MATERI PEMBELAJARAN
·        Indonesia dijajah oleh bangsa asing.
·        Kebangkitan Nasional.
·        Sumpah Pemuda.

E.     METODE PEMBELAJARAN
·        Metode        :           Metode Ceramah, Metode Tanya jawab, dan Metode Diskusi

F.      KEGIATAN  PEMBELAJARAN
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
                  Alokasi
     waktu


Pendahuluan

·      Guru memulai pembelajaran dengan mengucapkan salam
·      Ketua kelas memimpin doa sesuai dengan kepercayaan masing-masing
·      Guru menanyakan kabar siswa dan melakukan presensi
·      Mengecek kesiapan dan kerapian peserta didik dengan berkeliling
·      Guru menyampaikan tema pembelajaran.
·      Guru melakukan apersepsi dengan bertanya pada siswa
·      Dilanjutkan dengan bertanya jawab tentang nama dan asal pahlawan Indonesia.


10 menit
Inti
Eksplorasi
·       Guru memberikan penjelasan singkat terkait perumusan pancasila sebagai dasar negara
·       Semua siswa diminta menyimak teks yang dibaca oleh siswa yang ditunjuk secara bergiliran mengenai Indonesia dijajah oleh bangsa asing
·       Bertanya jawab mengenai suasana pada masa penjajahan
·       Bertanya jawab mengenai bangsa apa yang pertama kali datang dan menjajah Indonesia
·       Guru menunjukkan foto/gambar para pahlawan daerah dan menanyakan nama dan asalnya
·       Guru menjelaskan mengapa timbul perlawanan rakyat di berbagai wilayah
·       Guru bertanya mengapa perlawanan di berbagai wilayah selalu dapat ditindas
·       Bersama pasangan, siswa ditugaskan mendeskripsikan nilai-nilai juang para pahlawan dengan rasa hormat dan perhatian
·       Membaca secara bergantian mengenai Kebangkitan Nasional
50 menit
Elaborasi
·       Berdiskusi mengenai mengapa timbul kesadaran berbangsa
·       Guru menjelaskan asal-usul Hari Kebangkitan Nasional
·       Guru bertanya mengenai nilai-nilai Hari Kebangkitan Nasional pada masa kini
·       Melanjutkan membaca teks mengenai Sumpah Pemuda
·       Menjelaskan kepada siswa mengapa timbul Sumpah Pemuda
·       Bersama-sama mengucapkan sumpah pemuda dengan baik dan sungguh-sungguh
·       Guru menugaskan siswa untuk menjelaskan isi dan maksud Sumpah Pemuda dengan rasa hormat dan perhatian
·       Untuk pengayaan dan untuk mengukur ketercapaian kompetensi, siswa ditugaskan untuk mengerjakan soal-soal yang ada di dalam buku kerja/buku paket PKn
Konfirmasi
·       Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
·       Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

Penutup
·       Bersama-sama siswa berpartisipasi aktif membuat kesimpulan / rangkuman hasil belajar
·       Guru menyuruh siswa untuk belajar mengenai materi selanjutnya
·       Dipimpin ketua kelas, Guru mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing.
·       Menutup pembelajaran dengan salam kemudian guru keluar kelas.

10 menit

G.     SUMBER DAN  MEDIA PEMBELAJARAN
         Sumber Belajar :
·        Buku Siswa
·        Buku Guru
·        Gambar/foto para pahlawan.
·        LKS Pendidikan Kewarganegaraan

Media Pembelajaran :
§   Gambar para pahlawan

H.        PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN
Bentuk Instrumen
·    Penilaian tulis
·    Penilaian sikap



Penilaian Tulis :
            Soal !
1.      Apa singkatan dan nama dalam bahasa Jepang dari BPUPKI? Jelaskan tujuan pembentukannya !
2.      Apa singkatan dan nama dalam bahasa jepang dari PPKI ?
3.      Kapan BPUPKI bersidang ? Apa hasilnya ?
4.      Kapan PPKI bersidang ? Apa hasilnya ?
5.      Sebutkan nilai-nilai juang para pahlawan dalam merumuskan pancasil ?

FORMAT KRITERIA PENILAIAN      
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.





2.




3.
Pengetahuan





Praktek




Sikap
·         Sangat Baik
·         Baik
·         Cukup Baik
·         Kurang Baik


·         Sangat Baik
·         Baik
·         Cukup Baik
·         Kurang Baik

·         Sangat Baik
·         Baik
·         Cukup Baik
·         Kurang Baik
4
3
2
1

4
3
2
1

4
3
2
1




LEMBAR PENILAIAN
No.
Nama Siswa

Performan

Jumlah Skor
Nilai


Pengetahuan
Praktik
Sikap


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Dst.








CATATAN :
  Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.
@ Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial.
                                                                                       

Mengetahui,
Kepala SD / MI



( ................................ )

       Malang 13 Agustus 2018
Guru Mapel Bahasa Indonesia



( ................................ )



Lampiran 3

Description: C:\Users\DELL\Documents\Screenshot_2018-09-12-17-55-53-193_com.whatsapp.png

Media Ex Region Bridge



Komentar

Postingan Populer