PENELITIAN MI BUSTANUL ULUM KOTA BATU
PENGGUNAAN MEDIA EX REGION
BRIDGE
UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN SISWA KELAS VI A MI BUSTANUL ULUM KOTA
BATU TENTANG MATERI DASAR NEGARA
Disusun
Oleh :
1. EKA WAHYU SETYO
RINI NPM
21501013050
2. JUNARI YULIANTI NPM
21501013045

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU
MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM MALANG
2018
LEMBAR PENGESAHAN
Laporan
Pembelajaran ini telah disetujui dan disahkan pada tanggal 14 September 2018,
Mengetahui
Guru
Pamong,
Dosen Pembimbing
Lapangan,
(..................................) (............................................)
Mengesahkan,
Kepala
Madrasah
(..................................)
ABSTRAK
Rini,
Eka Wahyu Setyo, dan yulianti, junari. 2018. Penggunaan Media Ex Region Bridge
untuk Meningkatkan Pembelajaran Siswa Kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu
tentang Materi Dasar Negara. Penelitian Tindakan Kelas, Program Studi
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Agama Islam Universitas Islam
Malang.
Kata Kunci
: Pemahaman tentang Materi Dasar Negara, Media Ex Region Bridge
Sering dijumpai di Madrasah
Ibtidaiyah atau Sekolah Dasar bahwa kualitas pemahaman pembelajaran pendidikan
kewarganegaraan terutama tentang materi Dasar Negara semakin rendah. Rendahnya
kualitas pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ini biasanya dikarenakan
kegiatan belajar mengajar yang monoton, yang hanya fokus dengan satu metode
saja. Sehingga pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang seharusnya
berlangsung secara menyenangkan dan membuat siswa aktif menjadi kegiatan
belajar mengajar yang pasif dan tidak melibatkan siswa, seringkali membuat
siswa bosan dan menjadi tidak suka akan pembelajaran tersebut. Menanggapi hal
itu, Guru dituntut aktif, kreatif, dan berinovatif untuk menciptakan lingkungan
kelas yang kondusif dan menyenangkan sehingga siswa yang dulunya pasif bisa
ikut serta aktif dalam kegiatan belajar mengajaryang nantinya akan berdampak
positif pada siswa yaitu peningkatan proses maupun hasil belajar dan pemahaman
siswa.
Dalam konteks ini, maka upaya
peningkatan kualitas pemahaman harus dilakukan. Adapun upaya yang dimaksud
diantaranya melalui penggunaan media ex region bridge dalam pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan tentang materi Dasar Negara di kelas VI A Madrasah
Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka
digunakan rancangan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dan
jenis penelitian yang dipilih adalah penelitian tindakan kelas (PTK) . Tahapan
penelitiannya mengikuti model Lewin menurut Elliot, yaitu meliputi
mengidentifikasi masalah, memeriksa lapangan, perencanaan tindakan, pelaksanaan
tindakan, observasi dan refleksi serta revisi perencanaan. Teknik pengumpulan
data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengukuran
hasil tes belajar. Terdiri dari data kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan 1.
Perencanaan pembelajaran menggunakan media ex region bridge dalam pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan kelas VI A Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota. Batu diawali
dengan : a. Menjabarkan Kompetensi Dasar dalam silabus kedalam rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP), b. Menentukan media dan metode yang akan
diterapkan. 2. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media ex region
bridge dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas VI A Madrasah
Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu tentang Materi Dasar Negara, guru
menggunakan beberapa metode pembelajaran seperti kerja kelompok/ team quis,
diskusi, ceramah, dan tanya jawab guna membantu dalam penyampaian pesan dan
meningkatkan partisipasi siswa di kelas. 3. Penilaian proses dan hasil
penggunaan media ex region bridge dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
pada siswa kelas VI A Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu menunjukkan
bahwa; siswa terlihat lebih bersemangat;
suasana kelas menjadi hidup; berani dalam mengemukakan pendapat; percaya
diri, perasaan malu dan takut sudah hilang, serta menumbuhkan minat baca siswa.
Secara kuantitatif hasil tes juga menunjukkan tingkat keberhasilan yang tinggi.
Yaitu 90 % siswa dinyatakan tuntas, sedangkan sebelum adanya tindakan terdapat
50 % saja yang nilainya tuntas dari KKM yang ditentukan. Berdasarkan data ini
menunjukkan bahwa penggunaan media ex region bridge dalam Pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan Indonesia mengalami peningkatan sebesar 40%.
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah
kami panjatkan puji syukur kami kehadirat Alloh SWT. Sehingga penulis telah menyelesaikan
Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum
ini dengan tepat waktu.
Salah satu tujuan penulis dalam
menulis laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah sebagai dokumentasi
dan juga bentuk evaluasi Penelitian Tindakan Kelas. Laporan yang penulis buat
ini berdasarkan data-data yang valid yang telah dikumpulkan dalam berbagai
metode.
Penulis menyampaikan terima kasih
kepada beberapa pihak yang ikut mendukung proses pembuatan laporan ini hingga
selesai. Yaitu :
1. Bapak
H.S.R. Fauzi, S.pd, selaku Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum
Kota. Batu yang sudah mengizinkan penulis melakukan Penelitian Tindakan Kelas
(PTK).
2. Bapak
Ibu Guru Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum yang telah membimbing penulis selama
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berlangsung.
3. Bapak
Yoyok Amirudin, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) selama Penelitian
Tindakan Kelas (PTK) ini berlangsung.
4. Orang
tua penulis sebagai pendukung utama segala kegiatan yang penulis lakukan.
Penulis menyadari atas ketidaksempurnaan
penyusunan Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini. Tak ada yang penulis bisa berikan selain
do’a dan rasa terima kasih yang tulus kepada para pendukung. Namun tidak lupa
juga masukan yang berguna seperti saran atau kritik dari para pembaca sangat
diharapkan oleh penulis. Penulis tetap berharap laporan ini akan memberikan
manfaat bagi para pembaca. Demi kemajuan penulis, penulis juga mengharapkan
adanya masukan beberapa kritik atau saran yang berguna. Terima kasih.
Malang, 13 Agustus 2018
Penulis
DAFTAR
ISI
HALAMAN SAMPUL
i
LEMBAR PERSETUJUAN
ii
KATA PENGANTAR
iii
DAFTAR ISI
iv
BAB I PENDAHULUAN
1
A.
Konteks Penelitian
1
B.
Fokus Penelitian
3
C.
Tujuan Penelitian
4
D.
Manfaat Penelitian
4
BAB II KAJIAN PUSTAKA
5
A.
Kajian Teori
5
B.
Hasil Penelitian Terdahulu
7
BAB III
PELAKSANAAN
PENELITIAN
8
A.
Subjek Penelitian
9
B.
Deskripsi Persiklus Kegiatan
10
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN.................................................11
A.
Deskripsi
Persiklus...................................................................................................21
1.
Pra
Siklus............................................................................................................23
2.
Siklus
1................................................................................................................26
3.
Siklus
2................................................................................................................29
4.
Siklus
3 ...............................................................................................................33
B.
Pembahasan
dari Setiap Siklus ..............................................................................36
BAB V PENUTUP..............................................................................................................41
A.
Kesimpulan
............................................................................................................43
B.
Saran
......................................................................................................................43
DAFTAR RUJUKAN
LAMPIRAN-LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Konteks
Penelitian
Pendidikan adalah usaha
sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, Ahklak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, dan Negara Negara (Wina Sanjana 2006:2)
Sumber daya manusia
salah satu faktor penting dalam keberhasilan pembangunan segala bidang. Hingga
kini pendidikan masih diyakini sebagai wadah dalam sumber daya manusia, maka
peningkatan mutu pendidikan merupakan hal yang wajib dilakukan secara
berkesinambungan guna menjawab perubahan jaman.
Untuk meningkatkan
kualitas pendidikan dapat dicapai melalui penataan pendidikan dengan baik
“Dalam konteks pembaharuan pendidikan ada tiga isu utama yang perlu disoroti,
yaitu pembaharuan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, dan efektifitas
metode pembelajaran” (Nurhadi dkk, 2003:1)
Undang-undang Nomor 20
tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional (Depak, 2012:6) menegaskan bahwa
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan bentuk watak serta
peradapan bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab.
Sumber daya manusia
salah satu faktor penting dalam keberhasilan pembangunan segala bidang. Hingga
kini pendidikan masih diyakini sebagai wadah dalam sumber daya manusia, maka
peningkatan mutu pendidikan merupakan hal yang wajib dilakukan secara
berkesinambungan guna menjawab perubahan jaman.
Untuk meningkatkan
kualitas pendidikan dapat dicapai melalui penataan pendidikan dengan baik
“Dalam konteks pembaharuan pendidikan ada tiga isu utama yang perlu disoroti,
yaitu pembaharuan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, dan efektifitas
metode pembelajaran” (Nurhadi dkk, 2003:1)
Pendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan yang
mengingatkan kita akan pentingnya nilai-nilai hak dan kewajiban suatu warga
negara agar setiap hal yang dikerjakan sesuai dengan tujuan dan cita-cita
bangsa dan tidak melenceng dari apa yang diharapkan. Karena dinilai penting,
pendidikan ini sudah diterapkan sejak usia dini di setiap jenjang pendidikan
mulai dari yang paaling dini hingga pada perguruan tinggi agar menghasilkan
penerus-penerus bangsa yang berompeten dan siap menjalankan hidup berbangsa dan
bernegara. Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan adalah untuk menumbuhkan
wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air dan
bersendikan kebudayaan bangsa, wawasan nusantara, serta ketahanan nasional
dalam diri para calon-calon penerus bangsa yang sedang mengkaji dan akan
menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni.
Sering dijumpai dibanyak Madrasah Ibtidaiyah atau
Sekolah Dasar pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan banyak tak diminati oleh
siswa, dikarenakan banyak faktor yang mempengaruhi misalkan dari cara
penyampaian guru mengajar atau pun siswa yang memang tidak minat akan
pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Terkadang ada juga yang memiliki minat
besar terhadap pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tetapi mereka sangat sulit
untuk memahami materi yang disampaikan oleh guru pembimbing mereka. Oleh karena
itu untuk meningkatkan minata ataupun pemahaman siswa dalam proses penyampaian
mataeri Pendidikan Kewarganegaraan ini, guru harus aktif dan berinovasi untuk
menciptakan lingkungan atau kondisi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
yang kondusif, serta membuat siswa aktif, senang, dan tertarik dengan
pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Disini peneliti mendapatkan tips untuk
itu yaitu dengan adanya ide kreatif membuat media, yaitu yang peneliti beri
nama media Ex Region Bridge.
Media Ex Region Bridge merupakan media yang tepat untuk diterapkan dalam pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan tentang materi Dasar Negara sehingga peneliti termotivasi untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas
yang berjudul : Penggunaan Media Ex
Region Bridge
Untuk Meningkatkan Pembelajaran Siswa Kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu
Tentang Materi Dasar Negara
B.
Fokus
Penelitian
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan fokus
dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana penggunaan media Ex Region Bridge
dalam meningkatkan pembelajaran siswa kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu
tentang materi Dasar Negara ?
2. Bagaimana hasil penggunaan media Ex Region
Bridge dalam meningkatkan pembelajaran siswa kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota
Batu tentang materi Dasar Negara ?
C.
Tujuan
Penelitian
Adapaun tujuan dari penelitian ini diantaranya yaitu:
1.
Mendeskripsikan dan menganalisis penggunaan media Ex Region Bridge dalam meningkatkan pembelajaran siswa
kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu tentang materi Dasar Negara ?
2.
Mendeskripsikan hasil penggunaan media Ex Region Bridge dalam
meningkatkan pembelajaran siswa kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu tentang
materi Dasar Negara ?
D.
Manfaat
Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan
bisa memberikan konstribusi dalam upaya meningkatkan pembelajaran siswa kelas
VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu, khususnya pada kegiatan pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan tentang Materi Dasar Negara di kelas VI A MI
Bustanul Ulum Kota Batu, adapun secara rinci kegunaan tersebut diantaranya:
1. Siswa
ü Dengan
media Ex Region Bridge, siswa dapat dengan mudah memahami materi terkait Dasar
Negara
ü Dengan
media Ex Region Bridge, siswa dapat lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar
ü Dengan
media Ex Region Bridge, akan menumbuhkan keberanian siswa untuk menjawab
pertanyaan dari media Ex Region Bridge
ü Dengan
media Ex Region Bridge, akan menumbuhkan keberanian siswa dalam mengemukakan
pendapat
2. Guru
ü Dengan
media Ex Region Bridge, akan mempermudah guru dalam mengajar Pendidikan
Kewarganegaraan tentang Materi Dasar Negara
ü Dengan
media Ex Region Bridge, guru akan menarik perhatian siswa dalam kegiatan
belajar Pendidikan Kewarganegaraan
ü Dengan
media Ex Region Bridge, akan membantu guru dalam menyelesaikan masalah-masalah
yang dihadapi oleh guru
ü Mengembangkan
kreativitas guru dalam melaksanakan pembelajaran
3. Lembaga
ü Dengan
media Ex Region Bridge, akan menjadi pijakan dasar untuk lembaga atau sekolah
dalam kaitannya menentukan Kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan yang lebih baik
ü Untuk
meningkatkan kualitas Madrasah atau Sekolah
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.
Kajian
Teori
1.
Hakikat
Media
a.
Media
Secara
harafiah kata “media” berasal dari bahasa Latin, yang merupakan bentuk jamak
dari “medium” yang berarti perantara atau alat (sarana) untuk mencapai sesuatu.
Association for Education and Communication Technology (AECT) mendefinisikan
media adalah segala bentuk yang dipergunakan untuk suatu proses penyaluran
informasi.
Dalam kamus
ilmuah popular, media berarti perantara (informasi); penengah, wahana ; wadah.
Media juga disebut sebagai alat peraga, audio visual, instruksional material
atau sekarang ini media lebih dikenal dengan media pembelajaran atau media
instruksional. Menurut Ibrahim (19 : 4) media adalah segalah sesuatu
yang dapat dipakai untuk memberikan rangsangan dalam rangka mencapai tujuan
pembelajaran. Media pengajaran menurut Hamalik (1989 : 23) adalah alat, method
edan tehnik yang digunakan dalam rangka mengaktifkan komunikasi dan interaksi
guru dan siswa dalam proses belajar mengajar disekolah. Menurut Abu, Ahmad.
(1986:152)
Sedangkan
Education Association (NEA) dalam Bahan Ajar Cetak Pengembangan Pendidikan
Kewarganegaraan SD oleh Ruminiati mendefinisikan media sebagai benda yang dapat
dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrumen
yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga dapat
mempengaruhi efektifitas program instruksional.
Lebih
jelas lagi Koyo K dan Zulkarimen Nst (1983) dalam Bahan Ajar Cetak Pengembangan
Pendidikan PKn SD oleh Ruminiati mendefinisikan media sebagai berikut : “Media
adalah sesuatu yang dapat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran,
perasaan, dan kemauan seseorang sehingga dapat mendorong tercapainya proses
belajar pada dirinya.
Dari
beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa media merupakan sesuatu yang
bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan
siswa, sehingga dapat terjadi proses belajar pada dirinya. Penggunaan media
secara efektif memungkinkan siswa dapat belajar lebih baik dan dapat
meningkatkan performan mereka sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.
ü Fungsi Media
Media
Pembelajaran memiliki beberapa peran yang meliputi :
1.
Berperan sebagai
komponen yang membantu mempermudah / memperjelas materi atau pesan pembelajaran
dalam proses pembelajaran
2.
Membuat
pembelajaran menjadi menarik
3.
Membuat
pembelajaran lebih realistis / obyektif
4.
Menjangkau
sasaran yang luas
5.
Menghilangkan
verbalisme yang hanya bersifat kata-kata
6.
Memperbesar
perhatian siswa
7.
Meletakkan
dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajara karena akan membuat
pembelajaran menjadi mantap meletakkan dasar-dasar yang kongkrit untuk berfikir
dan mengurangi verbalisme
8.
Memberikan
pengalaman yang nyata yang dapat menimbulkan kegiatan berusaha sendiri
dikalangan siswa
9.
Membantu
tumbuhnya pengertian dan kemampuan berbahasa
10. Memberikan
pengalaman-pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain serta
keragaman dalam belajar
Manfaat pengguanaan media didalam kelas
sangatlah jelas. Media tidak hanya populer dan menarik pada kalanagan semua
mumur utnuk meningkatakan minat dalam mempelajari bahasa, namun juga
memunculkan variasi dalam situasi proses belajar mengajar. Dalam menggunakan
media guru harus mempertimbangkan usia siswa yang akan disjar. Demikian juga
tingkat intelektual, tingkat kemampuan berbahasa, dan latar belakang sosial
budayanya. Isi materi pada media tersebut juga harus sesuai dan relevan denagn
minat siswa (Yunus, 1981:1). Sadiman juga mengungkapkan bahwa penggunaan media
perlu memperhatikan penempatannya agar dapat diamati dengan baik oleh seluruh
siswa (1986:203)
ü Peran Media
Peranan
media pembelajaran menurut Sadiman (1986:203) adalah antara lain:
1. Menghemat waktu proses belajar mengajar
2. Memudahkan pemahaman
3. Meningkatkan perhatian siswa
4. Mempertinggi daya ingat siswa
ü Syarat Pembuatan
Media
Dalam
pembuatan media pembelajaran juga diperlukan beberapa pertimbangan yang dimana
bisa meliputi : Media pembelajaran yang dibuat harus bisa menarik perhatian
siswa saat belajar, pembuatan media pembelajaran harus terjangkau harganya,
membutuhkan uang seminimal mungkin, serta media pembelajaran yang dibuat harus
bisa tahan lama.
ü Media Ex Region
Bridge
Media
terbagi atas tiga macam, antara lain: Audio, Visual, Audio-visual :
Secara
harafiah kata “Ex Region” berasal dari bahasa Latin, yang artinya Dasar Negara
sedangkan akat Bridge adalah berasal dari nama kartu main yang sering digunakan
di lingkungan permainan Indonesia. Karena menurut peneliti, tidak semua kartu
bridge memilikoi nilai negatif dan sangat berdampak negatif di lingkungan atau
masyarakat Indonesia. Disini peneliti berfikir agar bisa membuat nilai positif
dari kartu bridge ini melalui media pembelajaran yang peneliti beri nama “Ex
Region Bridge”. Media Ex Region Bridge ini artinya Media Kartu Dasar Negara,
Peneliti memilih nama Dasar Negara karena Media ini dikhususkan untuk
meningkatkan pembelajaran dan pemahaman pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
dikhususkan tentang materi Dasar Negara.
Media
kartu dengan nama Ex Region Bridge ini termasuk media visual seperti halnya
media gambar dan materi-materi lain yang dapat dilihat. Media kartu dengan nama
Ex Region Bridge termasuk salah satu media sederhana yang dapat dengan efektif
membantu proses belajar. Dimana dengan adanya kartu yang berisikan tulisan atau
gambar-gambar akan meningkatkan minat dan motifasi siswa dalam belajar.
Pada
penggunaan media kartu dengan nama Ex Region Bridge ini, kita mengenal salah
satu model kartu yang populer yaitu “Flashcards”. Flashcard adalah kartu yang
berisikan gambar, kata, phrase dan lain-lain,. Kartu ini dikenal dengan nama
flash yang berarti secepat kilat, karena penggunaan kartu ini adalah dengan
cara memperlihatkan apa yang ada diatas kartu dengan cepat (flash).
Di
media kartu dengan nama Ex Region Bridge ini bertuliskan tentang materi-materi
tentang pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, ada yang berisi seputar
pertanyaan, dan ada juga yang berisi tentang penjelasan tentang materi Dasar
Negara. Penggunaan media kartu dengan nama Media ex Region Bridge ini dilakukan
bisa dengan kelompok kecil atau krlompok kecil.
Media Ex Region Bridge ini dalam proses
pembuatannya sangat meminimalis uang, selain itu juga bisa dibawa kemana-mana
karena media berukuran kecil. Disisi lain media Ex Region Bridge ini juga dalam
pembuatannya sangat hemat waktu karena hanya menulis, memotong, dan mengunting
kertas saja.
Cara
penggunaan Media Ex Region Bridge ini yaitu ketika dalam proses pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan tentang materi Dasar Negara yaitu : Dalam awal
pembelajaran diperlukan metode ceramah untuk menjelaskan materi tersebut serta
dilakukan metode diskusi dan tanya jawab terkait materi Dasar Negara, lalu untuk
lebih memahamkan materi Dasar Negara guru mengajak bermain poin dengan
menggunakan Media Ex Region Bridge ini. Peneliti menerapkan di siswa kelas VI A
MI Bustanul Ulum dengan cara terlebih dahulu dibentuk kelompok Besar di dalam
kelas, lalu cara pertama dengan 5 kartu bridge pertama dilakukan secara kuis dengan
exstafet penjelasan materi dasar Negara, setelah itu yang namanya ditunjuk akan
memjelaskan kepada teman-temannya di depan kelas tentang apa yang ada ditulis
dalam media Ex Region Bridge. Diputaran keduasalah satu perwakilan kelas akan
memilih Media Ex Region Bridge dengan salah satu warna dimana itu berisi soal,
lalu akan menjawab soal tersebut kalau tidak bisa akan dilakukan estafet soal
kepada teman-teman kelas lainnya, begitu terus berlangsung sampai 10 soal.
Penggunaan Media Ex Region Bridge ini memiliki aturan permainan sebagai berikut
:
1. Memiliki
satu Leader
2. Memiliki
satu wakil Leader
3. Memiliki
anggota
4. Sebelum
ditunjuk nama tidak boleh asal bicara
5. Setiap
pertanyaan kalau tidak bisa menjawab akan diestafet
6. Siapapun
yang bisa menjawab akan mendapatkan Poin (+)
7. Siapapun
yang berhasil menjawab pertama akan mendapat reword
8. Harus
berani mengungkapkan pendapatnya masing-masing
9. Dilarang
berbicara diluar konteks
Kelebihan Media Ex
Region Bridge :
a) Bisa
menarik perhatian siswa
b) Membuat
siswa menjadi aktif
c) Membuat
guru lebih mudah dalam menyampaikan materi
d) Membuat
siswa berani dalam menyampaikan pendapatnya
e) Media
yang mudah dibuat
f) Media
yang hemat biaya
g) Membuat
anak semain percaya diri
h) Meningkatkan
daya ingat siswa
i)
Meningkatkan
perhatian siswa
Kelemahan
Media Ex Region Bridge :
a)
Kurang awet
apabila tidak di laminating
b)
Proses
pembuatannya agak lama
c)
Membutuhkan
ketelitian yang sangat besar
2.
Pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan Materi Dasar Negara
Pendidikan
Kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang digunakan sebagai wahana untuk
mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya
bangsa Indonesia. Pendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan yang
mengingatkan kita akan pentingnya nilai-nilai hak dan kewajiban suatu warga
negara agar setiap hal yang dikerjakan sesuai dengan tujuan dan cita-cita
bangsa dan tidak melenceng dari apa yang diharapkan. Karena dinilai penting,
pendidikan ini sudah diterapkan sejak usia dini di setiap jenjang pendidikan
mulai dari yang paling dini hingga pada perguruan tinggi agar menghasilkan
penerus-penerus bangsa yang berompeten dan siap menjalankan hidup berbangsa dan
bernegara.
Tujuan
utama Pendidikan Kewarganegaran adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran
bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan
bangsa, wawasan nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri para calon-calon
penerus bangsa yang sedang dan mengkaji dan akan menguasai ilmu pengetahuan dan
teknologi serta seni. Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas
manusia Indonesia yang berbudi luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh,
profesional, bertanggung jawab, dan produktif serta sehat jasmani dan rohani.
Pendidikan
Kewarganegaraan yang berhasil akan membuahkan sikap mental yang cerdas, penuh
rasa tanggung jawab dari peserta didik. Sikap ini disertai perilaku yang :
1. Beriman
dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa serta menghayati nilai-nilai falsafah
bangsa.
2. Berbudi
pekerti luhur, berdisiplin dalam masyarakat berbangsa dan bernegara.
3. Rasional,
dinamis, dan sabar akan hak dan kewajiban warga negara.
4. Bersifat
profesional yang dijiwai oleh kesadaran bela negara.
5. Aktif
memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni untuk kepentingan manusia,
bangsa, dan negara.
Melalui Pendidikan Kewarganegaraan,
warga negara Republik Indonesia diharapkan mampu “memahami”, menganalisa, dan
menjawab masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa dan menjawab
masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa dan negaranya secara
konsisten dan berkesinambungan dalam cita-cita dan tujuan nasional seperti yang
digariskan dalam pembukaan UUD 1945.
Belajar
merupakan peristiwa sehari-hari disekolah. Belajar merupakan hal yang kompleks.
Kompleksitas belajar tersebut dapat dipandang dari dua subjek, yaitu dari guru
dan dari segi siswa. Belajar dialami sebagai suatu proses. Siswa mengalami
proses mental dalam menghadapi bahan belajar. Segala sesuatu harus memiliki
tujuan, karena dengan adanya tujuan maka hal yang kita inginkan akan bisa
atercapai meskipun kadang sulit untuk
mencapainya.
Menurut
Suprijono (2009:5), tujuan belajar yang eksplisit diusahakan untuk dicapai
dengan tindakan instruksional yang dinamakan instructional effects, yang
biasanya berbentuk pengetahuan dan keterampilan. Sedangkan tujuan belajar
sebagai hasil yang menyertai tujuan belajar instruksional disebut nurturant
effect. Bentuknya berupa kemampuan berpikir kritis dan kreatif, sikap terbuka
dan demokratis, menerima orang lain, dan sebagainya. Tujuan ini merupakan
konsekuensi logis dari peserta didik menghidupi suatu system lingkungan belajar
tertentu.
Dalam tujuan pembelajaran peserta didik
diharapkan bisa merubah dirinya dengan acuan pelajaran yang baru saja
didapatkan. Belajar disini mempunyai maksud agar sesuatu yang belum diketahui
akan didapat didalamnya. Tujuan pengajaran sebagaimana diungkapkan Oemar
Hamalik adalah “suatu deskripsi mengenai tingkah laku yang diharapkan tercapai
oleh siswa setelah berlangsung pengajaran.” Jadi, tujuan pembelajaran adalah
harapan perubahan yang dicapai oleh peserta didik dari adanya proses
pembelajaran.
Dasar Negara adalah suatu prinsip yang
dimiliki oleh setiap negara. Selain itu dasar negara juga menjadi sebuah
pondasi besar dari setiap negara untuk mengembangkan negaranya. Dasar Negara
sangat penting sebab apabila suatu negara tidak akan mempunyai pegangan atau
pedoman. Maka negara tersebut akan kehilangan arah dan tujuan sehingga dapat
menimbulkan kekacauan dengan mudah. Di Indonesia dasar negara yang digunakan
adalah Pancasila yang juga sebagai Ideologi Nasional.
Fungsi dasar negara adalah sebagai berikut
:
1. Sebagai
Dasar berdirinya dan tegaknya suatu negara
2. Sebagai
Dasar kegiatan penyelengaraan negara
3. Dasar
partisipasi dasar negara
4. Dasar
pergaulan antara warga negara
5. Dasar
dan sumber hukum nasional
Kerangka Pemikiran
Media pembelajaran mempunyai kegunaan
yang besar dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran dapat mempermudah guru
dalam menyampaikan materi kepada siswa. Dengan media siswa dapat aktif
bertanya, mengemukakan pendapat dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh
guru.
Dalam pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan media pembelajaran sangat membantu siswa dalam memahami suatu
materi. Masih banyak guru yang menggunakan metode ceramah pemberian tugas saja
sehingga siswa masih pasif dalam pembelajaran khususnya pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan. Guru harus memilih cara / strategi yang tepat agar siswa
menjadi lebih aktif dan kreatif dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan di Madrasah Ibtidaiyah atau Sekolah Dasar.
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
di Madrasah Ibtidaiyah dimaksudkan pada suatu proses belajar mengajar dalam
rangka membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik dan membentuk
manusia Indonesia seutuhnya dalam pembentukan karakter bangsa yang diharapkan
mengarah pada penciptaan suatu masyarakat yang menempatkan demokrasi dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara yang berlandaskan pada Pancasila, UUD, dan
norma-norma yang berlaku di masyarakat yang diselenggarakan selama 6 tahun.
Guru menggunakan media pembelajaran
dengan nama Media Ex Region Bridge karena media Ex Region Bridge adalah media
yang paling mudah dimengerti dan paling umum digunakan di bangku Madrasah
Ibtidaiyah atau Sekolah Dasar.
Dengan demikian diharapkan dengan
penggunaan media pembelajaran kartu atau Media Ex Region Bridge secara benar
dan tepat dapat lebih aktif menumbuhkan keaktifan siswa dan meningkatkan
pemahaman siswa pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
Evaluasi pembelajaran
Setelah serangkaian pengajaran
terlaksanakan, maka suatu evaluasi perlu diberikan untuk mengetahui hasil
kegiatan pengajaran tersebut. Slamemto (1991) merumuskan adanya tiga tujuan
dari evaluasi, yaitu:
a)
Untuk memberikan
umpan balik kepada guru sebagai dasar memperbaiki proses belajar mengajar dan
mengadakan program perbaikan bagi murid
b)
Untuk menentukan
angka kemajuan atau hasil masing-masingmurid yang dipakai sebagai pemberian
laporan kepada kedua orang tua, penentuan kenaikan tingkat atau status, dan
penentuan lulus tidaknya
c)
Untuk
menempatkan murid dalam situasi belajar mengajar yang tepat
Adapun evaluasi yang bisa dilakukan,
khususnya terkait dengan pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan adalah:
A. Tehnik Tes, yang mencangkup:
a. Tes Verbal
b. Tes non Verbal
B. Tes Verbal, yang mencangkup:
a. Tes
Tertulis
b. Tes
Lisan
Selain itu juga kegiatan pengajaran
Pendidikan Kewarganegaraan yaitu :
Menyimak
Yaitu dengan melihat kemampuan siswa
dalam menafsirkan berbagai nuasa makna
dalam berbagai teks lisan dengan berbagai variasi tujuan komunikasi dan
konteks.
Berbicara
Melihat kemampuan siswa dalam mengungkapkan
berbagai nuansa makna dalam berbagai teks lisan dengan berbagai variasi tujuan
komunikasi dan konteks.
Membaca
Melihat kemampuan siswa dalam memahami
berbagai nuansa makna yang di jumpai dalam berbagai teks tertulis dengan
variasi tujuan komunikasi, struktur teks dan ciri-ciri bahasanya.
Menulis
Melihat kemampuan siswa dalam
mengungkapkan makna secara tertulis sesuai dengan tujuan komunikasinya dengan
struktur wacana dan fitur-fitur bahasa yang lazim digunakan dalam budaya bahasa
yang digunakan.
Memahami
Melihat kemampuan menjellaskan atau
menganlisis materi yang telah dipaparkan.
B.
Hasil
Penelitian Terdahulu
Uraian berikut adalah salah satu upaya untuk
mendeskripsikan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan. Dengan
demikian kita akan mengetahui bahwa penggunaan media kartu dengan nama Ex
Region Bridge dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dapat meningkatkan
pemahaman Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu.
Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 1 Agustus
2018 sampai dengan tanggal 15 September 2018 selama 16 kali pertemuan, tiap hari
Jum’at jam 2-3 di kelas VI A Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu.
Dengan demikian, praktek untuk mengajar yang dilakukan peneliti hanya
berlangsung 6 kali pertemuan (6 pertemuan, observasi kelas, dan 5 pertemuan
untuk praktek mengajar) dengan beberapa pokok bahasan yaitu Perumusan Pancasila
sebagai Dasar Negara.
Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada hari
jum’at tanggal 3 Agustus 2018. Kegiatan penelitian terdahulu ini dilakukan
dengan mengambil data tentang kondisi awal siswa.. Pada saat peneliti melakukan
observasi pada hari itu, peneliti melihat bahwa penyampaian muatan pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan di kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu, Berikut
data nilai siswa kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu :
Daftar
Nilai PKN Kelas 6A MI Bustanul Ulum Kota. Batu
|
No
Ur.
|
NAMA
MURID
|
NILAI
|
|
1
|
Ananda
Nabila Izakia
|
61
|
|
2
|
Andhien
Ramadhani
|
76
|
|
3
|
Arinda
Chamamila Yansi
|
82
|
|
4
|
Arya
Dwi Cahyono
|
76
|
|
5
|
Ayla
Catur Luvena
|
73
|
|
6
|
Claudiya
Umifatul Afida
|
76
|
|
7
|
Denis
Dwi Pramadani
|
40
|
|
8
|
Diah
Afidoh
|
85
|
|
9
|
Dwi
Ayu Pratiwi
|
55
|
|
10
|
Eka
Putra
|
67
|
|
11
|
Elsya
Widya Andini
|
96
|
|
12
|
Fadjrin
Arya Do’an
|
61
|
|
13
|
Farel
Ardhiansyah
|
58
|
|
14
|
Gabriel
Tegar Wijaya
|
70
|
|
15
|
Hafiz
Maulana Al Ghifari
|
55
|
|
16
|
Imelda
Sekar Ayunadi Ratna
|
67
|
|
17
|
Judith
Fe Athalarik Perdana
|
67
|
|
18
|
Karima
Zahro Wardania
|
76
|
|
19
|
M.
Abdullah Wilhan
|
67
|
|
20
|
Milla
Maulidiyatuz Zuhriyah
|
82
|
|
21
|
M.
Arsyaluh Desta Maulana
|
67
|
|
22
|
M.
Rizki Chaironi
|
0
|
|
23
|
M.
Tsaqif Ziven Alwaliya
|
82
|
|
24
|
Nabila
Syifa Irwansyah
|
76
|
|
25
|
Navil
Muhammad Nasikhun Alami
|
91
|
|
26
|
Nilna
Izza Billah
|
82
|
|
27
|
Nor
Vira Alliyyi
|
40
|
|
28
|
Rayhan
Bahijnaswa Ramadani A
|
85
|
|
29
|
Sabrina
Hanun Damayanti
|
0
|
|
30
|
Sephbrian
Iqbal Dwi Cahyo
|
0
|
|
31
|
Vino
Eric Ardiwinata
|
61
|
|
32
|
Yasmine
Ayudhia Davina Izafy
|
76
|
|
33
|
Muhajir
Darojat Akbar
|
64
|
|
34
|
M.
Dzaki Rafi Abdillah
|
85
|
Tabel 1.1
Jumlah 1591
Nilai tertinggi 96
Nilai terendah 0
Nilai rata-rata 46,7
%
Jumlah siswa nilai diatas KKM 14
Jumlah siswa nilai dibawah KKM 20
Persentase siswa tuntas 41,1
%
Persentase siswa belum tuntas 58,8 %
Hasil Evaluasi
Penelitian Terdahulu
Berdasarkan tabel di atas, diketahui
bahwa selisih antara nilai tertinggi dengan nilai nilai terendah adalah 17 %.
Siswa yang memiliki nilai terendah masih jauh dari Kriteria Ketuntasan Minimal
(KKM) yaitu sebesar 0. Untuk mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM),
sebanyak 20 anak atau sekitar 58,8 % harus ditingkatkan kemampuannya dalam
memahami materi Pendidikan Kewarganegaraan tentang Dasar Negara. Selain hal
tersebut dapat diketahui juga bahwa siswa yang belum mencapai KKM lebih banyak
dari pada siswa yang sudah mencapai KKM. Berikut tabel siswa yang belum
memenuhi KKM.
|
Ananda
|
Andhien
|
Arinda
|
Arya
|
Ayla
|
Claudia
|
|
Denis
|
Diah
|
Dwi
|
Eka
|
Elsya
|
Fadjrin
|
|
Farel
|
Gabriel
|
Hafiz
|
Imelda
|
Judith
|
Karima
|
|
Wilhan
|
Milla
|
Arsya
|
Rizky
|
Tsaqif
|
Nabila
|
|
Navil
|
Nilna
|
Nor
|
Rayhan
|
Sabrina
|
Sephbrian
|
|
Vino
|
Yasmine
|
Muhajir
|
Dzaki
|
|
|
*) nama yang di blok kuning adalah siswa yang
memenuhi KKM
Tabel 2.1
BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN
A.
Subjek
Penelitian
a.
Pendekatan
dan Jenis Penelitian
Dalam
penelitian ini digunakan metodologi dengan pendekatan kualitatif, yang memiliki
karakteristik alami (natural setting) sebagai sumber data langsung, deskriptif,
proses lebih dipentingkan dari pada hasil, analisis dalam penelitian kualitatif
cenderung dilakukan secara analisa induktif dan makna merupakan hal yang
esensial.
Ada
6 (enam) macam metodologi penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif,
yaitu: etnografis, studi kasus, grounded theory, interaktif, partisipatories,
dan penelitian tindakan kelas.
Jenis
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan
kelas. Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan di kelas
dengan tujuan memperbaiki atau meningkatkan mutu praktik pembelajaran.
Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang dilakukan oleh seorang guru
di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk
memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi
meningkat.
b.
Setting
Penelitian
Lokasi
penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan penelitian untuk
mendapatkan data yang diinginkan oleh peneliti. Penelitian ini dilaksanakan di
Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu. Dimana lokasi penelitian ini sudah
ditentukan oleh pihak kampus Universitas Islam Malang (UNISMA) srsuai dengan
kegiatan pelaksanaan PPL atau Praktik Pengalaman Lapangan. Madrasah Ibtidaiyah
Bustanul Ulum Kota Batu ini merupakan
salah satu Sekolah yang berada di kota Batu di bawah naungan Departemen Agama
dan merupakan salah satu sekolah MI yang unggulan di Kota Batu. Madrasah Ibtidaiyah
Bustanul Ulum Kota Batu ini didukung oleh sumber daya manusia yang cukup
memadai dan profesional, dimana Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum ini memiliki
34 tenaga pendidik dengan kepala sekolah. Pegawai di Madrasah Ibtidaiyah
Bustanul Ulum sebagian besar mereka adalah alumni dan penduduk sekitar Madrasah
Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu yang berlokasi di Jalan. Cempaka 25 Desa
Pesanggrahan Kota Batu.
Dan
untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas, Madrasah Ibtidaiyah
Bustanul Ulum Kota Batu ini menyediakan berbagai macam fasilitas yang mendukung
proses pendidikan, diantaranya adalah ruang belajar (kelas) yang berjumlah
sekitar 20 kelas, yaitu masing-masing jenjang kelas berjumlah 4 ruang kelas.
Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu juga dilengkapi dengan laboratorium
komputer, UKS, perpustakaan, masjid, ruang guru, ruang tata usaha, ruang kepala
sekolah, gudang alat Drum band, Koperasi Sekolah, dan kamar mandi.
Penelitian
ini difokuskan pada peserta didik kelas VI A Madrasah Ibtidaiyah Kota Batu yang
berjumlah 34 siswa (24 siswa dan 10 siswi) pada saat mengikuti kegiatan proses
belajar-mengajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian ini
dilaksanakan oleh guru praktikan selaku penulis laporan ini. Penelti mencoba
menerapkan cara yang dianggap mampu untuk meningkatkan pemahaman mata pelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan tentang materi Dasar Negara pada kegiatan belajar
siswa. Salah satu cara pengajarannya adalah dengan cara penggunaan media kartu
yang peneliti beri nama “Media Ex Region Bridge” Penelitian ini juga
dimaksudkan untuk mengubah system pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang
selama ini monoton agar menjadi menarik dan diminati oleh siswa.
c.
Waktu
Penelitian
Penelitian
ini dilaksanakan mulai tangal 1 Agustus 2016- 15 September 2018.
d.
Mata
Pelajaran
Penelitian
ini lebih difokuskan pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas IV A
Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu di Jalan
Cempaka No. 25 Desa Pesanggrahan Kota Batu.
e. Sumber Data
Sumber data yang diperoleh peneliti dalam penelitian tindakan kelas ini
berasal dari dua sumber, yaitu dari sumber data primer berupa hasil lembar
kerja siswa dan ulangan harian yang diberikan oleh guru. Sumber lainnya berasal
dari pengamatan yang dilakukan oleh peneliti sendiri.
f.
Karakter
Siswa
Menurut
Thornborg (1984) anak sekolah dasar adalah individu ysng sedang berkembang,
barang kali tidak perlu lagi diragukan keberaniannya. Nasution (1992)
mengatakan bahwa masa kelas tinggi sekolah dasar mempunyai beberapa sifat khas
sebagai berikut : adanya minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang
konkrit, amat realistis, ingin tahu dan ingin belajar, menjelang akhir masa ini
telah ada minat terhadap hal-hal dan mata pelajaran khusus, oleh ahli yang
mengikuti teori faktor ditaksirkan sebagai mulai menonjolkan faktor-faktor,
pada umumnya anak menghadap tugas-tugasnya dengan bebas dan berusaha
menyelesaikan sendiri, pada masa ini anak memandang nilai sebagai ukuran yang
tepat mengenai prestasi sekolah, anak pada masa ini gemar membentuk kelompok
sebaya.
Di
tempat penelitian penulis yaitu Madrasah Ibtodaiyah Bustanul Ulum Kota Batu ini
terutama di kelas VI A yang berlokasi di Jalan Cempaka Desa Pesanggrahan Kota
Batu ini ditemukan berbagai macam karakter siswa. Karakteristik siswa sekolah
dasar meliputi :
1. Senang
bermain
2. Senang
bergerak
3. Senang
bekerja dalam kelompok
4. Senang
merasakan atau melakukan sesuatu secara langsung
5. Anak
cengeng
6. Anak
sulit memahami isi pembicaraan orang lain
7. Senang
diperhatikan
8. Senang
meniru
g.
Prosedur
Penelitian
Penelitian
ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart. Dalam
setiap siklus meliputi tahapan planning (perencanaan), action (pelaksanaan),
observation (observasi), dan reflection (refleksi). Siklus akan diulangi
apabila hasil penelitian yang diperoleh belum mencapai target. Berikut adalah
alur dalam penelitian tindakan kelas yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc
Taggart

Gambar
1.
Model
Penelitian Tindakan Kelas
Kemmis dan Mc Taggart
Empat
tahapan penting dalam penelitian tindakan kelas diantaranya adalah:
1. Perencanaan
(planning)
Dalam
tahap ini peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa,
dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Perencanaan adalah kegiatan awal
yang dilakukan setelah diketahui bagaimana situasi dan kondisi pembelajaran di
dalam kelas.
2. Pelaksanaan
(action)
Dalam
tahap pelaksanaan, peneliti berperan sebagai guru menggunakan panduan
perencanaan yang telah dibuat dan pelaksanaannya bersifat fleksibel dan terbuka
terhadap perubahan-perubahan yang akan mucul pada saat penelitian berlangsung.
Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, guru (peneliti sebagai guru) mengajar
siswa atau melaksanakan tindakan sesuai dengan RPP yang telah dibuat. Sedangkan
kolaborator mengamati aktivitas guru dalam proses pembelajaran dengan
menggunakan lembar observasi yang sebelumnya telah dibuat.
3. Observasi
(observation)
Observasi
adalah kegiatan pengamatan (pengambilan data) untuk melihat seberapa jauh efek
tindakan telah mencapai sasaran. Observasi dilakukan untuk melihat langsung
pelaksanaan tindakan yang sudah direncanakan.
.
4. Refleksi
(reflection)
Reflection
adalah kegiatan mengulas secara kritis (reflective) tentang perubahan yang
terjadi (a) pada siswa, (b) suasana kelas, dan (c) guru. Pada tahap ini, guru
sebagai peneliti menjawab pertanyaan mengapa (why), bagaimana (how), dan
seberapa jauh (to what extent) intervensi telah menghasilkan perubahan secara
signifikan. Tahapan ini merupakan tahapan untuk menganalisis data yang didapat
dari lembar observasi, kemudian dilakukan refleksi. Diskusi ini bertujuan untuk
mengetahui apakah ada persoalan penting yang muncul saat pelaksanaan tindakan
sedang berlangsung serta mengevaluasi hasil tindakan yang telah dilakukan
dengan cara melakukan penilaian terhadap proses yang terjadi dan segala hal
yang berkaitan dengan tindakan yang 28 dilakukan pada saat pembelajaran.
Apabila hasil yang diharapkan belumtercapai maka tahap-tahap siklus diulang
dengan tindakan yang berbeda.
h.
Teknik Pengumpulan Data
Untuk
mendapatkan data yang objektif dan akurat, peneliti menggunakan metode
penggumpulan data sebagai berikut:
1.
Interview
(Wawancara)
Wawancara adalah instrument pengumpulan data yang
digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya (Subana dkk,
2000:29) wawancara yaitu percakapan dengan maksud tertentu dan percakapan itu
dilakukan oleh dua pihak yang terkaid yaitu interviewer (pewawancara)
yang mengajukan pertanyaan dan interviewer (yang diwawancarai) yang
memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Lexy. J dan Moleong, 2000:186)
2.
Observasi
Dalam
penelitian ini peneliti menggunakan pengamatan tidak berperan serta atau
Observasi non partisipan (Lexy J dan Moleong, 2000:216) Observasi adalah
suasana proses pengamatan dan perencanaan secara sistematis, logis, objektif
dan rasional mengenai berbagai fenomena, baik dalam situasi yang sebenarnya
maupun dalam situasi buatan untuk mencapai tujuan tertentu. Observasi tidak
hanya digunakan dalam kegiatan evaluasi, tetapi juga dalam bidang penelitian
terutama penelitian kualitatif (Kualitatif research) (Zainal Arifin,
2013:153)
Tujuan utama dalam Observasi adalah (1) untuk
mengumpulkan data dan informasi mengenai suatu fenomena, baik berupa peristiwa
maupun tindakan, baik dalam situasi yang sesungguhnya maupun dalam situasi
buatan, (2) untuk mengukur perilaku kelas (baik perilaku guru maupun perilaku
peserta didik) (Zainal Arifin, 2013:153)
Observasi mempunyai beberapa karakter, antara lain
(1) mempunyai arah dan tujuan yang jelas (2) bersifat ilmiah, yaitu dilakukan
secara sistematis, logis, kritis, objektif dan rasional (3) terdapat berbagai
aspek yang akan diobservasi (4) praktik penggunaannnya (Zainal Arifin,
2013:154)
Hadi (1986) mengemukakan bahwa, observasi merupakan
suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses
biologis dan psikologis. Dua diantara yang terpenting adalah proses-proses
pengamatan dan ingatan.
Dari segi proses pelaksanaan pengumpulan data,
observasi dapat dibedakan menjadi participant observation (Observasi berperan
serta) dan non participant observation, maka observasi dapat dibedakan
menjadi observasi tersruktur dan tidak terstruktur (Sugiyono, 2014:145)
3. Tes
Lisan
S.
Hamid Hasan (1988) menjelaskan “Tes adalah alat pengumpulan data yang dirancang
secara khusus Sedangkan Conny Semiawan S. (1986) mengemukakan “Tes adalah alat
pengukur (Zainal Arifin, 2013:3) Tes lisan adalah tes yang menuntut jawaban
dari peserta didik dalam bentuk lisan (Zainal Arifin, 2013:148).
Kelebihan
tes lisan antara lain: 1) dapat mengetahui langsung kemampuan peserta didik
dalam mengemukakan pendapatnnya secara lisan 2) tidak perlu menyusun soal-soal
secara terurai, tetapi cukup mencatat pokok-pokok permasalahannya saja 3)
kemungkinan peserta didik akan menerka-nerka jawaban yang berspekulasi dapat
dihindari. Sedangkan Kelemahannya adalah: memakan waktu yang cukup banyak,
apalagi jumlah peserta didiknya banyak (Zainal Arifin, 2013:149).
3.
Dokumentasi
Dokumentasi
yaitu pengambilan data dengan menggunakan dokumen-dokumen yang ada di lokasi.
Menurut Grub dan Lincoln dokemen adalah setiap pernyataan tertulis yang sisusun
oleh seseorang atau lembaga untuk keperluan pengujian suatu peristiwa atau
penyajian akuntik (Lexy, J dan Moleong 2000:161)
i. Instrumen Penelitian
Instrumen
penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam
mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam
arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis sehingga lebih mudah diolah.
Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Tes
hasil belajar
Tes
ini dilakukan secara tertulis yaitu tes hasil belajar yang berpedoman pada
materi menyelesaikan soal cerita. Soal tes berbentuk esai yang akan dikerjakan
secara individu oleh siswa tiap akhir siklus. Tes ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan pemahaman
soal Pendidikan Kewarganegaraan tentang
Dasar Negara.
2. Lembar
Observasi
Pada
penelitian ini lembar observasi berupa
rubric yang memuat beberapa kriteria. Lembaran ini digunakan untuk memantau
apakah penelitian tindakan sudah sesuai dengan karakteristik dalam penggunaan
Media Ex Region Bridge.
j.
Indikator Kinerja
Indikator
keberhasilan penelitian ini ditandai dengan adanya perubahan yang ditunjukkan
dengan meningkatnya hasil belajar siswa terhadap pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan setelah menggunakan media Ex Region Bridge. Kriteria Ketuntasan
Minimal di Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu pada mata pelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan adalah 76.
Pembelajaran berhasil jika persentase siswa yang tuntas minimal mencapai
75% dari jumlah siswa dan rata-rata kelas mencapai 76.
B.
Deskripsi
Persiklus Kegiatan
Disiklus pertama peneliti mengambil
nilai tanpa ada penjelasan terkait materi. Disini murni mendapat hasil nilai
dari sebelum peneliti menjelaskan dengan menggunakan medi Ex Region Bridge.
Disiklus Kedua peneliti menjelaskan
materi Pendidikan Kewarganegaraan dengan menggunakan media Ex Region Bridge
dikaitkan dengan metode ceramah dan didapatkan hasil hampir dari setengah kelas
mendapatkan nilai diatas KKM karena para siswa kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota
Batu ini sudah hampir semua terlibat aktif dalam proses belajar mengajar dan
sudah memahami materi terkait Dasar Negara.
Disiklus Ketiga peneliti menggunakan
metode ceramah, serta memantapkan pembelajaran dengan menggunakan metode tanya
jawab dan diskusi, Disini karena siswa MI Bustanul Ulum Kota Batu terlihat
kurang aktif maka juga digunakan media Ex Region Bridge, sehingga proses
pembelajaran semakin aktif dan siswa kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu ini
lebih aktif dan lebih mudah memahami materi tentang Dasar Negara dan hampir
setengah isi kelas mulai percaya diri dan bisa menjabarkan materi tersebut.
BAB IV
PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.
Deskripsi
Persiklus
1.
Pra
Siklus
Sebagai
upaya untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan optimal, peneliti penggunaan
media kartu yang peneliti beri nama Ex Region Bridge sebagai salah satu
cara yang dapat melibatkan antara guru
dan siswa untuk dapat berperan aktif dalam proses kegiatan belajar-mengajar di
sekolah. Karena jika hanya menggunakan metode-metode klasik seperti metode
ceramah ataupun yang lainnya dirasakan kurang diminati jika diterapkan dalam
pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tentang materi Dasar Negara di kelas VI
A Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu.
Siklus
ini terdiri dari satu pokok bahasan, yaitu bab Perumusan Pancasila sebagai
Dasar Negara (4 x 35 menit dengan 2 kali pertemuan). Sebelum pelaksanaan
penyampaian materi Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dengan menggunakan
Media dengan nama Ex Region Bridge, peneliti melakukan perencanaan melalui
beberapa tahap persiapan yaitu:
a) Membuat
rencana pelaksanaan pembelajaran
b) Membagi
materi menjadi 2 bagian, yaitu: Proses Perumusan pancasila dan Nilai-nilai
juang yang dapat diteladani dari para Para Pahlawan
c) Peneliti
membagaikan kepada siswa kelas ٍٍVI A Madrasah
Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu cartu
dengan nama Ex Region Bridge yang berisi gambar dengan pertanyaan-pertanyaan
dan penjelasan sesuai materi Dasar Negara
d) Setelah
siswa mengetahui materi pelajaran kemudian siswa memahami dan menjawab sesuai
apa yang ada di Media Ex Region Bridge
e) Dengan
begitu peniliti dapat melihat kemampuan siswa dalam memahami materi tentang
Dasar Negara dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang disertai dengan
gambar. Dan ternyata mereka lebih cepat dalam memahami materi dengan cara
estafet media Ex Region Bridge
2.
Siklus
I
1. Tahap Persiapan Tindakan, meliputi
langkah-langkah sebagai berikut :
a)
Meminta ijin
kepada kepala sekolah
b)
Membuat RPP mata
pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
c)
Menyiapkan soal
tes setelah dilaksanakan pembelajaran
d)
Menyiapkan
lembar penilaian
e)
Membuat lembar
observasi
2. Tahap Pelaksanaan Tindakan
Peneliti
melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan RPP mata pelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan.
a)
Menggunakan
gambar-gambar yang sesuai dengan materi pelajaran
b)
Siswa terlibat
aktif dalam pembelajaran
3. Tahap Observasi dan Interpretasi
Kegiatan
observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan yaitu pada proses
pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan menggunakan media Ex Region Bridge.
Kegiatan yang dilakukan peneliti adalah :
a)
Peneliti
memonitor siswa selama proses pembelajaran
b)
Peneliti menilai
hasil yang dicapai setelah pelaksanaan pembelajaran
c)
Membuat lembar
pengamatan ( pemahaman siswa)
4. Tahap Analisis dan Refleksi
Guru
dan kepala sekolah secara bersama-sama membahas hasil pembelajaran. Hasil akan
menentukan perlu atau tidaknya melaksanakan siklus berikutnya. Apabila dalam
siklus pertama peneliti belum berhasil maka peneliti melaksanakan siklus kedua.
Di
Siklus kedua ini berbeda dengan siklus pertama, di Siklus kedua ini didapat
bahwa Siswa kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu ini leih paham dan lebih
aktif dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Dibawah ini didapat
daftar nilai pada siklus kedua :
Daftar
Nilai PKN Kelas 6A MI Bustanul Ulum Kota. Batu
|
No
Ur.
|
NAMA
MURID
|
NILAI
|
|
1
|
Ananda
Nabila Izakia
|
61
|
|
2
|
Andhien
Ramadhani
|
76
|
|
3
|
Arinda
Chamamila Yansi
|
82
|
|
4
|
Arya
Dwi Cahyono
|
76
|
|
5
|
Ayla
Catur Luvena
|
73
|
|
6
|
Claudiya
Umifatul Afida
|
76
|
|
7
|
Denis
Dwi Pramadani
|
40
|
|
8
|
Diah
Afidoh
|
85
|
|
9
|
Dwi
Ayu Pratiwi
|
55
|
|
10
|
Eka
Putra
|
67
|
|
11
|
Elsya
Widya Andini
|
96
|
|
12
|
Fadjrin
Arya Do’an
|
61
|
|
13
|
Farel
Ardhiansyah
|
58
|
|
14
|
Gabriel
Tegar Wijaya
|
70
|
|
15
|
Hafiz
Maulana Al Ghifari
|
55
|
|
16
|
Imelda
Sekar Ayunadi Ratna
|
67
|
|
17
|
Judith
Fe Athalarik Perdana
|
67
|
|
18
|
Karima
Zahro Wardania
|
76
|
|
19
|
M.
Abdullah Wilhan
|
67
|
|
20
|
Milla
Maulidiyatuz Zuhriyah
|
82
|
|
21
|
M.
Arsyaluh Desta Maulana
|
67
|
|
22
|
M.
Rizki Chaironi
|
0
|
|
23
|
M.
Tsaqif Ziven Alwaliya
|
82
|
|
24
|
Nabila
Syifa Irwansyah
|
76
|
|
25
|
Navil
Muhammad Nasikhun Alami
|
91
|
|
26
|
Nilna
Izza Billah
|
82
|
|
27
|
Nor
Vira Alliyyi
|
40
|
|
28
|
Rayhan
Bahijnaswa Ramadani A
|
85
|
|
29
|
Sabrina
Hanun Damayanti
|
0
|
|
30
|
Sephbrian
Iqbal Dwi Cahyo
|
0
|
|
31
|
Vino
Eric Ardiwinata
|
61
|
|
32
|
Yasmine
Ayudhia Davina Izafy
|
76
|
|
33
|
Muhajir
Darojat Akbar
|
64
|
|
34
|
M.
Dzaki Rafi Abdillah
|
85
|
Tabel 3.1
Jumlah 1591
Nilai tertinggi 96
Nilai terendah 0
Nilai rata-rata 46,7
%
Jumlah siswa nilai diatas KKM 14
Jumlah siswa nilai dibawah KKM 20
Persentase siswa tuntas 41,1 %
Persentase
siswa belum tuntas 58,8
%
|
Ananda
|
Andhien
|
Arinda
|
Arya
|
Ayla
|
Claudia
|
|
Denis
|
Diah
|
Dwi
|
Eka
|
Elsya
|
Fadjrin
|
|
Farel
|
Gabriel
|
Hafiz
|
Imelda
|
Judith
|
Karima
|
|
Wilhan
|
Milla
|
Arsya
|
Rizky
|
Tsaqif
|
Nabila
|
|
Navil
|
Nilna
|
Nor
|
Rayhan
|
Sabrina
|
Sephbrian
|
|
Vino
|
Yasmine
|
Muhajir
|
Dzaki
|
|
|
*) nama yang di blok kuning adalah siswa yang
memenuhi KKM
Tabel
4.1
3.
Siklus
II
1. Tahap Persiapan Tindakan, meliputi
langkah-langkah sebagai berikut :
a)
Membuat RPP mata
pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang berkaitan dengan temuan yang ada di
siklus I
b)
Menyiapkan media
pembelajaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki siklus I
c)
Menyiapkan soal
tes setelah dilaksanakan pembelajaran
d)
Menyiapkan
lembar penilaian
e)
Membuat lembar
observasi
2. Tahap Pelaksanaan Tindakan
Peneliti
melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan RPP pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan tentang materi Dasar Negara dengan menggunakan media yang
peneliti beri nama Ex Region Bridge.
3. Tahap Observasi dan Interpretasi
Kegiatan
observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan yaitu pada proses
pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
Kegiatan yang dilakukan
peneliti adalah :
a. Peneliti memonitor siswa selama proses
pembelajaran.
b. Peneliti menilai hasil yang dicapai
setelah proses pembelajaran.
4. Tahap Analisis dan Refleksi
Guru
dan kepala sekolah bersama-sama membahas hasil pembelajaran. Hasil akan
menentukan perlu tidaknya melaksanakan siklus
berikutnya. Apabila pada siklus kedua ini siswa sudah menjadi aktif dan
paham dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan maka siklus dihentikan.
Daftar
Nilai PKN Kelas 6A MI Bustanul Ulum Kota. Batu
|
No
Ur.
|
NAMA
MURID
|
NILAI
|
|
1
|
Ananda
Nabila Izakia
|
80
|
|
2
|
Andhien
Ramadhani
|
88
|
|
3
|
Arinda
Chamamila Yansi
|
88
|
|
4
|
Arya
Dwi Cahyono
|
76
|
|
5
|
Ayla
Catur Luvena
|
84
|
|
6
|
Claudiya
Umifatul Afida
|
76
|
|
7
|
Denis
Dwi Pramadani
|
76
|
|
8
|
Diah
Afidoh
|
76
|
|
9
|
Dwi
Ayu Pratiwi
|
76
|
|
10
|
Eka
Putra
|
88
|
|
11
|
Elsya
Widya Andini
|
80
|
|
12
|
Fadjrin
Arya Do’an
|
76
|
|
13
|
Farel
Ardhiansyah
|
84
|
|
14
|
Gabriel
Tegar Wijaya
|
76
|
|
15
|
Hafiz
Maulana Al Ghifari
|
80
|
|
16
|
Imelda
Sekar Ayunadi Ratna
|
80
|
|
17
|
Judith
Fe Athalarik Perdana
|
76
|
|
18
|
Karima
Zahro Wardania
|
76
|
|
19
|
M.
Abdullah Wilhan
|
84
|
|
20
|
Milla
Maulidiyatuz Zuhriyah
|
84
|
|
21
|
M.
Arsyaluh Desta Maulana
|
76
|
|
22
|
M.
Rizki Chaironi
|
80
|
|
23
|
M.
Tsaqif Ziven Alwaliya
|
92
|
|
24
|
Nabila
Syifa Irwansyah
|
80
|
|
25
|
Navil
Muhammad Nasikhun Alami
|
88
|
|
26
|
Nilna
Izza Billah
|
76
|
|
27
|
Nor
Vira Alliyyi
|
76
|
|
28
|
Rayhan
Bahijnaswa Ramadani A
|
92
|
|
29
|
Sabrina
Hanun Damayanti
|
80
|
|
30
|
Sephbrian
Iqbal Dwi Cahyo
|
80
|
|
31
|
Vino
Eric Ardiwinata
|
76
|
|
32
|
Yasmine
Ayudhia Davina Izafy
|
80
|
|
33
|
Muhajir
Darojat Akbar
|
88
|
|
34
|
M.
Dzaki Rafi Abdillah
|
80
|
Tabel 5.1
Jumlah 2748
Nilai tertinggi 88
Nilai terendah 76
Nilai rata-rata 80,8
%
Jumlah siswa nilai diatas KKM 34
Jumlah siswa nilai dibawah KKM 0
Persentase siswa tuntas 80,8 %
Persentase
siswa belum tuntas 19,2
%
|
Ananda
|
Andhien
|
Arinda
|
Arya
|
Ayla
|
Claudia
|
|
Denis
|
Diah
|
Dwi
|
Eka
|
Elsya
|
Fadjrin
|
|
Farel
|
Gabriel
|
Hafiz
|
Imelda
|
Judith
|
Karima
|
|
Wilhan
|
Milla
|
Arsya
|
Rizky
|
Tsaqif
|
Nabila
|
|
Navil
|
Nilna
|
Nor
|
Rayhan
|
Sabrina
|
Sephbrian
|
|
Vino
|
Yasmine
|
Muhajir
|
Dzaki
|
|
|
*) nama yang di blok kuning adalah siswa yang
mendapat KKM
Tabel
6.1
4.
Siklus
III
1. Tahap Persiapan Tindakan, meliputi
langkah-langkah sebagai berikut :
a)
Membuat RPP mata
pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
yang berkaitan dengan temuan yang ada di siklus II
b)
Menyiapkan media
pembelajaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki siklus II
c)
Menyiapkan soal
tes setelah dilaksanakan pembelajaran
d)
Menyiapkan
lembar penilaian
e)
Membuat lembar
observasi
2. Tahap Pelaksanaan Tindakan
Peneliti
melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan RPP pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan tentang materi Dasar Negara dengan menggunakan media yang
peneliti beri nama Ex Region Bridge.
3. Tahap Observasi dan Interpretasi
Kegiatan
observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan yaitu pada proses
pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
Kegiatan yang dilakukan
peneliti adalah :
a. Peneliti memonitor siswa selama proses
pembelajaran.
b. Peneliti menilai hasil yang dicapai
setelah proses pembelajaran.
4. Tahap Analisis dan Refleksi
Guru
dan kepala sekolah bersama-sama membahas hasil pembelajaran. Hasil akan
menentukan perlu tidaknya melaksanakan siklus
berikutnya. Apabila pada siklus kedua ini siswa sudah menjadi aktif dan
paham dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan maka siklus dihentikan.
Setelah
pengunaan Media Ex Region Bridge semakin efektif maka, Di siklus ketiga ini
peneliti mengambil nilai dari Ulangan Harian yang dilaksanakan pada minggu ke 4
kegiatan belajar mengajar Pendidikan Kewarganegaraan. Berikut data yang didapat
:
Daftar
Nilai PKN Kelas 6A MI Bustanul Ulum Kota. Batu
|
No
Ur.
|
NAMA
MURID
|
NILAI
|
|
1
|
Ananda
Nabila Izakia
|
76
|
|
2
|
Andhien
Ramadhani
|
93
|
|
3
|
Arinda
Chamamila Yansi
|
95
|
|
4
|
Arya
Dwi Cahyono
|
85
|
|
5
|
Ayla
Catur Luvena
|
95
|
|
6
|
Claudiya
Umifatul Afida
|
85
|
|
7
|
Denis
Dwi Pramadani
|
76
|
|
8
|
Diah
Afidoh
|
76
|
|
9
|
Dwi
Ayu Pratiwi
|
76
|
|
10
|
Eka
Putra
|
76
|
|
11
|
Elsya
Widya Andini
|
100
|
|
12
|
Fadjrin
Arya Do’an
|
76
|
|
13
|
Farel
Ardhiansyah
|
80
|
|
14
|
Gabriel
Tegar Wijaya
|
76
|
|
15
|
Hafiz
Maulana Al Ghifari
|
76
|
|
16
|
Imelda
Sekar Ayunadi Ratna
|
88
|
|
17
|
Judith
Fe Athalarik Perdana
|
70
|
|
18
|
Karima
Zahro Wardania
|
95
|
|
19
|
M.
Abdullah Wilhan
|
95
|
|
20
|
Milla
Maulidiyatuz Zuhriyah
|
100
|
|
21
|
M.
Arsyaluh Desta Maulana
|
85
|
|
22
|
M.
Rizki Chaironi
|
80
|
|
23
|
M.
Tsaqif Ziven Alwaliya
|
95
|
|
24
|
Nabila
Syifa Irwansyah
|
80
|
|
25
|
Navil
Muhammad Nasikhun Alami
|
100
|
|
26
|
Nilna
Izza Billah
|
90
|
|
27
|
Nor
Vira Alliyyi
|
76
|
|
28
|
Rayhan
Bahijnaswa Ramadani A
|
90
|
|
29
|
Sabrina
Hanun Damayanti
|
76
|
|
30
|
Sephbrian
Iqbal Dwi Cahyo
|
60
|
|
31
|
Vino
Eric Ardiwinata
|
55
|
|
32
|
Yasmine
Ayudhia Davina Izafy
|
80
|
|
33
|
Muhajir
Darojat Akbar
|
80
|
|
34
|
M.
Dzaki Rafi Abdillah
|
80
|
Tabel 7.1
Jumlah 2892
Nilai tertinggi 100
Nilai terendah 55
Nilai rata-rata 85,05
%
Jumlah siswa nilai diatas KKM 34
Jumlah siswa nilai dibawah KKM 3
Persentase siswa tuntas 85,05 %
Persentase
siswa belum tuntas 14,9
%
|
Ananda
|
Andhien
|
Arinda
|
Arya
|
Ayla
|
Claudia
|
|
Denis
|
Diah
|
Dwi
|
Eka
|
Elsya
|
Fadjrin
|
|
Farel
|
Gabriel
|
Hafiz
|
Imelda
|
Judith
|
Karima
|
|
Wilhan
|
Milla
|
Arsya
|
Rizky
|
Tsaqif
|
Nabila
|
|
Navil
|
Nilna
|
Nor
|
Rayhan
|
Sabrina
|
Sephbrian
|
|
Vino
|
Yasmine
|
Muhajir
|
Dzaki
|
|
|
*) nama yang di blok kuning adalah siswa yang
mendapat dibawah KKM
Tabel
8.1
B.
Pembahasan
dari Setiap Siklus
Seperti kegiatan mengajar biasanya,
peneliti memulai pembelajaran seperti apa yang tertulis atau seperti yang
direncanakan di RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Disiklus pertama
peneliti mengambil nilai tanpa ada penjelasan terkait materi. Disini murni
mendapat hasil nilai dari sebelum peneliti menjelaskan dengan menggunakan media
Ex Region Bridge. Lalu didapatkan nilai tes yang kurang lebih 41 % tuntas siswa
yang paham terkait materi Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tentang materi
Dasar Negara.
Disiklus Kedua peneliti menjelaskan materi
Pendidikan Kewarganegaraan dengan menggunakan media Ex Region Bridge dikaitkan
dengan metode ceramah dan didapatkan hasil hampir dari setengah kelas
mendapatkan nilai diatas KKM karena para siswa kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota
Batu ini sudah hampir semua terlibat aktif dalam proses belajar mengajar dan
sudah memahami materi terkait Dasar Negara. Dengan jumlah nilai keseluruhan
nilai 2748, nilai tertinggi dikelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu ini yaitu
88 dan nilai terendah 76. Di siklus ini tidaka ada siswa dengan nilai dibawah
KKM, presentase siswa yang tuntas sudah mencapai 80 %, sudah lebih besar dari
siklus I yang hanya mencapai 41 %.
Disiklus Ketiga peneliti menggunakan metode ceramah,
serta memantapkan pembelajaran dengan menggunakan metode tanya jawab dan
diskusi, Disini karena siswa MI Bustanul Ulum Kota Batu terlihat kurang aktif
maka juga digunakan media Ex Region Bridge, sehingga proses pembelajaran
semakin aktif dan siswa kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu ini lebih aktif
dan lebih mudah memahami materi tentang Dasar Negara dan hampir setengah isi
kelas mulai percaya diri dan bisa menjabarkan materi tersebut. Siswa kelas VI A
MI Bustanul Ulum Kota Batu ini sudah hampir semua terlibat aktif dalam proses
belajar mengajar dan sudah memahami materi terkait Dasar Negara. Dengan jumlah
nilai keseluruhan nilai 2892, nilai tertinggi dikelas VI A MI Bustanul Ulum
Kota Batu ini yaitu 100 dan nilai terendah 55. Di siklus ini ada sejumlah siswa
dengan nilai dibawah KKM, yang berjumlah 3 siswa dari 34 siswa. Presentase siswa
yang tuntas sudah mencapai 85 %, sudah lebih besar dari siklus I yang hanya
mencapai 41 %. Peningkatan nilai dari Siklus I sampai siklus III ini mencapai
100 %, hal ini bisa disebabkan karena dalam penyampaian materi pelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan tentang materi Dasar Negara menggunakan media yang
dibuat sendiri dan diberi nama media Ex Region Bridge. Jadi, dapat disimpulkan
Dengan adanya media Ex Region Bridge ini bisa meningkatkan pemahaman dan
keaktifan siswa kelas VI A MI Bustanul Ulum Kota Batu. Disisi lain juga banyak
peningkatan kepercayaan diri siswa, yang dulunya tidak berani berbicara
menyampaikan pendapat atau aspirasi dari apa yang mereka ketahui , disini saya
jumpai sudah banyak anak yang memiliki pemahaman tinggi tentang materi ini.
Menurut peneliti media Ex Region Bridge ini sangat bagus untuk digunakan.
BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari paparan data diatas dapat diketahui bahwa, efektifitas
penggunaan media pembelajaran berupa Ex Region Bridge dapat meningkatkan
pemahaman siswa Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Kota Batu. Hal ini dapat
diketahui dengan adanya peningkatan terhadap nilai pre-test dan post-test,
selanjutnya diambil benang merah kesimpulan yang dapat meringkas penjelasan
diatas, diantaranya adalah:
1. Untuk dapat meningkatkan pemahaman siswa
terhadap mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tentang materi Dasar Negara
diperlukan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif
2. Media Ex Region Bridge, adalah salah satu
media kreatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan daya tangkap siswa dalam
memahami materi tentang Dasar Negara mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
3. Respon atau minat siswa terhadap bidang study
Pendidikan Kewarganegaraan bisa dirangsang dengan beberapa metptedo yang
digunakan guru dan media embelajaran yang menarik dan efisien
B.
Saran
Selaku penulis sekaligus peneliti dalam hal ini, ada
beberapa saran yang sifatnya konstruktif yang bisa kami berikan demi kemajuan
dan perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan dilembaga pendidikan ini. Adapun
saran-saran yang dapat diberikan adalah :
1. Agar guru mempersiapkan pembelajaran
pendidikan kewarganegaraan yang kreatif, agar siswa tidak merasa monoton dalam
belajar bahasa arab. Akan tetapi merasa bersemangat dan senang terhadap metode
atau cara yang disampaikan.
2. Agar para staf pendidik khususnya pengajar
dilembaga pendidikan terkait dapat meyakinkan para siswa didiknya khususnya
dalam belajar bahasa arab bukanlah pembelajaran yang sangat melelahkan dan
membosankan
DAFTAR RUJUKAN
Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran.
Jakarta: Kencana Prenadamedia Group
Dr. Dimyati, Drs. Mudjiono. 2006. Belajar
dan Pembelajaran. Jakarta: Aneka Cipta.
S. Shoimatul Ula. 2004. Manajemen Pendidikan Efektif.
Probolinggo: Berlian.
Sadiman Arif S. 2002. Media
Pendidikan. Pustekkom Dikbud dan PT. Raja Grafindo Persada.
Aris Shoimin. 2013. Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum
2013. Ar-ruzz Media.
Sunaryo. 1989. Strategi Belajar
Mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial. Malang: IKIP Malang.
Arifin, Zainal. 2013. Evaluasi Pembelajaran.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif
Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta CV
Fathurrohman, Muhammad
dan Sulistyorini. 2012. Belajar & Pembelajaran. Yogyakarta: Teras
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1
LEMBAR
PENGAMATAN SISWA
|
No
Ur.
|
NAMA
MURID
|
Pemahaman
|
Keaktifan
|
|
1
|
Ananda
Nabila Izakia
|
|
|
|
2
|
Andhien
Ramadhani
|
|
|
|
3
|
Arinda
Chamamila Yansi
|
|
|
|
4
|
Arya
Dwi Cahyono
|
|
|
|
5
|
Ayla
Catur Luvena
|
|
|
|
6
|
Claudiya
Umifatul Afida
|
|
|
|
7
|
Denis
Dwi Pramadani
|
|
|
|
8
|
Diah
Afidoh
|
|
|
|
9
|
Dwi
Ayu Pratiwi
|
|
|
|
10
|
Eka
Putra
|
|
|
|
11
|
Elsya
Widya Andini
|
|
|
|
12
|
Fadjrin
Arya Do’an
|
|
|
|
13
|
Farel
Ardhiansyah
|
|
|
|
14
|
Gabriel
Tegar Wijaya
|
|
|
|
15
|
Hafiz
Maulana Al Ghifari
|
|
|
|
16
|
Imelda
Sekar Ayunadi Ratna
|
|
|
|
17
|
Judith
Fe Athalarik Perdana
|
|
|
|
18
|
Karima
Zahro Wardania
|
|
|
|
19
|
M.
Abdullah Wilhan
|
|
|
|
20
|
Milla
Maulidiyatuz Zuhriyah
|
|
|
|
21
|
M.
Arsyaluh Desta Maulana
|
|
|
|
22
|
M.
Rizki Chaironi
|
|
|
|
23
|
M.
Tsaqif Ziven Alwaliya
|
|
|
|
24
|
Nabila
Syifa Irwansyah
|
|
|
|
25
|
Navil
Muhammad Nasikhun Alami
|
|
|
|
26
|
Nilna
Izza Billah
|
|
|
|
27
|
Nor
Vira Alliyyi
|
|
|
|
28
|
Rayhan
Bahijnaswa Ramadani A
|
|
|
|
29
|
Sabrina
Hanun Damayanti
|
|
|
|
30
|
Sephbrian
Iqbal Dwi Cahyo
|
|
|
|
31
|
Vino
Eric Ardiwinata
|
|
|
|
32
|
Yasmine
Ayudhia Davina Izafy
|
|
|
|
33
|
Muhajir
Darojat Akbar
|
|
|
|
34
|
M.
Dzaki Rafi Abdillah
|
|
|
Catatan
:
1
: Sangat Baik
2
: Baik
3
: Cukup Baik
4
: Kurang Baik
5
: Sangat Kurang
Lampiran 2
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah : Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum
Mata
Pelajaran : Pendidikan. Kewarganegaraan
Kelas / Semester : VI / 1
Pembelajaran Ke : 1
Alokasi Waktu :
2x 35 menit
A. STANDAR KOMPETENSI (SK)
1. Menghargai nilai-nilai juang dalam proses
perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara.
B.
KOMPETENSI DASAR (KD) & INDIKATOR
Kompetensi Dasar (KD)
1.1 Mendeskripsikan nilai-nilai juang dalam
proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara.
Indikator:
·
Menjelaskan nilai-nilai juang dalam
proses perumusan pancasila sebagai Dasar Negara
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
·
Setelah mendengarkan penjelasan dari
guru, Siswa mampu menjelaskan proses perjuangan meraih kemerdekaan
·
Setelah mendengarkan penjelasan dari
guru, Siswa mampu mendeskripsikan
nilai-nilai juang para pahlawan
·
Siswa mampu menyebutkan macam-macam perlawanan di daerah
pada masa penjajahan
·
Siswa mampu menceritakan arti dan nilai Kebangkitan
Nasional
·
Siswa mampu menceritakan arti dan nilai yang terkandung
dalam Sumpah Pemuda
D. MATERI PEMBELAJARAN
·
Indonesia dijajah oleh bangsa asing.
·
Kebangkitan Nasional.
·
Sumpah Pemuda.
E. METODE PEMBELAJARAN
·
Metode : Metode
Ceramah, Metode Tanya jawab, dan Metode Diskusi
F. KEGIATAN
PEMBELAJARAN
|
Kegiatan
|
Deskripsi Kegiatan
|
Alokasi
waktu
|
|
Pendahuluan
|
·
Guru memulai
pembelajaran dengan mengucapkan salam
·
Ketua kelas
memimpin doa sesuai dengan kepercayaan
masing-masing
·
Guru menanyakan
kabar siswa dan melakukan presensi
·
Mengecek kesiapan
dan kerapian peserta didik dengan berkeliling
·
Guru menyampaikan
tema pembelajaran.
·
Guru
melakukan apersepsi dengan bertanya pada siswa
·
Dilanjutkan dengan bertanya jawab tentang nama dan asal
pahlawan Indonesia.
|
10 menit
|
|
Inti
|
Eksplorasi
· Guru memberikan penjelasan singkat
terkait perumusan pancasila sebagai dasar negara
· Semua siswa diminta menyimak teks yang dibaca oleh
siswa yang ditunjuk secara bergiliran mengenai Indonesia dijajah oleh bangsa
asing
· Bertanya jawab
mengenai suasana pada masa penjajahan
· Bertanya jawab
mengenai bangsa apa yang pertama kali datang dan menjajah Indonesia
· Guru menunjukkan
foto/gambar para pahlawan daerah dan menanyakan nama dan asalnya
· Guru menjelaskan
mengapa timbul perlawanan rakyat di berbagai wilayah
· Guru bertanya
mengapa perlawanan di berbagai wilayah selalu dapat ditindas
· Bersama pasangan,
siswa ditugaskan mendeskripsikan nilai-nilai juang para pahlawan dengan rasa
hormat dan perhatian
· Membaca secara
bergantian mengenai Kebangkitan Nasional
|
50 menit
|
|
Elaborasi
· Berdiskusi mengenai mengapa timbul
kesadaran berbangsa
· Guru menjelaskan asal-usul Hari Kebangkitan
Nasional
· Guru bertanya mengenai nilai-nilai Hari Kebangkitan
Nasional pada masa kini
· Melanjutkan membaca teks mengenai Sumpah Pemuda
· Menjelaskan kepada siswa mengapa timbul Sumpah
Pemuda
· Bersama-sama mengucapkan sumpah pemuda dengan baik
dan sungguh-sungguh
· Guru menugaskan siswa untuk menjelaskan isi dan
maksud Sumpah Pemuda dengan rasa hormat dan perhatian
· Untuk pengayaan dan untuk mengukur ketercapaian
kompetensi, siswa ditugaskan untuk mengerjakan soal-soal yang ada di dalam
buku kerja/buku paket PKn
|
||
|
Konfirmasi
· Guru bertanya jawab tentang
hal-hal yang belum diketahui siswa
· Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan
dan penyimpulan
|
||
|
|
||
|
Penutup
|
· Bersama-sama siswa berpartisipasi
aktif membuat kesimpulan / rangkuman
hasil belajar
· Guru menyuruh siswa untuk belajar mengenai materi
selanjutnya
· Dipimpin ketua kelas, Guru mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing.
· Menutup pembelajaran dengan salam
kemudian guru keluar kelas.
|
10 menit
|
G. SUMBER DAN
MEDIA PEMBELAJARAN
Sumber Belajar :
·
Buku Siswa
·
Buku Guru
·
Gambar/foto para pahlawan.
·
LKS Pendidikan
Kewarganegaraan
Media Pembelajaran :
§
Gambar para pahlawan
H. PENILAIAN
HASIL PEMBELAJARAN
|
Bentuk Instrumen
|
|
· Penilaian
tulis
· Penilaian
sikap
|
Penilaian Tulis :
Soal !
1.
Apa singkatan dan nama dalam
bahasa Jepang dari BPUPKI? Jelaskan tujuan pembentukannya !
2.
Apa singkatan dan nama dalam
bahasa jepang dari PPKI ?
3.
Kapan BPUPKI bersidang ? Apa
hasilnya ?
4.
Kapan PPKI bersidang ? Apa
hasilnya ?
5.
Sebutkan nilai-nilai juang para
pahlawan dalam merumuskan pancasil ?
FORMAT KRITERIA PENILAIAN
|
No.
|
Aspek
|
Kriteria
|
Skor
|
|
1.
2.
3.
|
Pengetahuan
Praktek
Sikap
|
·
Sangat Baik
·
Baik
·
Cukup Baik
·
Kurang Baik
·
Sangat Baik
·
Baik
·
Cukup Baik
·
Kurang Baik
·
Sangat Baik
·
Baik
·
Cukup Baik
·
Kurang Baik
|
4
3
2
1
4
3
2
1
4
3
2
1
|
LEMBAR
PENILAIAN
|
No.
|
Nama
Siswa
|
|
Performan
|
|
Jumlah
Skor
|
Nilai
|
|
|
|
Pengetahuan
|
Praktik
|
Sikap
|
|
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Dst.
|
|
|
|
|
|
|
CATATAN :
Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.
@ Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan
Remedial.
|
Mengetahui,
Kepala SD / MI
(
................................ )
|
|
Malang 13
Agustus 2018
Guru Mapel Bahasa Indonesia
(
................................ )
|
Lampiran 3

Media
Ex Region Bridge



Komentar
Posting Komentar