SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Madrasah              :MI.
Mata pelajaran      : SKI
Kelas/Semester     : V/2
Materi Pokok         : kholifah umar bin khottob
Alokasi Waktu                   : 2 jp
 
 




A.   KOMPETENSI INTI (diambilkan dari bunyi KI pada PERMENAG)
1.       Kompetensi Inti (KI 1):
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2.       Kompetensi Inti (KI 2):
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3.       Kompetensi Inti (KI 3):
Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah
4.       Kompetensi Inti (KI 4):
Menyajikan pengetahuan yang factual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak yang sehat, dan dalam tindakan mencerminkan prilaku anak yang beriman dan berakhlakul karimah

B.    KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN (KD diawali dari KD KI 3, dilanjut bunyi KD KI 4 yang sebunyi)
Kompetensi Dasar
Indikator
1.3. -

2.3. memiliki nilai-nilai positif kehalifahan umar bin khottob r.a.
3.3. Mengetahui contoh nilai-nilai positif dari
khalifah Umar bin Khattab r.a.
3.3.1. menunjukkan Sifat keberanian dan kewara’an khalifah Umar bin Khottob
3.3.2. menunjukkan jasa Umar bin Khattab dalam membentuk lembaga-lembaga negara
3.3.3. menunjukkan jasa Umar bin Khattab dalam menetapkan kalender hijriah
3.3.4. menunjukkan sifat peduli terhadap rakyat kecil Umar bin Khattab
3.3.5.  menunjukkan jasa Umar bin Khattab dalam melanjutkan dakwah Islam ke Persia hingga Mesir
4.3. menceritakan kepribadian  umar bin khottob dan perjuangannya dalam dakwah islam
4.3.1.  Menyajikan kepribadian  umar bin khottob dan perjuangannya dalam dakwah islam
C.    TUJUAN PEMBELAJARAN
Kalimat tujuan pembelajaran mencerminkan PROSES DAN HASIL, yang terdapat unsur A, B, C, D.
A=AUDIENCE/PESERTA DIDIK
B= BEHAVIOUR/KEMAMPUAN PERILAKU/PENGETAHUAN/KETRAMPILAN
C=CONDITION/SITUASI,KEADAAN
D=DEGREE/TINGKATAN,PERBANDINGAN
1.       Melalui ingkuiri, peserta didik dapat mengetahui Sifat keberanian dan kewara’an khalifah Umar bin Khottob
2.       Melalui Tanya jawab, peserta didik dapat menunjukkan jasa Umar bin Khattab dalam membentuk lembaga-lembaga negara
3.       Melalui diskusi, peserta didik dapat menunjukkan jasa Umar bin Khattab dalam menetapkan kalender hijriah
4.       Melalui ingkuiri, peserta didik dapat  menunjukkan sifat peduli terhadap rakyat kecil Umar bin Khattab
5.       Melalui diskusi, peserta didik dapat menunjukkan jasa Umar bin Khattab dalam melanjutkan dakwah Islam ke Persia hingga Mesir
D.   MATERI PEMBELAJARAN
(luas sempitnya materi pembelajaran tergantung pada tuntutan yang ada di indikator)
1.       Keberanian dan kewaraan kholifah umar bin khottob.................(terlampir)
2.       perjuangan kholifah umar bin khottob......................(terlampir)

E.    METODE PEMBELAJARAN
(Ambilkan unsur C pada kalimat tujuan)
ingkuiri, Tanya jawab dan diskusi

F.    MEDIA, ALAT/BAHAN, SUMBER PEMBELAJARAN
1.       Media: laptop, LCD,papan tulis
2.       Alat/Bahan: kertas karton, spidol
3.       Sumber Pembelajaran: buku ajaran SKI kelas 5, Lks an-najah 5
G.   LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

a.       Pendahuluan/Kegiatan Awal (10 menit)
·      Guru mengucapkan salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin doa
·      Guru memperkenalkan diri dilanjutkan dengan mengenal peserta didik melalui absensi
·      Guru menjelaskan tujuan mempelajari materi serta kompetensi yang akan di capai
·      Guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan
·      Guru membentuk kelompok diskusi
b.      Kegiatan Inti (70 menit) kata kerja pada saintifik
·      Mengamati
Ø Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang nilai-nilai positif umar bin khottob
Ø Peserta didik mengamati tayangan slide tentang nilai-nilai positif umar bin khottob
Ø Peserta didik membaca tentang nilai-nilai positif umar bin khottob
·      Menanya
Ø Peserta didik memberikan tanggapan hasil penjelasan guru tentang nilai-nilai positif umar bin khottob
Ø Peserta didik bertanyajawab tentang slide yang belum difahal tentang nilai-nilai positif umar bin khottob
·      Eksplorasi/eksperimen
Ø Masing-masing kelompok berdiskusi tentang nilai-nilai positif umar bin khottob
Ø Masing-masing kelompok menggali tentang nilai-nilai positif umar bin khottob
·      Mengasosiasi
Ø Peserta didik melalui kelompoknya merumuskan tentang nilai-nilai positif umar bin khottob
Ø Peserta didik melalui kelompoknya membuat peta konsep tentang nilai-nilai positif umar bin khottob
·      Mengkomunikasikan
Ø Masing-masing kelompok secara bergantian memaparkan mind mapping di depan kelas
Ø Secara bergantian, masing-masing kelompok mempresentasikan/menyajikan hasil diskusinya tentang konsep fikih dalam Islam
c.       Penutup (10 menit):
Ø Guru mengadakan refleksi hasil pembelajaran
Ø Guru mengajak peserta didik menyimpulkan bersama materi pembelajaran
Ø Guru mengadakan tes baik tulis maupun lisan
Ø Guru memberikan pesan-pesan moral terkait dengan sikap keimanan dan sosial
Ø Guru memberikan tugas mandiri secara individu
Ø Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya
Ø Guru mengajak berdoa akhir majlis dilanjutkan dengan salam dan berjabat tangan
H.   PENILAIAN
1. Jenis/teknik penilaian
2. Bentuk instrumen dan instrumen
3. Pedoman penskoran
a. Tes Tulis bentuk uraian
    1. sebutkan sifat-sifat positif yang menonjol umar bin khottob!
    2. sebutkan 3 jasa perjuangan umar bin khottob dalam memajukan agama islam!
    3. sebutkan 3 lembaga yang didirikan umar bin khottob
4. berikan contoh umar bin khottob bersifat peduli terhadap rakyat kecil!
4. berikan contoh kewiraian umar bin khottob!
5. bagaimana cara meneladani perjuangan umar bin khottob!
    Kunci jawaban:
1.    Berani, wirai, adil, dan tegas
2.    Menentukan kalender hijriah, memperluas dakwah islam ke mesir dan membentuk lembaga-lembaga kepemerintahan
3.    Membawa gandum sekarung sendiri untuk diberikan kepada rakyatnya yang kekurangan
4.    Tidak menggunakan fasilitas Negara untuk kepentingan pribadi
5.    Meniru sifat beliau yang rela berkorban demi kemajuan agama islam, peduli terhadap orang yang membutuhkan, berani memerangi kebatilan dan wira’i

Penskoran:
Skor 5 jika jawaban benar
Skor 3 jika jawaban kurang benar
Skor 1 jika jawaban tidak benar/tidak menjawab

          Skor perolehan
Nilai = ------------------- x 4
         Skor maksimal



b. Instrumen unjuk kerja menyajikan materi versi ke-1:
No
Nama Peserta didik
Aspek yang dinilai
Skor
Kebenaran konsep
Keberanian
Bahasa
Kelancaran






























Penskoran:
Skor 4 jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran SANGAT BAIK
Skor 3 jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran BAIK
Skor 2 jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran CUKUP BAIK
Skor 1 jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran KURANG BAIK

           Skor perolehan
Nilai = ------------------- x 4
                                Skor maksimal

Instrumen performance menyajikan konsep versi ke 2:
Nama peserta didik:
Aspek yang dinilai
Skor
4
3
2
1
Kebenaran konsep
Jika konsepnya benar dan sesuai dengan yang ada pada buku pelajaran
Jika konsepnya benar tetapi kurang dari buku pelajaran
Jika konsepnya kurang benar
Jika konsepnya tidak benar
Keberanian
Jika tanpa ditunjuk sudah berani tampil
Jika ditunjuk baru berani tampil
Jika dipaksa baru berani tampil
Jika tidak berani tampil
Bahasa
Jika bahasanya komunikatif, mudah dipahami serta santun peyampaiannya
Jika bahasanya komunikatif, mudah dipahami tapi kurang santun
Jika bahasanya kurang komunikatif, sulit mudah dipahami dan kurang santun
Jika bahasanya tidak komunikatif, sulit dipahami, dan tidak santun
Kelancaran
Jika penyampaiannya sangat lancar
Jika penyampaiannya  lancar
Jika penyampaiannya kurang  lancar
Jika penyampaiannya tidak lancar

            Skor perolehan
Nilai = --------------------- x 4
           Skor maksimal

Mengetahui,                                                                                              
Kepala MI                                                                                                     Guru Mapel
.......................                                                                                                 ................


MATERI 


A. Sunan Bonang
1. Riwayat dan Silsilah Sunan Bonang
Sunan Bonang adalah putra keempat Sunan Ampel dari perkawinan dengan Nyai
Ageng Manila putri Arya Teja, Bupati Tuban. Kakak-kakak Sunan Bonang adalah Nyai
Patimah bergelar Nyai Gedeng Panyuran, Nyai Wilis alias Nyai Pengulu, dan Nyai Taluki
bergelar Nyai Gedeng Maloka. Adik Sunan Bonang adalah Raden Qasim yang kelak
dikenal sebagai Sunan Drajat. Sunan Bonang lahir dengan nama kecil Makdum Ibrahim,
diperkirakan lahir sekitar tahun 1465 Masehi.
Selain memiliki empat saudari seibu, Sunan Bonang juga memiliki beberapa orang
saudari dari lain ibu. Di antaranya adalah Dewi Murtosiyah yang diperistri Sunan Giri
dan Dewi Murtosimah yang diperistri Raden Patah.
Makam Putri Cempo/Campa,
bibi dari Sunan Ampel (ayah Sunan Bonang)
Terdapat silsilah yang menghubungkan Sunan Bonang dan Nabi Muhammad,
yaitu Sunan Bonang (Makdum Ibrahim) bin Sunan Ampel (Raden Rahmat) Sayyid
Ahmad Rahmatillah bin Maulana Malik Ibrahim bin Syekh Jumadil Qubro (Jamaluddin
Akbar Khan) bin Ahmad Jalaludin Khan bin Abdullah Khan bin Abdul Malik Al-Muhajir
dari Nasrabad,India) bin Alawi Ammil Faqih (dari Hadramaut) bin Muhammad Sohib
Mirbath (dari Hadramaut) bin Ali Kholi’ Qosam bin Alawi Ats-Tsani bin Muhammad
Sohibus Saumi’ah bin Alawi Awwal bin Ubaidullah bin Muhammad Syahril Ali Zainal
‘Abidin bin Hussain bin Ali bin Abi Thalib (dari Fatimah az-Zahra binti Rasulullah Saw.)
2. Kepribadian Sunan Bonang
Sejak kecil, ia sudah diberi pelajaran agama Islam secara tekun dan disiplin oleh
ayahnya yang juga seorang anggota Walisongo. Dan sudah bukan rahasia lagi bahwa
latihan para wali lebih berat dari pada orang biasa pada umumnya. Ia adalah calon wali
terkemuka, maka Sunan Ampel mempersiapkan pendidikan sebaik mungkin sejak dini.
Suatu hari disebutkan bahwa Raden Makdum Ibrahim dan Raden Paku sewaktu
masih remaja meneruskan pelajaran agama Islam hingga ke tanah seberang, yaitu
negeri Pasai, Aceh. Keduanya menambah pengetahuan kepada ayah kandung Sunan
Giri yang bernama Syekh Maulana Ishaq. Mereka juga belajar kepada para ulama besar
yang menetap di negeri Pasai, seperti para ulama tasawuf yang berasal dari Baghdad,
Mesir, Arab, Persia atau Iran.
3. Perjuangan Sunan Bonang dalam berdakwah
Dalam berdakwah Raden Makdum Ibrahim ini sering mempergunakan kesenian
rakyat untuk menarik simpati mereka, yaitu berupa seperangkat gamelan yang disebut
Bonang. Bonang adalah sejenis kuningan yang ditonjolkan dibagian tengahnya. Bila
benjolan itu dipukul dengan kayu lunak timbulah suara yang merdu di telinga penduduk
setempat.
Seperangkat Gamelan yang
digunakan mengiringi pementasan wayang.
Lebih-lebih bila Raden Makdum Ibrahim sendiri yang membunyikan alat musik
itu, beliau adalah seorang wali yang mempunyai cita rasa seni yang tinggi, sehingga
apabila beliau bunyikan pengaruhnya sangat hebat bagi pendengarnya.
Setiap Raden Makdum Ibrahim membunyikan Bonang pasti banyak penduduk
yang datang ingin mendengarnya. Dan tidak sedikit dari mereka yang ingin belajar
membunyikan Bonang sekaligus melagukan tembang-tembang ciptaan Raden Makdum
Ibrahim. Begitulah siasat Raden Makdum Ibrahim yang dijalankan penuh kesabaran.
Setelah rakyat berhasil direbut simpatinya tinggal mengisikan saja ajaran agama Islam
kepada mereka.
Tembang-tembang yang diajarkan Raden Makdum Ibrahim adalah tembang yang
berisikan ajaran agama Islam. Sehingga tanpa terasa penduduk sudah mempelajari
agama Islam dengan senang hati, bukan dengan paksaan.
Murid-murid Raden Makdum Ibrahim ini sangat banyak, baik yang berada
di Tuban, Pulau Bawean, Jepara, Surabaya maupun Madura. Karena beliau sering
mempergunakan Bonang dalam berdakwah maka masyarakat memberinya gelar
Sunan Bonang.
a. Karya Satra
Beliau juga menciptakan karya sastra yang disebut Suluk. Hingga sekarang
karya sastra Sunan Bonang itu dianggap sebagai karya sastra yang sangat hebat,
penuh keindahan dan makna kehidupan beragama. Suluk Sunan Bonang disimpan
rapi di perpustakaan Universitas Leiden, Belanda.
Suluk berasal dari bahasa Arab “Salakattariiqa” artinya menempuh
jalan (tasawuf) atau tarikat. Ilmunya sering disebut Ilmu Suluk. Ajaran yang
biasanya disampaikan dengan sekar atau tembang disebut Suluk, sedangkan bila
diungkapkan secara biasa dalam bentuk prosa disebut wirid.
Gerbang menuju Makam Sunan Bonang
Sunan Bonang dimakamkan di kompleks Pemakaman Desa Kutorejo,
4. Contoh Nilai Positif Sikap Sunan Bonang
Sunan Bonang merupakan sosok yang pantas kita tiru dalam keseharian, beberapa
hal yang dapat kita teladani antara lain:
a. Sunan Bonang merupakan pribadi yang tekun dalam menimba ilmu.
b. Dalam berdakwah, beliau terlebih dahulu mengambil simpati dari masyarakat
melalui karya seni dan sastra, sehingga penyampaian ajaran Islam dapat diterima
dengan baik oleh masyarakat.
 



Komentar

Postingan Populer