SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM
RENCANA PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN (RPP)
|
A. KOMPETENSI INTI (diambilkan dari bunyi KI pada PERMENAG)
1. Kompetensi Inti (KI 1):
Menghayati
dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Kompetensi Inti (KI 2):
Menghayati
dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3. Kompetensi Inti (KI 3):
Memahami pengetahuan faktual dengan cara
mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu
tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang
dijumpainya di rumah dan di sekolah
4. Kompetensi Inti (KI 4):
Menyajikan pengetahuan
yang factual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis dalam karya yang
estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak yang sehat, dan dalam tindakan
mencerminkan prilaku anak yang beriman dan berakhlakul karimah
B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN (KD diawali dari KD KI
3, dilanjut bunyi KD KI 4 yang sebunyi)
Kompetensi Dasar
|
Indikator
|
1.3. -
|
|
2.3. memiliki nilai-nilai positif kehalifahan
umar bin khottob r.a.
|
|
3.3. Mengetahui contoh nilai-nilai positif dari
khalifah Umar bin
Khattab r.a.
|
3.3.1.
menunjukkan Sifat keberanian dan kewara’an khalifah Umar bin Khottob
3.3.2.
menunjukkan jasa Umar bin Khattab dalam membentuk lembaga-lembaga negara
3.3.3.
menunjukkan jasa Umar bin Khattab dalam menetapkan kalender hijriah
3.3.4.
menunjukkan sifat peduli terhadap rakyat kecil Umar bin Khattab
3.3.5.
menunjukkan jasa Umar bin Khattab dalam
melanjutkan dakwah Islam ke Persia hingga Mesir
|
4.3. menceritakan
kepribadian umar bin khottob dan
perjuangannya dalam dakwah islam
|
4.3.1. Menyajikan kepribadian
umar bin khottob dan perjuangannya dalam dakwah islam
|
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Kalimat tujuan pembelajaran mencerminkan PROSES DAN HASIL, yang terdapat
unsur A, B, C, D.
A=AUDIENCE/PESERTA DIDIK
B= BEHAVIOUR/KEMAMPUAN PERILAKU/PENGETAHUAN/KETRAMPILAN
C=CONDITION/SITUASI,KEADAAN
D=DEGREE/TINGKATAN,PERBANDINGAN
1. Melalui ingkuiri,
peserta didik dapat mengetahui Sifat keberanian dan kewara’an khalifah Umar bin
Khottob
2. Melalui Tanya
jawab, peserta didik dapat menunjukkan jasa Umar bin Khattab dalam membentuk lembaga-lembaga negara
3. Melalui
diskusi, peserta didik dapat menunjukkan jasa Umar bin Khattab dalam menetapkan kalender hijriah
4. Melalui
ingkuiri, peserta didik dapat menunjukkan sifat peduli terhadap
rakyat kecil Umar bin Khattab
5. Melalui
diskusi, peserta didik dapat menunjukkan jasa Umar bin Khattab dalam melanjutkan dakwah Islam ke
Persia hingga Mesir
D. MATERI PEMBELAJARAN
(luas sempitnya materi pembelajaran tergantung pada tuntutan yang ada di
indikator)
1. Keberanian dan
kewaraan kholifah umar bin khottob.................(terlampir)
2. perjuangan
kholifah umar bin khottob......................(terlampir)
E. METODE PEMBELAJARAN
(Ambilkan unsur C pada kalimat tujuan)
ingkuiri, Tanya jawab
dan diskusi
F. MEDIA, ALAT/BAHAN, SUMBER PEMBELAJARAN
1. Media: laptop, LCD,papan tulis
2. Alat/Bahan: kertas karton, spidol
3. Sumber Pembelajaran: buku ajaran SKI kelas 5, Lks an-najah 5
G. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (10 menit)
·
Guru mengucapkan salam dan
meminta salah satu peserta didik memimpin doa
·
Guru memperkenalkan diri
dilanjutkan dengan mengenal peserta didik melalui absensi
·
Guru menjelaskan tujuan
mempelajari materi serta kompetensi yang akan di capai
·
Guru menjelaskan
langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan
·
Guru membentuk kelompok
diskusi
b. Kegiatan Inti (70 menit) kata kerja pada saintifik
·
Mengamati
Ø
Peserta didik menyimak
penjelasan guru tentang
nilai-nilai positif umar bin khottob
Ø
Peserta didik mengamati
tayangan slide tentang
nilai-nilai positif umar bin khottob
Ø
Peserta didik membaca tentang nilai-nilai positif umar bin khottob
·
Menanya
Ø
Peserta didik memberikan
tanggapan hasil penjelasan guru tentang nilai-nilai positif umar bin khottob
Ø
Peserta didik bertanyajawab
tentang slide yang belum difahal tentang nilai-nilai positif umar bin
khottob
·
Eksplorasi/eksperimen
Ø
Masing-masing kelompok
berdiskusi tentang nilai-nilai
positif umar bin khottob
Ø
Masing-masing kelompok
menggali tentang nilai-nilai
positif umar bin khottob
·
Mengasosiasi
Ø
Peserta didik melalui
kelompoknya merumuskan tentang
nilai-nilai positif umar bin khottob
Ø
Peserta didik melalui
kelompoknya membuat peta
konsep tentang
nilai-nilai positif umar bin khottob
·
Mengkomunikasikan
Ø
Masing-masing kelompok
secara bergantian memaparkan mind mapping di depan kelas
Ø
Secara bergantian,
masing-masing kelompok mempresentasikan/menyajikan hasil diskusinya tentang
konsep fikih dalam Islam
c. Penutup (10 menit):
Ø
Guru mengadakan refleksi
hasil pembelajaran
Ø
Guru mengajak peserta didik
menyimpulkan bersama materi pembelajaran
Ø
Guru mengadakan tes baik
tulis maupun lisan
Ø
Guru memberikan pesan-pesan
moral terkait dengan sikap keimanan dan sosial
Ø
Guru memberikan tugas
mandiri secara individu
Ø
Guru menjelaskan secara
singkat materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya
Ø
Guru mengajak berdoa akhir
majlis dilanjutkan dengan salam dan berjabat tangan
H. PENILAIAN
1. Jenis/teknik penilaian
2.
Bentuk instrumen dan instrumen
3.
Pedoman penskoran
a.
Tes Tulis bentuk uraian
1. sebutkan sifat-sifat
positif yang menonjol umar bin khottob!
2. sebutkan 3 jasa perjuangan umar bin khottob
dalam memajukan agama islam!
3. sebutkan 3 lembaga
yang didirikan umar bin khottob
4. berikan contoh
umar bin khottob bersifat peduli terhadap rakyat kecil!
4. berikan contoh
kewiraian umar bin khottob!
5. bagaimana cara
meneladani perjuangan umar bin khottob!
Kunci jawaban:
1.
Berani, wirai, adil, dan tegas
2.
Menentukan kalender hijriah,
memperluas dakwah islam ke mesir dan membentuk lembaga-lembaga kepemerintahan
3.
Membawa gandum sekarung
sendiri untuk diberikan kepada rakyatnya yang kekurangan
4.
Tidak menggunakan fasilitas
Negara untuk kepentingan pribadi
5.
Meniru sifat beliau yang rela
berkorban demi kemajuan agama islam, peduli terhadap orang yang membutuhkan,
berani memerangi kebatilan dan wira’i
Penskoran:
Skor
5 jika jawaban benar
Skor
3 jika jawaban kurang benar
Skor
1 jika jawaban tidak benar/tidak menjawab
Skor perolehan
Nilai
= ------------------- x 4
Skor maksimal
b.
Instrumen unjuk kerja menyajikan materi versi ke-1:
No
|
Nama Peserta didik
|
Aspek yang dinilai
|
Skor
|
|||
Kebenaran konsep
|
Keberanian
|
Bahasa
|
Kelancaran
|
|||
Penskoran:
Skor 4 jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran SANGAT BAIK
Skor 3 jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran BAIK
Skor 2 jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran CUKUP BAIK
Skor 1 jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran KURANG BAIK
Skor perolehan
Nilai
= ------------------- x 4
Skor maksimal
Instrumen performance
menyajikan konsep versi ke 2:
Nama peserta didik:
Aspek yang dinilai
|
Skor
|
|||
4
|
3
|
2
|
1
|
|
Kebenaran
konsep
|
Jika konsepnya benar dan sesuai dengan yang ada pada buku pelajaran
|
Jika konsepnya benar tetapi kurang dari buku pelajaran
|
Jika konsepnya kurang benar
|
Jika
konsepnya tidak benar
|
Keberanian
|
Jika tanpa ditunjuk sudah berani tampil
|
Jika ditunjuk baru berani tampil
|
Jika dipaksa baru berani tampil
|
Jika
tidak berani tampil
|
Bahasa
|
Jika bahasanya komunikatif, mudah dipahami serta santun peyampaiannya
|
Jika bahasanya komunikatif, mudah dipahami tapi kurang santun
|
Jika bahasanya kurang komunikatif, sulit mudah dipahami dan kurang
santun
|
Jika
bahasanya tidak komunikatif, sulit dipahami, dan tidak santun
|
Kelancaran
|
Jika penyampaiannya sangat lancar
|
Jika penyampaiannya lancar
|
Jika penyampaiannya kurang
lancar
|
Jika
penyampaiannya tidak lancar
|
Skor perolehan
Nilai = --------------------- x 4
Skor maksimal
Mengetahui,
Kepala MI Guru
Mapel
....................... ................
MATERI
A. Sunan Bonang
1. Riwayat dan Silsilah Sunan Bonang
Sunan
Bonang adalah putra keempat Sunan Ampel dari perkawinan dengan Nyai
Ageng
Manila putri Arya Teja, Bupati Tuban. Kakak-kakak Sunan Bonang adalah Nyai
Patimah
bergelar Nyai Gedeng Panyuran, Nyai Wilis alias Nyai Pengulu, dan Nyai Taluki
bergelar
Nyai Gedeng Maloka. Adik Sunan Bonang adalah Raden Qasim yang kelak
dikenal
sebagai Sunan Drajat. Sunan Bonang lahir dengan nama kecil Makdum Ibrahim,
diperkirakan
lahir sekitar tahun 1465 Masehi.
Selain
memiliki empat saudari seibu, Sunan Bonang juga memiliki beberapa orang
saudari
dari lain ibu. Di antaranya adalah Dewi Murtosiyah yang diperistri Sunan Giri
dan
Dewi Murtosimah yang diperistri Raden Patah.
Makam
Putri Cempo/Campa,
bibi
dari Sunan Ampel (ayah Sunan Bonang)
Terdapat
silsilah yang menghubungkan Sunan Bonang dan Nabi Muhammad,
yaitu
Sunan Bonang (Makdum Ibrahim) bin Sunan Ampel (Raden Rahmat) Sayyid
Ahmad
Rahmatillah bin Maulana Malik Ibrahim bin Syekh Jumadil Qubro (Jamaluddin
Akbar
Khan) bin Ahmad Jalaludin Khan bin Abdullah Khan bin Abdul Malik Al-Muhajir
dari
Nasrabad,India) bin Alawi Ammil Faqih (dari Hadramaut) bin Muhammad Sohib
Mirbath
(dari Hadramaut) bin Ali Kholi’ Qosam bin Alawi Ats-Tsani bin Muhammad
Sohibus
Saumi’ah bin Alawi Awwal bin Ubaidullah bin Muhammad Syahril Ali Zainal
‘Abidin
bin Hussain bin Ali bin Abi Thalib (dari Fatimah az-Zahra binti Rasulullah
Saw.)
2. Kepribadian Sunan Bonang
Sejak
kecil, ia sudah diberi pelajaran agama Islam secara tekun dan disiplin oleh
ayahnya
yang juga seorang anggota Walisongo. Dan sudah bukan rahasia lagi bahwa
latihan
para wali lebih berat dari pada orang biasa pada umumnya. Ia adalah calon wali
terkemuka,
maka Sunan Ampel mempersiapkan pendidikan sebaik mungkin sejak dini.
Suatu
hari disebutkan bahwa Raden Makdum Ibrahim dan Raden Paku sewaktu
masih
remaja meneruskan pelajaran agama Islam hingga ke tanah seberang, yaitu
negeri
Pasai, Aceh. Keduanya menambah pengetahuan kepada ayah kandung Sunan
Giri
yang bernama Syekh Maulana Ishaq. Mereka juga belajar kepada para ulama besar
yang
menetap di negeri Pasai, seperti para ulama tasawuf yang berasal dari Baghdad,
Mesir,
Arab, Persia atau Iran.
3. Perjuangan Sunan Bonang dalam berdakwah
Dalam
berdakwah Raden Makdum Ibrahim ini sering mempergunakan kesenian
rakyat
untuk menarik simpati mereka, yaitu berupa seperangkat gamelan yang disebut
Bonang.
Bonang adalah sejenis kuningan yang ditonjolkan dibagian tengahnya. Bila
benjolan
itu dipukul dengan kayu lunak timbulah suara yang merdu di telinga penduduk
setempat.
Seperangkat
Gamelan yang
digunakan
mengiringi pementasan wayang.
Lebih-lebih
bila Raden Makdum Ibrahim sendiri yang membunyikan alat musik
itu,
beliau adalah seorang wali yang mempunyai cita rasa seni yang tinggi, sehingga
apabila
beliau bunyikan pengaruhnya sangat hebat bagi pendengarnya.
Setiap
Raden Makdum Ibrahim membunyikan Bonang pasti banyak penduduk
yang
datang ingin mendengarnya. Dan tidak sedikit dari mereka yang ingin belajar
membunyikan
Bonang sekaligus melagukan tembang-tembang ciptaan Raden Makdum
Ibrahim.
Begitulah siasat Raden Makdum Ibrahim yang dijalankan penuh kesabaran.
Setelah
rakyat berhasil direbut simpatinya tinggal mengisikan saja ajaran agama Islam
kepada
mereka.
Tembang-tembang
yang diajarkan Raden Makdum Ibrahim adalah tembang yang
berisikan
ajaran agama Islam. Sehingga tanpa terasa penduduk sudah mempelajari
agama
Islam dengan senang hati, bukan dengan paksaan.
Murid-murid
Raden Makdum Ibrahim ini sangat banyak, baik yang berada
di
Tuban, Pulau Bawean, Jepara, Surabaya maupun Madura. Karena beliau sering
mempergunakan
Bonang dalam berdakwah maka masyarakat memberinya gelar
Sunan
Bonang.
a.
Karya Satra
Beliau
juga menciptakan karya sastra yang disebut Suluk. Hingga sekarang
karya
sastra Sunan Bonang itu dianggap sebagai karya sastra yang sangat hebat,
penuh
keindahan dan makna kehidupan beragama. Suluk Sunan Bonang disimpan
rapi
di perpustakaan Universitas Leiden, Belanda.
Suluk
berasal dari bahasa Arab “Salakattariiqa” artinya menempuh
jalan
(tasawuf) atau tarikat. Ilmunya sering disebut Ilmu Suluk. Ajaran yang
biasanya
disampaikan dengan sekar atau tembang disebut Suluk, sedangkan bila
diungkapkan
secara biasa dalam bentuk prosa disebut wirid.
Gerbang
menuju Makam Sunan Bonang
Sunan
Bonang dimakamkan di kompleks Pemakaman Desa Kutorejo,
4. Contoh Nilai Positif Sikap Sunan Bonang
Sunan
Bonang merupakan sosok yang pantas kita tiru dalam keseharian, beberapa
hal
yang dapat kita teladani antara lain:
a.
Sunan Bonang merupakan pribadi yang tekun dalam menimba ilmu.
b.
Dalam berdakwah, beliau terlebih dahulu mengambil simpati dari masyarakat
melalui
karya seni dan sastra, sehingga penyampaian ajaran Islam dapat diterima
dengan baik oleh
masyarakat.



Komentar
Posting Komentar