METODOLOGI PENELITIAN
METODOLOGI
PENELITIAN
Dosen
Pembimbing : Ibu. Ika Ratih Sulistyani, M.Pd

Oleh
Kelompok 2 :
Eka
Wahyu Setyo Rini (21501013050)
Fitry
Alfy Husniyah (21501013044)
Nurnikmatul
Amalia (21501013053)
PROGRAM
STUDY PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS
AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS
ISLAM MALANG
2017
KATA PENGANTAR
Syukur
kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah, serta
karunia-Nya kepada kami semua sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah
Metodologi Penelitian dengan baik. Penulisan laporan yang bersifat
sederhana ini, dibuat berdasarkan
tugas kelompok yang di berikan oleh dosen pembimbing kami yaitu Ibu. Ika Ratih
Sulistyani, M.Pd, dalam materi tentang penelitian tindakan kelas.
Dengan
mengucapkan syukur Alhamdulillah, kami semua dapat menyusun, menyesuaikan,
serta dapat menyelesaikan makalah ini. Di samping itu, kami mengucapkan rasa
terima kasih kepada semua pihak yan telah banyak membantu kami dalam
menyelesaikan pembuatan sebuah makalah ini, baik dalam bentuk moril maupun
dalam bentuk materi sehingga terlaksana dengan baik.
Kami
sangat menyadari sepenuhnya bahwa makalah kami ini memang masih banyak
kekurangan serta masih jauh dari kata kesempurnaan. Namun, kami semua telah
berusaha semaksimal mungkin dalam membuat sebuah makalah ini. Di samping itu,
kami sangat mengharapkan kritik serta saran nya dari semua teman-teman serta
dosen pembimbing demi tercapainya kesempurnaan yang di harapkan dimasa akan
datang.
Malang,
21 Maret 2018
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................ ii
DAFTAR ISI ................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................ 2
1.3 Tujuan Masalah................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Identifikasi Masalah..................................…………….….......…... 3
2.2 Judul………………………….............…………….......…….......... 5
2.3 Variabel……...........................……………..................................... 7
BAB III PENUTUP
3.1
Kesimpulan ...................................................................................... 9
3.2
Saran .............................................................................................. 9
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan
merupakan suatu sarana dalam mencerdaskan
sumber daya manusia yang ada, sehingga pendidikan menjadi faktor penting
dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Suatu pendidikan harus
didesain sedemikian rupa melalui perencanaan yang sisitematis dan aplikatif.
Dalam kaitanya dengan pendidikan tentunya tidak akan terlepas dari adanya suatu
bentuk kegiatan pembelajaran di dalam kelas.
Pelaksanaan
PTK memungkinkan pendidik dapat melihat sendiri praktik pembelajaran atau
bersamaan guru lain dapat melakukan penelitian terhadap siswa dalam hal
interaksi proses pembelajaran. Pelaksanaan PTK juga memungkinkan guru secara
refektif dapat menganalisis dan mensintesis hal-hal yang telah dilakukan di
kelas. Pendek kata, dengan melakukan penelitian tindakan kelas, akan dapat
memperbaiki praktik-praktik pembelajaran sehingga menjadi lebih Oleh sebab itu
pendidik tidak perlu takut terganggu dalam mencapai target kurikulum jika akan
melaksanakan PTK. Penelitian tindakan kelas juga dapat menjembatani kesenjangan
antara teori dan praktik pendidikan. Hal ini terjadi karena kegiatan tersebut
dilaksanakan sendiri, di kelas sendiri, dengan melibatkan siswanya sendiri
melalui sebuah tindakan-tindakan yang direncanakan, dilaksanakan, dan di
evaluasi. Dengan demikian diperoleh umpan balik yang sistematik mengenai apa
yang selama ini dilakukan dalam kegiatan belajar mengajar.
Berdasarkan uraian di atas dapat diartikan bahwa penelitian tindakan, kelas merupakan suatu upaya untuk mencermati
kegiatan belajar sekelompok peserta didik, atau oleh peserta didik di bawah
bimbingan dan arahan guru, dengan maksud untuk memperbaiki dan meningkatkan
kualitas pembelajaran.
Kaitanya dengan
kegiatan pembelajaran di dalam kelas, seorang guru di tuntut untuk mampu
mengendalikan, mengkondisikan dan mengatur kegiatan yang berlangsung di dalam
kelas, dengan tujuan tak lain adalah supaya proses pembelajaran dapat
berlangsung dengan baik dan kondusif dan siswa dapat belajar sesuai dengan
rencana yang telah di rencanakan. Dalam hal ini
seorang guru dituntut untuk melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) sesuai
dengan prosedur yang telah ada. Istilah PTK atau disebut dengan “classroom
action research” sebenarnya diawali dari
istilah “action research” atau penelitian tinakan secara umum. Dengan
penambahan “ classroom “ pada “action
research”, kegiatan lebih diarahkan pada pemecahan masalah pembelajaran melalui
penerapan langsung di kelas.
Perlu diketahui
bahwasanya dalam melaksanakan PTK tentunya seorang guru akan menemui berbagai
masalah yang mengiringinya, mulai dari penetuan judul, masalah yang akan
diangkat, dan hasil dari PTK itu sendiri apakah akan memiliki bobot manfaat
dalam memberikan sumbangsih terhadap evaluasi proses pembelajaran yang telah
dilakukan. Dalam makalah ini akan dibahas
masalah-masalah yang menyertai dalam melaksanakan dalam PTK serta bagaimana cara atau metode
dalam menentukan judul dalam PTK yang baik.
1.2
Rumusan Masalah
a.
Apa yang dimaksud tentang
identifikasi masalah ?
b.
Apa pengertian judul PTK ?
c.
Apa yang dimaksud tentang
variabel ?
1.3
Tujuan
Masalah
a.
Mengetahui tentang
identifikasi tentang identifikasi masalah .
b.
Mengetahui tentang judul
PTK.
c.
Mengetahui tentang
variabel.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Identifikasi Masalah
Masalah-masalah yang dirasakan muncul
dalam pembelajaran perlu diidentifikasi dan ditetapkan kelayakanya dan
kepentinganya untuk dipecahkan terlebih dahulu. Pada tahap ini yang paling
penting adalah menghasilkan gagasan-gagasan awal mengenai masalah aktual yang
dialami dalam pembelajaran atau masalah lain yang terkait dengan manajemen
kelas, iklim belajar, proses pembelajaran, sumber belajar, dan pengembangan
diri peserta didik. Permasalahan aktual tersebut kemudian dijabarkan ke dalam
topik-topik yang lebih oprasional. Prosedur inilah yang disebut dengan tahap
identifikasi masalah.
Apabila guru atau dosen sudah berhasil merumuskan masalah apa sebenarnya
yang dapat dijadikan fokus dalam penelitian tindakan kelas, untuk meyakinkan
guru atau dosen bahwa sudah mengidentifikasi fokus permasalahan yang bisa
dijadikan bahan penelitian kelas, cobalah ajukan pertanyaan sebagai bahan
pengembangan.
Ø Apakah dengan fokus tersebut guru/ dosen dapat
memperbaikinya ?
Ø Apakah orang lain juga merasakan hal yang
kurang beres ?
Ø Apakah guru/ dosen merasa kebingungan dengan
apa yang ditemukan ?
Ø Apakah guru/ dosen semakin terdorong untuk
mencari solusi untuk permasalahan ini ?
Masalah-masalah
yang dirasakan muncul dalam pembelajaran perlu diidentifikasi dan ditetapkan
kelayakanya dan kepentinganya untuk dipecahkan terlebih dahulu. Pada tahap ini
yang paling penting adalah menghasilkan gagasan-gagasan awal mengenai masalah
aktual yang dialami dalam pembelajaran atau masalah lain yang terkait dengan
manajemen kelas, iklim belajar, proses pembelajaran, sumber belajar, dan
pengembangan diri peserta didik. Permasalahan aktual tersebut kemudian
dijabarkan ke dalam topik-topik yang lebih oprasional. Prosedur inilah yang
disebut dengan tahap identifikasi masalah.
Terdapat
beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam identifikasi masalah PTK
sebagai berikut:
1. Masalah yang
akan dijadikan topik PTK benar-benar muncul dalam pembelajaran.
2. Penting dan
bermanfaat untuk memecahkan masalah dan meningkatkan mutu pembelajaran.
3. Adanya alasan
rasional, logis, dan sistematis yang mendasari perlunya penelitian tersebut
dilakukan.
4. Masalah
tersebut riil dan problematika yang memerlukan pemecahan dengan segera.
5. Masalah
tersebut berada dalam jangkauan tugas guru yang dapat dihadapi secara
proposional dan profesional.
Memperhatikan kriteria di atas, lakukan identifikasi masalah dengan
langkah-langkah sebagai berikut:
1. Tuliskan beberapa hal yang terkait dengan
pembelajaran yang perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan dampak negatif yang
tidak diharapkan.
2. Tuliskan semua masalah yang dirasakan dan
dihadapi dalam pembelajaran.
3. Pilah dan kelompokan masalah yang yang sesuai
dengan jenisnya, catat jumlah peserta didik yang mengalaminya, dan frekuensi
timbulnya masalah.
4. Urutkan masalah yang sesuai dengan kepentinganya
untuk dipecahkan dan ditindak lanjuti.
5. Pilih dan
tetapkan masalah yang paling penting dan mendesak untuk dipecahkan. Masalah
yang terpilih inilah yang merupakan cikal bakal PTK, untuk menciptakan
perbaikan berkesinambungan.
Masalah yang
terpilih inilah yang merupakan cikal bakal PTK, untuk menciptakan perbaikan
berkesinambungan.
Berikut adalah
contoh bagaimana cara mengidentifikasi masalah (Kardiawarman: 2007).
1. Selama guru
mengajar, apakah guru merasa puas dengan hasil yang dicapai siswa?
2. Apabila guru memberikan soal latihan atau
tugas pekerjaan rumah, apakah guru merasa berhasil dalam melaksanakan proses
pembelajaran?
3. Pada saat
bertanya di depan kelas kepada seluruh siswa, apakah semua siswa antusias untuk
menjawab pertanyaan guru?
4. Pada saat proses pembelajaran berlangsung,
apakah guru merasa yakin bahwa semua siswa memperhatikan dan memahami apa yang
sedang dibahas atau dipelajari?
5. Pada saat guru sedang menerangkan apakah semua
siswa selalu memperhatikan penjelasan guru?
6. Apabila guru
memberi ulangan harian/tes formatif/tes sumatif, apakah secara keseluruhan
prestasi siswa sangat memuaskan?
7. Pada saat
pembelajaran berlangsung dan guru memberi kesempatan bertanya pada semua siswa,
apakah semua siswa antusias untuk bertanya?
8. Apabila semua
siswa dalam kelas mengikuti pembelajaran melalui diskusi kelompok, apakah
setiap siswa terlibat secara aktif dalam kelompok?
9. Pernahkah guru merasakan bahwa siswa yang
aktif bertanya dan aktif menjawab pertanyaan guru hanya segelintir siswa dan
hanya siswa itu-itu lagi yang aktif?
10. Pernahkah guru mengamati siswa yang mengantuk
ketika proses pembelajaran sedang berlangsung?
11. Apakah dalam setiap proses pembelajaran
aktifitas siswa cukup tinggi?
12. Apakah motivasi
siswa dalam mengikuti setiap proses pembelajaran cukup tinggi?
13. Apakah siswa di
dalam kelas yang selalu menjadi “trouble maker” atau pembuat keonaran?
Selanjutnya masalah tersebut perlu dikaji kelayakanya, signifikansi, dan
kontribusinya terhadap proses maupun hasil pembelajaran.Identifikasi masalah
dapat anda lakukan dengan mengkaji hasil belajar siswa, mengingat kembali poses
pembelajaran, melihat catatan harian yang anda buat pada akhir pembelajaran
atau mungkin bertanya pada siswa atau teman sejawat, bahkan kita apat
berkolaborasi dengan dosen dari lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK),
cara yang ditempuh mungkin sangat beragam tergantung keyakinan diri sendiri
berdasarkan masalah yang dihadapi.
Jika masalah sudah ditemukan maka, gunakanlah
kriteria berikut untuk menguji apakah masalah yang dihadapi layak untuk diatasi
melalui PTK (Abimanyu, Tim Pelatih Proyek PGSM)
1. Jangan memilih masalah yang tidak
anda kuasai
2. Ambilah topik yang skalanya kecil
dan relatif terbatas
3. Pilihlah masalah yang dirasa
penting
4. Usahakan dapat dikerjakan secara
kolaboratif
Contoh 3.2
Ketika pak Diki menjelaskan
sifat-sifat benda dalam pelajaran IPA di kelas III SD, sisa banyak mengantuk
dan tidak ada perhatian pada penjelasan guru. Kemudian, ketika guru bertanya
apakah siswa sudah mengerti, tidak seorang siswa pun yang menjawab. Keadaan ini
telah terjadi berulang kali, hampir setiap pelajaran IPA. Akibatnya, pada
setiap ulangan, skor yang diperoeh siswa selalu rendah.
Identifikasi
masalah dalam skripsi yang berjudul “Penggunaan media grafis dalam
pembelajaran sejarah kebudayaan islam untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas
7 di Madrasah Tsanawiyah Satu Atap Al-hidayah Batu.
1. Penggunaan media grafis dalam pembelajaran SKI
di kelas 7 MTs SA Al-Hidayah Batu.
2. Penggunaan media grafis dalam mempelajari SKI
dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas 7 di MTs SA Al-Hidayah Batu.
3. Upaya guru untuk mengadakan pembaharuan dalam
proses belajar dan memanfaatkan hasil-hasil teknologi.
2.2 Judul
Menentukan Judul PTK :
Langkah
pertama sebelum membuat proposal PTK adalah menentukan judul. Guru (peneliti)
harus mempunyai kepekaan yang tinggi terhadap permasalahan di kelas. Berangkat
dari kepekaan ini muncul inisiatif untuk
mengatasi masalah tersebut. Jadi judul PTK adalah ide yang diangkat dari
identifikasi permasalahan yang ada. Untuk lebih jelasnya, perhatikan pada skema
proses menemukan judul di bawah ini:
1.
Identifikasi
masalah
2.
Judul PTK
3.
Apa akar
masalahnya?
4.
Apa akibatnya
jika dibiarkan ?
5.
Apa solusi
dan tindakannya?
Judul sebaiknya dirumuskan dengan
singkat dan spesifik, serta mencerminkan permasalahan pokok yang akan
dipecahkan dalam PTK. Judul dipaparkan secara deklaratif, jelas, padat dan
tidak memberi kemungkinan penafsiran yang bergam.Usahakan jumlah kata judul
tidak lebih dari dua puluh kata.Judul haruslah mencerminkan sebuah aktivitas,
mudah dipahami dan kita dapat menembak isi penelitian tersebut. Hal pokok yang
harus tertulis dalam judul adalah gambaran dari apa yang dipermasalahkan dalam
PTK yang merupakan variable Y (misalnya: peningkatan hasil belajar siswa)
dan bentuk tindakan (treatment) yang
akan dilaksanakan untuk menyelesaikan masalah yang merupakan variable X
(penerapan model pembelajaran kooperatif). Judul PTK juga harus memuat
keterangan tentang tempat penelitian, waktu penelitian, kelas yang dijadikan
penelitian dan mata pelajaran apa yang dijadikan PTK.
Judul PTK harus
memuat unsur-unsur sebagai berikut:
1. Ada masalah yang akan diteliti (variable Y)
2. Ada tindakan untuk mengatasi masalah (variabel X)
3. Ada subjek (siswa kelas ….)
4. Lokasi yang spesifik (tempat & waktu penelitian)
Dalam menganalisis
judul yang kami dapat yaitu yang berjudul “Penggunaan media grafis dalam
pembelajaran sejarah kebudayaan islam untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas
7 di Madrasah Tsanawiyah Satu Atap Al-hidayah Batu” telah sesuai dengan
unsur-unsur yang di kriteriakan untuk pembuatan judul.
2.3 Variabel
Salah satu komponen penelitian tang mempunyai
arti penting dalam kaitannya dengan proses studi secara komprehensif adalah
variabel penelitian. Variabel merupakan atribut sekaligus objek yan menjadi
titik perhatian suatu penelitian. Komponen dimaksud penting dalam menarik
esimpulan atau inferensi suatu penelitian.
Pengertian
Variabel Menurut Para Ahli
Sugiyono (2009 : 38) menjelaskan bahwa variabel adalah segala sesuatu yang
berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga
diperoleh informasi tentang hal tersebut.
Hatch
dan Farhady (1982) dalam Sugiyono menyampaikan bahwa secara teoritis definisi
dari variabel adalah atribut seseorang, atau objek yang mempunyai 'variasi'
antara satu orang dengan lainnya atau satu objek dengan objek lainnya.
Yang
dimaksud atribut disini misalnya adalah tinggi, berat badan, sikap, motivasi,
kepemimpinan, kedisiplinan, motiv, dll. (atribut untuk seseorang). Sementara
berat, ukuran, bentuk, warna, (merupakan atribut objek).
Kerlingger (1973) dikutip oleh Sugiyono menyatakan bahwa variabel adalah
konstruk atau sifat yang akan dipelajari.
Soegeng (2007) menjelaskan bahwa variabel adalah hal yang diselidiki dalam
penelitian.
Dari pengertian-pengertian diatas, sejatinya kita dapat menyimpulkan bahwa
variabel adalah suatu atribut atau nilai dari seseorang atau objek atau
kegiatan yang mempunyai variasi tertentu dan ditetapkan oleh peneliti untuk
diselediki dalam penelitian.
Jenis-jenis
variable
Ada beberapa jenis variabel dalam
sebuah penelitian. Untuk memudahkan kita memahami kita akan golongkan jenis
variabel kedalam 2 golongan yaitu, jenis variabel berdasarkan fungsinya dan
jenis variabel berdasarkan klasifikasi variabelnya.
1. Berdasarkan fungsi dan
penerapannya
Berdasarkan
fungsinya ada 4 jenis variabel, variabel tersebut adalah variabel bebas,
variabel tergantung, variabel kontrol dan variabel moderat
a. Variabel
Bebas (Variabel Independen)
Sugiyono (2009)
menjelaskan bahwa variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang
menjadi sebab-perubahannya atau timbulnya variabel dependent.
Dalam
penelitian variabel bebas sering disebut sebagai variabel stimulus, predictor,
antecedent, variabel pengaruh, variabel perlakuan, variabel treatment dan
variabel risiko.
Dinamakan sedemikian rupa karena variabel ini adalah variabel yang bebas
(ia tidak dipengaruhi variabel lain) sebaliknya disebut sebagai variabel
pengaruh karena variabel ini mempengaruhi variabel lainnya.
Variabel terikat atau dependen atau disebut variabel output, kriteria,
konsekuen, adalah variabel yang yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat,
karena adanya variabel bebas. Variabel terikat tidak dimanipulasi, melainkan
diamati variasinya sebagai hasil yang dipradugakan berasal dari variabel bebas.
Biasanya variabel terikat adalah kondisi yang hendak kita jelaskan.
Berdasarkan analisis skripsi yang berjudul “Penggunaan media grafis dalam pembelajaran sejarah
kebudayaan islam untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas 7 di Madrasah
Tsanawiyah Satu Atap Al-hidayah Batu” ini.
Ditemukan :
1. Variabel Y adalah
pemahaman siswa
2. Variabel X adalah
penggunaan media grafis
3. Subjek adalah siswa
kelas 7
4. Lokasi adalah MT
Satu Atap Al-hidayah Batu
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Untuk menemukan masalah ketika
akan melakukan penelitian tindakan kelas
maka yang harus kita lakukan yaitu
mengetahui terlebih dahulu masalah apa saja yng dapat dikaji dalam
PTK, merasakan adanya masalah,
indentifikasi masalah serta menganalisis masalah.
Untuk menentukan judul PTK seorang guru (peneliti)
harus mempunyai kepekaan yang tinggi terhadap permasalahan di kelas. Berangkat
dari kepekaan ini muncul inisiatif untuk
mengatasi masalah tersebut. Jadi judul PTK adalah ide yang diangkat dari
identifikasi permasalahan yang ada.
Instrumen atau alat pengumpul data adalah suatu alat yang digunakan untuk
mengumpulkan data dalam suatu penelitian.
Beberapa pedoman atau instrument penelitian yang
dapat digunakan dalam PTK yaitu tes, skala sikap, observasi, wawancara dan
studi dokumentasi.
3.2 Saran
Menyadari
bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna,kedepannya penulis akan lebih fokus
dan details dalam menjelaskan tentang makalah diatas dengan sumber-sumber yang
lebih banyak yang dapat dipertanggung jawabkan.
Untuk
saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk
menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah dijelaskan.Untuk
bagian terakhir dari makalah adalah daftar pustaka.Pada kesempatan lain akan
saya jelaskan tentang daftar pustaka makalah.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto,suharsimi 2015 ’’penelitian tindakan kelas”.Jakarta:PT
Bumi Aksara
Wiriaatmadja,rochiati 2008“metode penelitian tindakan
kelas”.Bandung:PT Remaja Rosdakarya Offset
Suyadi. 2012. Panduan Penelitian Tindakan Kelas. Jogjakarta: Diva
press


Komentar
Posting Komentar