PROBLEMATIKA FIQH
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Manusia memang terus berkembang dan memiliki rasa ingin tahu yang
kuat.Hal inilah yang mendorong manusia untuk terus belajar.Oleh NASUTION
belajar diartikan sebagai menambah dan mengumpulkan sejumlah
pengetahuan.Definisi lain mengenai belajar dikemukakan oleh ERNEST H. HILGARD
yaitu Belajar adalah dapat melakukan sesuatu yang dilakukan sebelum ia belajar
atau bila kelakuannya berubah sehingga lain caranya menghadapi sesuatu situasi
dari pada sebelum itu.
Disetiap pembelajaran pasti ada sebuah tujuan untuk mencapai
keberhasilan,dan disetiap keberhasilan pastilah ada sebuah problem dan ada
sebuah solusi.maka disini kami akan sedikit membahas sebuah problem dan solusi
dalam pembelajaran fiqih.
Dari pandangan-pandangan belajar dari beberapa ahli tersebut,munculah
teori belajar.Teori belajar merupakan upaya
untuk mendeskripsikan bagaimana manusia belajar,sehingga membantu kita
semua memahami proses yang kompleks dari belajar.Oleh karena itu,makalah ini
membahas beberapa teori belajar.
B. Rumusan masalah
1. Apa
saja problematika dalam pembelajaran fiqih di madrasah ibtidaiyah?
2. Apa
saja solusi dari problematika dalam pembelajaran fiqih di madrasah ibtidaiyah
3. Apa
saja teori-teori dalam belajar dan pembelajaran
C. Tujuan
1. Untuk
mengetahui problematika dalam pembelajaran fiqih di madrasah ibtidaiyah
2. Untuk
mengetahui solusi dari problematika dalam pembelajaran fiqih di madrasah
ibtidaiyah
3. Untuk
mengetahui teori-teori dalam belajar dan pembelajaran
BAB
II
PEMBAHASAN
1. Problematika dalam pembelajaran fiqih di madrasah
ibtidaiyah
a. Definisi
problematika
Menurut Munisu
HW (2002:206) problematika adalah suatu istilah dalam Bahasa Indonesia yang
berasal dari bahasa inggris yaitu “problem”yang berarti persoalan atau
masalah.sedangkan problematika berarti hal yang menimbulkan masalah,hal yang
belum terpecahkan permasalahannya.
Sedangkan
menurut Tim Penyusun Pusat Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa dalam buku yang
berjudul “Kamus Besar Bahasa Indonesia”,bahwa “Problem Adalah
Masalah”,persoalan.KBBI (1989:701)
Sudarsono
(1997:187) menyatakan bahwa problem adalah kondisi atau situasi yang tidak
menentu,sifatnya meragukan dan sukar dimengerti,masalah atau pernyataan yang
memerlukan pemecahan masalah.
b. Problematika
dalam pembelajaran fiqih di madrasah ibtidaiyah
Dalam
pelaksanaan pembelajaran fiqih perlu diperhatikan adanya faktor-faktor
pendidikan yang ikut menentukan berhasil tidaknya pembelajaran tersebut.Maka
makalah ini akan dibahas ada beberapa faktor yang menyebabkan problematika
dalam pelaksanaan pembelajaran fiqih di madrasah ibtidaiyah antara lain:
ü Faktor
peserta didik
Setiap individu memang tidak
sama,perbedaan individual ini yang menyebabkan perbedaan tingkah laku belajar
dikalangan peserta didik dalam keadaan dimana peserta didik tidak dapat belajar
sebagaimana mestinya,itulah yang disebut dengan kesulitan belajar.Kesulitan
belajar ini tiadk selalu disebabkan oleh faktor-faktor non intelegensi.Dengan
demikian IQ yang tinggi belum tentu menjamin keberhasilan belajar.Ahmadi abu
(2004:77).
Maka,kita harus mengetahui
karakteristik siswa agar dapat memamahkan peserta didik.
ü Faktor
guru
Guru memiliki latar belakang
pendidikan keilmuan sehingga memiliki keahlian secara akademik dan
intelektual.Merujuk pada sistem pengelolaan pembelajaran yang berbasis subjek
(mata pelajaran),guru seharusnya memiliki kesesuaian antara latar belakang
keilmuan dengan subjek yang dibina.Selain itu guru diharapkan memiliki
pengetahuan dan pengalaman dalam penyelenggaraan pembelajaran dikelas.Secara
otentik kedua hal tersebut dapat dibuktikan dengan ijaza akademik dan ijaza
keahlian mengajar (akta mengajar) dari lembaga pendidikan yang diakreditasi
pemerintah.
Selain itu,guru juga harus
mempunyai wawasan yang luas dalam memilih metode,strategi,media,pendekatan dan
model dalam pembelajaran fiqih di madrasah yang sesuai mata pelajaran dan
karakteristik peserta didik.Dalam pembelajaran fiqih,guru tidak hanya
memberikan materi saja guru harus mempraktikkan langsung.Tidak mempraktikkan
saat ujian saja,agar siswa dapat lebih memahami dan mengingatnya.
2. Solusi dari problematika dalam pembelajaran fiqih di
madrasah ibtidaiyah
Dari problematika yang telah
dijabarkan diatas maka ada beberapa solusi yaitu:
§ Untuk
guru haruslah memahami karakteristik peserta didik,haruslah memahami psikologis
peserta didik
§ Untuk
pengajar haruslah mempunyai wawasan yang luas dalam menyampaikan mata pelajaran
kepada siswa
§ Guru
harus mempunyai pemahaman metode,media,strategi,pendekatan dan model yang
sesuai mata pelajaran dan karakteristik siswa
§ Guru
harus mengajak peserta didik praktek langsung,tidak hanya memberikan materi
3. Macam-macam teori dalam belajar dan pembelajaran
a) Teori
behavioristik
1. Pengertian
behavioristik
Aliran
behasviorisme berpendapat bahwa berpikit adalah gerakan-gerakan reaksi yang
dilakukan oleh urat saraf dan otot-otot bicara seperti halnya bila kita
mengucapkan buah pikiran (Purwanto,2002:45)
Teori belajar
behavioristik adalah sebuah teori tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil
dari pengalaman yang dicetuskan oleh Gagne dan Berliner.teori ini berkembang
menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan
teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran
behavioristik.aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak
sebagai hasil belajar.
2. Kelebihan
dan kekurangan teori behavioristik
·
Kelebihan teori
behavioristik
a. Membiasakan
guru untuk bersikap jeli dan peka pada situasi dan konsidi belajar.
b. Guru
tidak banyak memberikan ceramah sehingga murid dibiasakan mandiri.Jika
menemukan kesulitan,baru dinyatakan kepada guru yang bersangkutan.
c. Mampu
membentuk suatu perilaku yang diinginkan mendapatkan penguatan positif dan
perilaku yang kurang sesuai mendapat penghargaan negatif yang didasari pada
perilaku yang tampak.
d. Dengan
melalui pengulangan dan pelatihan yang berkesinambungan,dapat mengoptimalkan
bakat dan kecerdasan siswa yang sudah terbentuk sebelumnya.Jika anak sudah
mahir dalam suatu bidang tertentu,akan lebih dapat dikuatkan lagi dengan
pembiasaan dan pengulangan yang berkesinambungan tersebut dan lebih optimal.
e. Bahan
pelajaran yang disusun secara hirarkis dari yang sederhana sampai pada yang
kompleks dengan tujuan pembelajaran dibagi dalam bagian-bagian kecil yang
ditandai dengan pencapaian suatu keterampilan tertentu mampu menghasilkan suatu
perilaku yang konsisten terhadap bidang tertentu
f. Teori
behavioristik cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan
dominasi peran orang dewasa,suka mengulangi,dan harus dibiasakan,suka
meniru,dan senang dengan bentuk-bentuk penghargaan langsung(dalam http://ratgup.blogspot.com/2009/01.teori-belajar-behavioristik.html)
·
Kekurangan teori
behavioristik
a. Sebuah
konsekuensi bagi guru untuk menyusun bahan pelajaran dalam bentuk yang sudah
siap
b. Tidak
setiap mata pelajaran bisa menggunakan teori ini
c. Murid
berperan sebagai pendengar dalam proses pembelajaran dan menghafalkan apa yang
didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif
d. Penggunaan
hukuman yang sangat dihindari oleh para tokoh behavioristik justru dianggap
metode ini yang paling efektif untuk menertibkan siswa
e. Murid
dipandang pasif,perlu motivasi dari luar,dan sangat dipengaruhi oleh penguatan
yang diberikan guru.
b) Teori
konstruktivistik
1. Pengertian
teori konstruktivistik
Dalam konteks
filsafat pendidikan,konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata susunan
hidup yang berbudaya modern.konstruktivisme merupakan landasan berpikir
(filosofi) pembelajaran kosntekstual,yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh
manusia sedikit demi sedikit,yang hasilnya diperluas melalui konteks yang
terbats dan tidak secara tiba-tiba.pengetahuan bukanlah seperangkat
fakta-fakta,konsep,atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat.manusia
harus mengkonstruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata
(http://rifaikaryahoocoidparikesit.blogspot.com/2011/03/makalah-teori-konstruktivistik.html).
2.
Kelebihan dan kekurangan
·
Kelebihan
1.
Dalam proses membina
pengetahuan baru, pembelajar berpiki untuk menyelesaikan masalah, menjalankan
ide-idenya, dan membuat keputusan.
2.
Karena pembelajar terlibat
secara langsung dalam membina pengetahuan baru, spembelajar lebih paham dan
dapat mengaplikasikannya dalam semua situasi.
3.
Karena pembelajar terlibat
langsung secara aktif, pembelajar akan mengingat semua konsep lebih lama.
4.
Pembelajar akan lebih
memahami keadaan lingungan sosialnya yang diperoleh dari interaksi dengan teman
dan guru dalam membina pengetahuan baru.
5.
Karena pembelajar terlibat
langsung secara terus menerus, pembelajar akan pemahaman, ingat, yakin, dan
berinteraksi dengan sehat. Dengan demikian, pembelajar akan merasa senang
belajar dan membina pengetahuan baru (http;//warnadunia.com/teori-pembelajaran-konstruktivistik).
·
Kekurangan
·
Peran guru sebagai pendidik
kurang mendukung.
o
Karena cakupnya lebih luas,
lebih sulit dipahami. (http;//warnadunia.com/teori-pembelajaran-konstruktivistik)
3.
Implikasi teori
konstruktivistik dalam pembelajaran
Dalam upaya mengimplementasiakan teori belajar
konstruktivisme, Tyler mengajukan bebeapa saran yang berkaitan dengan rancangan
pembelajaran sebagai berikut.
·
Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan gagasannya
dengan bahasa sendiri.
·
Memberikan kesempatan kepada
siswa untuk berfikir tentang pengalamannya sehingga menjadi lebih kreatif dan
imajinatif.
·
Memberi kesempatan kepada siswa untuk mencoba gagasan baru.
·
Memberi pengalaman yang berhubungan dengan gagasan yang
telah dimiliki siswa.
·
Mendorong siswa untuk
memikirkan perubahan gagasan mereka.
·
Meciptakan lingkungan
belajaran yang kondusif (http://surianto200477.wordpress.com/2009/09/17/teori-pembelajaran-konstruktivistik).
c) Teori
kecerdasan ganda/majemuk
Gardner mengembangkan
proses pembelajaran dikelas yang memanfaatkan dan mengembangkan kecerdasan
ganda anak, dengan harapan dapat digunakan anak diluar kelas dalam mengenali
dan memahami realitas kehidupan. Namun sebelumnya ada beberapa faktor yang
mempengaruhi kecerdasan anak yakni salah satunya:
1.
Pembawaan
Pembawaan ditentukan oleh sifat-sifat
dan ciri-ciri yang dibawa sejak lahir.
2.
Kematangan
Setiap organ dalam tubuh manusia
mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Setiap organ (fisik maupun psikis)
dapat dikatakan telah matang jika ia telah mencapai kesanggupan menjalankan
fungsinya masing-masing.
3.
Pembentukan
Segala keadaan di luar diri seseorang
yang memengaruhi perkembangan kecerdasannya. Faktor pembentukan dapat dibedakan
menjadi pembentukan sengaja (seperti yang dilakukan di sekolah-sekolah) dan
pembentukan tidak sengaja (pengaruh alam sekitar)
4.
Minat dan Pembawaan
yang Khas
Minat mengarahkan perbuatan kepada suatu
tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan itu.
5.
Kebebasan
Bahwa manusia itu dapat memilih
metode-metode yang tertentu dalam memecahkan masalah-masalah
Maka dari itu kesulurahan pribadi turut serta dalam menentukan perbuatan
intelegensi seseorang. Dan ada pula pokok-pokok pikiran untuk mengkonsep
kecerdasan ganda ini yang dikemukakan Gardner adalah: 1) Manusia mempunyai
kemampuan meningkatkan dan memperkuat kecerdasannya, 2) Kecerdasan selain dapat
berubah dapat pula diajarkan kepada orang lain, 3) Kecerdasan merupakan
realitas majemuk yang muncul di bagian-bagian yang berbeda pada sistem otak
atau pikiran manusia, 4) Pada tingkat tertentu, kecerdasan ini merupakan satu
kesatuan yang utuh Kecerdasan adalah suatu kemampuan untuk memecahkan masalah
atau menghasilkan sesuatu yang dibutuhkan di dalam latar budaya tertentu.
Penelitian Gardner mengidentifikasi ada 8 macam kecerdasan manusia dalam
memahami dunia nyata, kemudian diikuti oleh tokoh-tokoh lain dengan menambahkan
dua kecerdasan lagi, sehingga menjadi 10 macam kecerdasan. Berikut kesepuluh
kecerdasan tersebut, yaitu :
1) Kecedasan verbal/bahasa (verbal linguistic intelligence)
Kecerdasan ini yang berkaitan dengan semua hal tentang bahasa. Seperti,
puisi, humor, cerita, tata bahasa, berpikir simbolik adalah ekspresi dari
kecerdasan ini.
2)
Kecerdasan
logika/matematik (logical mathematical intelligence)
Kecerdasan ini seperti
berpikir ilmiah, termasuk berpikir deduktif dan
induktif. Yang biasanya terjadi
untuk menghadapi masalah atau tantangan baru.
3)
Kecerdasan
visual/ruang (visual spatial intelligence)
Kecerdasan ini
berkaitan dengan misalnya senirupa, arsitektur, permainan catur. Kuncinya
kecerdasan ini adalah kemampuan indera pandang dan imajinasi.
4)
Kecerdasan tubuh/gerak
tubuh (body/kinesthetic intelligence)
Kecerdasan tubuh
mengendalikan kegiatan tubuh untuk menyatakan perasaan. Menari, permainan
olahraga, pantomim, dan lain-lain
5)
Kecerdasan
musikal/ritmik (musical/rhytmic intelligence)
Kecerdasan ini yang
didasari perubahan kesadaran manusia banyak disebabkan musik dan ritme. Musik
dapat menenangkan pikiran , memacu kembali aktivitas, dan semakin dapat memacu
pikiran dalam belajar.
6)
Kecerdesan
interpersonal (interpersonal intellgence)
Kecerdasan ini
berhubungan dengan kemampuan bekerja sama dan berkomunikasi baik verbal maupun
non verbal dengan orang lain. Seperti mampu mengenali perbedaan perasaan,
temperamen, maupun motivasi orang lain.
7)
Kecerdasan
intrapersonal (intrapersonal intelligence)
Kecerdasan ini mengendalikan pemahaman
terhadap aspek internal diri, perasaan, proses berpikir, refleksi diri,
intuisi, dan spiritual.
8)
Kecerdasan naturalis (naturalistic
intelligence)
Kecerdasan ini banyak
dimiliki oleh para pakar lingkungan, misalnya melihat gejala-gejala alam.
9)
Kecerdasan spiritual (spirituallist
intelligence)
Kecerdasan ini banyak
dimiliki oleh para rohaniwan yang berhubungan dengan Tuhannya.
10)
Kecerdasan
eksistensial (exsistensialist intelligence)
Kecerdasan ini
eksistensial banyak dijumpai pada para filusuf, yang mampu dan menghayati
keberadaan dirinya di dunia dan apa tujuannya
Pada
dasarnya manusia semua mempunyai kecerdasan seperti penjelasan di atas, namun
individu sendiri perkembangannya sesuai pada tingkat yang sama yaitu yang paling
menonojol sehingga dapat dilakukan secara efektif.Mengembangkan Kecerdasan
Ganda dalam Kegiatan Pembelajaran Dimana mengembangkan kecerdasan ganda dalam
kegiatan pembelajaran itu harus penuh pertimbangan karena sebagai intelegensi
yang terlatih dan memiliki banyak pengalaman , yang tidak disebut talenta atau
bakat. Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam teori kecerdasan ganda,
yaitu: 1) Setiap orang memiliki semua kecerdasan-kecerdasan itu; 2) Banyak
orang dapat mengembangkan masing-masing kecerdasannya sampai ke tingkat yang
optimal; 3) Kecerdasan biasanya bekerja bersama-sama dengan cara yang unik; 4)
Ada banyak cara untuk menjadi cerdas.
Apabila
ingin mengetahui arah kecerdasan siswa di kelas, dapat diketahui melalui
indikator-indikator tertentu. Misalnya, apa yang dikerjakan siswa ketika mereka
mempunyai waktu luang. Setiap guru dapat mengguanakan catatan-catatan kecil
praktis yang dapat digunakan untuk memantau kecenderungan perkembangan
kecerdasan anak. Berikut ini jenis-jenis dan kecenderungan anak belajar:
|
Jenis
Kecerdasan
|
Kecenderungan /
Kegemaran
|
Metode Belajar
|
|
Bahasa / Verbal
|
Gemar :
–
Membaca
–
Menulis
–
Bercerita
–
Bermain
kata
|
Membaca, menulis, mendengar
|
|
Matematis Logis
|
Gemar :
–
Bereksperimen
–
tanya
jawab
–
menjawawab
teka-teki logis
|
Berhitung, aplikasi rumus, eksperimen
|
|
Spasial
|
Gemar :
–
Mendesain
–
Menggambar
–
Berimajinasi
–
Membuat
sketsa
|
Observasi,
menggambar, mewarnai, membuat peta
|
|
Kinestetik tubuh
|
Gemar :
–
Menari
–
Berlari
–
Melompat
–
Meraba
–
memberi
isyarat
|
Membangun,
mempraktekan. menari, ekspresi
|
|
Musikall
|
Gemar :
–
bernyanyi
–
bersiul
–
bersenandung
|
Menyanyi,
menghayati lagu, mamainkan instrumen musik
|
|
Interpersonal
|
Gemar :
–
memimpin
–
berorganisasi
–
bergaul
–
menjadi
mediator
|
Kerjasama dan
interaksi dengan orang lain
|
|
Naturalis
|
Gemar :
–
menyusun
tujuan
–
meditasi
–
imajinasi
–
membuat
rencana
–
merenung
|
Berfikir filosofi,
analitis, berfikir reflektif
|
|
|
Gemar :
–
bermain
dengan flora fauna
–
mengamati
alam
–
menjaga
lingkungan
|
Observasi alamdan
mengidentifikasi karakteristik flora dan fauna
|
Setiap anak
didik pasti mempunyai tingkat kecerdasan yang berbeda-beda, maka dari itu guru
harus banyak strategi umum maupun khusus dalam pembelajaran. Dalam hal
pengukuran kecerdasan ganda kebih mengutamakan pada studi dokumentasi dan
proses pemecahan masalah. Apabila kegiatan di atas dapat dilakukan maka
keterampilan kognitif anak didik pun dapat berkembang dengan sendirinya.
d) Teori
pembelajaran humanistik
1. Pengertian
teori humanistik
Humanisme lebih
melihat pada sisi perkembangan kepribadian manusia.Pendekatan ini melihat
kejadian,yaitu bagaimana manusia membangun dirinya untuk melakukan hal-hal yang
positif.Kemampuan bertindak positif ini yang disebut sebagai potensi manusia
dan para pendidik yang beraliran humanisme biasanya memfokuskan pengajarannya
pada pembangunan kemampuan positif ini.Kemampuan positif erat kaitannya dengan
pengembangan emosi positif yang terdapat dalam domain afektif.Emosi adalah
karakteristik yang sangat kuat yang tampak dari para pendidik beraliran
humanisme.Thobroni (2015:133)
Humanistik ini
tertuju pada masalah bagaimana tiap individu dipengaruhi dan dibimbing oleh
maksud-maksud pribadi yang mereka hubungkan kepada pengalaman-pengalaman
mereka.Teori humanisme ini cocok untuk diterapkan pada materi-materi
pembelajaran yang bersifat pembentukan kepribadian,hati nurani,perubahan
sikap,dan analisis terhadap fenomena sosial.Psikologi humanisme memberi
perhatian atas guru sebagai fasilitator. Thobroni (2015:134)
2. Implikasi
teori belajar humanistik Thobroni (2015:149)
a. Guru
sebagai fasilitator
Psikologi humanistik memberi
perhatian atas guru sebagai fasilitator yang berikut ini adalah berbagai cara
untuk memberi kemudahan belajar dan berbagai kualitas fasilitator.Cara ini
merupakan ikhtisar yang sangat singkat dari beberapa petunjuk berikut ini
o
Fasilitator
sebaiknya memberi perhatian kepada penciptaan suasana awal,situasi
kelompok,atau pengalaman kelas.
o
Fasilitator
membantu untuk memperoleh dan memperjelas tujuan-tujuan perorangan didalam
kelas dan juga tujuan-tujuan kelompok yang bersifat umum
o
Guru mencoba
mengatur dan menyediakan sumber-sumber untuk belajar yang paling luas dan mudah
dimanfaatkan para siswa untuk membantu mencapai tujuan mereka
o
Guru menempatkan
dirinya sebagai suatu sumber yang fleksibel untuk dapat dimanfaatkan oleh kelompok
o
Guru haru tetap
waspada terhadap ungkapan-ungkapan yang menadakan adanya perasaan yang dalam
dan kuat selama belajar
o
Didalam berperan
sebagai seorang fasilitator,pimpinan harus mencoba mengenali dan menerima
keterbatasan-keterbatasab dirinya.
ü Proses
yang umumnya dilalui dalam mpembelajarannya: Thobroni (2015:148)
–
Merumuskan
tujuan belajar yang jelas
–
Mengusahakan
partisipasi aktif siswa melalui kontrak belajar yang bersifat jelas,jujur,dan
positif
–
Mendorong siswa
untuk mengembangkan kesanggupan siswa untuk belajar atas inisiatif sendiri
–
Mendorong siswa
untuk peka berpikir kritis,memaknai proses pembelajaran secara mandiri
–
Siswa didorong
bebas mengemukakan pendapat
–
Guru menerima
siswa apa adanya,berusaha memahami jalan pikirannya
–
Memberikan
kesempatan untuk maju sesuai dengan kecepatannya
–
Evaluasi
diberikan menurut prestasi siswa
3. Kelebihan
dan kekurangan teori humanistik Thobroni (2015:147-148)
a. Kelebihan
teori humanistik
1. Teori
ini cocok untuk diterapkan dalam materi pembelajaran bersifat pembentukan kepribadian,hati
nurani,perubahan sikap,dan analisis terhadap fenomena sosial
2. Indikator
keberhasilan aplikasi ini adalah siswa merasa senang bergairah,berinisiatif
dalam belajar,dan terjadi perubahan pola pikir,perilaku,serta sikap atas
kemauan sendiri
3. Siswa
diharapkan menjadi manusia yang bebas,tidak terikat oleh pendapat orang lain
dan mengatur pribadinya sendiri secara bertanggung jawab tanpa mengurangi
hak-hak orang lain atau melanggar aturan,norma,disiplin,atau etika yang
berlaku.
Adapun kekurangan teori
humanistik,yaitu siswa yang tidak mau memahami potensi dirinya akan ketinggalan
dalam proses belajar (http://www.perpustakaan-online.blogspot.com/2008/04/teori-belajar-humanistik.html)
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
1. Dalam
setiap proses pembelajaran pastilah ada sebuah problem dan solusi.salah satunya
dalam pembelajaran fiqih,adapun problemnya dapat terjadi dari peserta didik
seperti dari karakteristik atau psikologi yang berbeda pada setiap
individu.yaitu kemampuan dalam menerima pembelajaran.dan dapat terjadi pula
dari gurunya,yaitu pada kesalahan dalam memilih
metode,media,strategi,pendekatan dll.ataupun juga kurangnya wawasan guru
terhadap mata pelajaran serta memilih metode,media,strategi,pendekatan dll.
2. Solusinya
guru harus memahami karakteristik dan psikologi siswa,serta guru harus
berwawasan luas dan memilih pembelajaran sesuai kemampuan siswa.
3. Dalam
teori pembelajaran dapat diringkas sebagai berikut:
·
Teori
behavioristik: perubahan tingkah laku,seseorang dianggap telah belajar sesuatu
jika ia telah mampu menunjukkan perubahan tingkah laku.pandangan behavioristik
mengakui pentingnya masukan atau input yang berupa stimulus dan ouput yang
bersifat respon. Asri Budiningsih (2012:30)
·
Teori
konstruktivistik : Teori
konstruktivisme merupakan teori belajar yang menuntut siswa mengkosntruksi
kegiatan belajar dan menstransformasikan informasi kompleks untuk membangun
pengetahuan secara mandiri dan inisiatif. Asri Budiningsih (2012:64)
·
Teori kecerdasan ganda atau majemuk : Kecerdasan adalah
suatu kemampuan untuk memecahkan masalah atau menghasilkan sesuatu yang
dibutuhkan di dalam latar budaya tertentu. Setiap peserta didik
memiliki kesebelas kecerdasan, Ada banyak cara untuk menjadi cerdas dalam
setiap kategori, Peserta didik pada umunya dapat mengembangkan setiap
kecerdasan sampai pada tingkat penguasaan yang memadai.
·
Teori humanistik
: teori humanistik memiliki tujuan belajar adalah untuk memanusiakan
manusia.Proses belajar dianggap berhasil jika siswa telah memahami
lingkungannya dan dirinya sendiri.Dengan kata lain,siswa telah mampu mencapai
aktualisasi diri secara optimal.Teori humanistik cenderung bersifat
ekletik,maksudnya teori ini dapat memanfaatkan teori apa saja asal tujuannya
tercapai. Asri Budiningsih (2012:78)
DAFTAR
PUSTAKA
Budiningsih Asri. 2012. BELAJAR & PEMBELAJARAN. Jakarta:Rineka
Cipta.
Thabrani M. 2015.BELAJAR & PEMBELAJARAN. Yogyakarta:AR-RUZZ
MEDIA



Komentar
Posting Komentar